<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102</id><updated>2012-01-01T01:45:03.439+07:00</updated><category term='smpn 2 tanjung karang'/><category term='cari pahala'/><category term='sholat'/><category term='kisah Islam'/><category term='sunnah'/><category term='doa'/><category term='hadits wanita'/><category term='sahabat Rasulullah'/><category term='haid'/><category term='ukhti'/><category term='hadits'/><title type='text'>sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam</title><subtitle type='html'>hadits wanita, sahabat rasul, ukhti, islam</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>56</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-870429517199673459</id><published>2011-01-20T11:32:00.000+07:00</published><updated>2011-01-20T11:32:27.117+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah Islam'/><title type='text'>Kisah Pembongkar Kubur</title><content type='html'>Seorang pemuda datang dengan sedih dan menangis kepada amirul  mukminin Abdul Malik bin Marwan. Dia berkata, “Ya Amirul Mukminin, aku  telah melakukan dosa besar. Apakah taubatku bisa diampuni?”&lt;br /&gt;Abdul Malik bertanya, “Ya. Apa dosamu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjawab, “Dosaku besar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Malik berkata, “Apa itu? Bertaubatlah kepada Alloh I karena Dia  menerima taubat dari hamba-hambaNya dan memaafkan keburukan-keburukan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjawab, “Ya&amp;nbsp; Amirul Mukminin, suatu malam aku membongkar  kuburan. Aku melihat penghuninya telah dipalingkan dari arah kiblat. Aku  ketakutan, maka aku keluar darinya. Tiba-tiba sebuah suara memanggilku  dari dalam kubur, ‘Mengapa kamu tidak bertanya tentang si mayit? Mengapa  wajahnya dipalingkan dari kiblat?’ Aku bertanya, ‘Mengapa?’ Suara itu  menjawab, ‘Karena dahulu dia meremehkan sholat. Inilah balasannya.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu berkata, “Lalu aku membongkar kuburan lain. Aku melihat  penghuninya telah berubah menjadi babi. Lehernya telah diborgol dengan  rantai besi. Aku takut dan hendak keluar. Saat hendak keluar, aku  mendengar suara, ‘Tidakkah kamu bertanya tentang amalnya mengapa dia  disiksa?’ Akupun bertanya, ‘Mengapa?’ Suara itu menjawab, ‘Karena dahulu  dia minum khomr dan mati sebelum bertaubat.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu bercerita lagi, “Aku membongkar kuburan ketiga. Ya Amirul  Mukminin, aku melihat penghuninya diikat dengan tali busur dari api dan  lisannya menjulur dari tengkuknya. Aku ketakutan. Manakala aku hendak  keluar, ada suara memanggil, ‘Mengapa kamu tidak bertanya tentang  keadaannya, mengapa bisa begitu?’ Aku bertanya, ‘Mengapa?’ Suara itu  menjawab, ‘Karena dia tidak bisa menjaga diri dari kencing dan dia  adalah penyebar fitnah. Maka inilah balasannya.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu melanjutkan, “Kuburan keempat aku bongkar. Wahai Amirul  Mukminin, aku melihat dilapangkannya untuk si mayat sejauh mata  memandang, bercahaya sangat kuat. Si mayat tidur di atas ranjang.  Wajahnya berseri-seri dengan pakaian bagus. Aku takut padanya dan hendak  meninggalkannya. Maka dikatakan padaku, ‘Tidakkah kamu bertanya tentang  keadaanya, mengapa dia memperoleh kehormatan ini?’ Aku bertanya,  ‘Mengapa?’ Dia menjawab, ‘Dia adalah seorang pemuda yang tumbuh di atas  ketaatan dan ibadah kepada Alloh’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Malik berkata, “Pada perkara-perkara itu terdapat pelajaran  bagi orang-orang yang durhaka dan berita gembira bagi orang-orang yang  taat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang melakukan dosa tersebut hendaklah segera bertaubat  dan kembali kepada ketaatan. Semoga Alloh menjadikan kita semua  sebagai hamba-hambaNya yang taat dan menjauhkan kita dari amalan  orang-orang fasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Alloh jadikanlah kami sebagai orang-orang yang dapat mengambil  pelajaran dan janganlah Engkau jadikan kami sebagai orang-orang yang  diambil pelajaran. Berilah kami taufik untuk mentaatiMu dan taufik untuk  menjauhi murkaMu. Sesungguhnya Engkau adalah Mahapantas mengabulkan  permohonan-permohonan hambaMu.AMIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;diambil dr email, dengan footnote&amp;nbsp; &lt;em&gt;Mausuatu Qososis Salaf&lt;/em&gt; karya Ahmad Salim Baduwailan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-870429517199673459?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/870429517199673459/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=870429517199673459&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/870429517199673459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/870429517199673459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2011/01/kisah-pembongkar-kubur.html' title='Kisah Pembongkar Kubur'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-8401336959008893424</id><published>2010-08-15T15:03:00.000+07:00</published><updated>2010-08-15T15:03:42.351+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hadits'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa'/><title type='text'>Situs Hadits Lengkap 9 Imam</title><content type='html'>Alhamdulillah telah hadir meski masih beta version, telah hadir situs Hadits Lengkap 9 Imam. Langsung saja merujuk ke&amp;nbsp;&lt;a href="http://lidwa.com/"&gt;http://lidwa.com/&lt;/a&gt;&amp;nbsp;. Semoga kita bisa semakin memperoleh ilmu darinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-8401336959008893424?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/8401336959008893424/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=8401336959008893424&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/8401336959008893424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/8401336959008893424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2010/08/situs-hadits-lengkap-9-imam.html' title='Situs Hadits Lengkap 9 Imam'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-6152933189010192152</id><published>2010-07-26T12:53:00.003+07:00</published><updated>2010-07-26T12:53:00.831+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cari pahala'/><title type='text'>Bibel Mengatakan, BABI HARAM!</title><content type='html'>&lt;i&gt;Sumber dari Media Umat edisi 13, 26 Jumadi Akhir 1430H oleh :Hj. Irena Handono (Pakar Kristologi, Pendiri Irene Center, Pimpinan Umum Gerakan Muslimat Indonesia)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perilaku BABI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menarik ketika seorang Imam menjelaskan kepada beberapa orang Barat yang bertanya kenapa Muslim tidak mengkonsumsi babi. Bagi Muslim, babi adalah haram, bukan karena penyebab dari penggunaan babi dan segala unsurnya tetapi yang terpenting karena Allah Subhana wa ta'ala telah mengharamkan babi bagi manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana firman Allah Al Quran surat Al Maidah ayat 3 :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ [&lt;/span&gt;٥:٣&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun temuan berikut yang mengatakan bahwa ternyata babi berefek buruk ini dan itu, maka hal tersebut adalah hikmah dari pelarangan Allah, bukan alasan bagi pelarangan-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian sang Imam menunjukkan pada orang Barat tersebut dengan membandingkan perilaku babi dan ayam. Ketika 2 ekor ayam jantan dan 1 ayam betina dilepas, maka 2 ayam jantan tersebut bertarung hingga satu tewas/kalah untuk merebutkan betina. Namun apa yang terjadi ketika 2 ekor babi jantan dan 1 ekor babi betina dilepas ? ternyata babi jantan yang satu membantu yang lain untuk melaksanakan hajat seksualnya pada si betina.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan sang Imam berkata, "Inilah ! Daging babi itu membunuh 'ghirah' orang yang memakannya dan ini terjadi pada kaum kalian".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Mengapa Kristen makan daging babi ?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya larangan Allah atas babi ini tidak hanya terjadi pada masa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam. saja, namun pelarangan mengkonsumsi babi sudah terjadi sejak dahulu. Pada syariat yang dibawa Nabi Musa, dalam Imamat 11:7-8 yang berbunyi " Jangan makan babi. Binatang itu haram karena walaupun kukunya terbelah, ia tidak memamah biak. Dagingnya tidak boleh dimakan dan bangkainya pun tak boleh disentuh karena binatang itu haram". Larangan serupa juga tercantum di kitab Ulangan 14:8, Yesaya 65:2-4 dan Yesaya 66:17. Dan larangan ini masih jelas tertulis di kitab suci orang Kristen yang disebut Bibel.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengapa Kristen justru memakan daging babi ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama, mungkin mereka tidak banyak tahu tentang kitab mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, ayat-ayat bibel yang dikarang oleh Paulus yang mengatakan bahwa segala makanan adalah suci (Roma 14:20), juga pernyataan yang menyatakan bahwa Yesus telah meniadakan hukum Taurat (Efesus 2:14-15) yang termasuk didalamnya keharaman daging babi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenyataanya Yesus sendiri tidak pernah mengatakan hal tersebut. Bahkan didalam Matius 5:17-20, Yesus dengan tegas mengatakan bahwa dirinya tidak pernah sedikitpun menghapus hukum yang telah ditetapkan Taurat(Perjanjian Lama). Di lain ayat juga dinyatakan dengan jelas bahwa pengikut Yesus yang setia tetap menjaga diri dari makanan haram dan najis (Kisah Para Rasul 10:14).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlu diketahui bahwa Paulus bukan termasuk dari 12 murid Yesus dan bahkan tidak pernah bertemu Yesus dalam hidupnya. Lalu bagaimana mungkin ia membatalkan apa yang jelas-jelas diperintahkan/dilarang Yesus?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan jika alasan pembolehan daging babi oleh umat Kriten didasarkan atas kata-kata Yesus dalam Matius 15:11 yang berbunyi " Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiska orang". Maka ayat inipun secara konteks tidak ada kaitan dengan kebolehan makan daging babi. Ayat ini merupakan penjelasan yesus yang mengecam perilaku munafik bangsa Yahudi yang mengabaikan ajaran utama Taurat sementara justru mempertahankan adat-istiadat nenek moyang mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-6152933189010192152?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/6152933189010192152/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=6152933189010192152&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/6152933189010192152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/6152933189010192152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2010/07/bibel-mengatakan-babi-haram.html' title='Bibel Mengatakan, BABI HARAM!'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-2559954660861616061</id><published>2010-07-22T15:28:00.006+07:00</published><updated>2010-07-22T15:28:00.280+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sunnah'/><title type='text'>Cara Mandi Wajib Mengikut Sunnah</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;عن ابن عباس قال: قالت ميمونة:  وضعت لرسول الله صلى الله عليه وسلم ماء يغتسل به، فأفرغ على يديه، فغسلهما مرتين أو ثلاثا، ثم أفرغ بيمينه على شماله، فغسل مذاكيره، ثم دلك يده بالأرض، ثم مضمض واستنشق، ثم غسل وجهه ويديه، وغسل رأسه ثلاثا، ثم أفرغ على جسده، ثم تنحى من مقامه، فغسل قدميه.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Ibn ‘Abbas radiallahu anhu, beliau berkata: Maimunah&amp;nbsp;radiallahu anhu&amp;nbsp;berkata: Aku meletakkan air untuk Rasulullah&amp;nbsp;Shallallahu 'Alaihi Wassalam&amp;nbsp;mandi wajib. Baginda menyiram kedua tangannya dan membasuh kedua tangannya dua atau tiga kali. Seterusnya Baginda menyiram air dengan tangan kanannya ke tangan kirinya dan membasuh kemaluannya (dengan menggunakan tangan kiri). Selepas itu, Baginda menyapu tangannya ke tanah, kemudian Baginda memasukkaan air ke dalam hidung dan mulut kemudian mengeluarkannya. Seterusnya Baginda membasuh mukanya dan kedua tangannya dan membasuh kepalanya tiga kali. Selepas itu Baginda menyiram air ke atas tubuhnya, kemudian Baginda berpindah dari tempat tersebut dan mencuci kedua kakinya. (al-Bukhari)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Sahih Muslim (317) disebutkan pula:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;ثم أتيته بالمنديل فرده&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian aku (Maimunah&amp;nbsp;radiallahu anhu) memberikan kepada Baginda&amp;nbsp;Shallallahu 'Alaihi Wassalam&amp;nbsp;sapu tangan, lalu Baginda menolaknya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ringkasan cara mandi wajib berdasarkan dalil-dalil di atas ialah:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Niat. Ini berdasarkan hadis yang popular bahawa setiap amal mestilah dengan niat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca ‘Bismillah’.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencuci tangan sebanyak tiga kali.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencuci kemaluan dengan tangan kiri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menggosokkan tangan kiri ke tanah lalu lalu mencucinya. Boleh juga mencuci tangan kiri itu dengan sabun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berwudhu. Wudhu boleh dilakukan seperti wudhu untuk solat (Sohih Muslim:317) ataupun menangguhkan mencuci kaki selepas selesai mandi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyela-nyela rambut secara merata lalu menyiramnya 3 kali dengan air sepenuh dua telapak tangan. Ini berdasarkan hadis dari Aisyah di dalam sahih al-Bukhari:&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;ثم يدخل أصابعه في الماء، فيخلل بها أصول شعره، ثم يصب على رأسه ثلاث غرف بيديه&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kemudian Baginda&amp;nbsp;Shallallahu 'Alaihi Wassalam&amp;nbsp;memasukkan jari-jarinya ke dalam air, kemudian menyela-nyela rambutnya, kemudia menyiram kepalanya 3 kali dengan kedua tangannya.”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika menyiram kepala hendaklah dimulai dengan bahagian kanan, kemudian, bahagian kiri dan seterusnya bahagian tengah kepala. Ini berdasarkan hadis ‘Aisyah&amp;nbsp;radiallahu anhu&amp;nbsp;di dalam sahih Muslim (318):&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;. &lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;بدأ بشق رأسه الأيمن. ثم الأيسر&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda&amp;nbsp;Shallallahu 'Alaihi Wassalam&amp;nbsp;menyiram kepalanya di bahagian kanan, kemudia bahagian kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi wanita yang dalam keadaan junub, diblehkan untuk tidak melepaskan ikatan rambutnya. Ini berdasarkan hadis Ummu Salamah&amp;nbsp;radiallahu anhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;عن أم سلمة، قالت: قلت: يا رسول الله! إني امرأة أشد ضفر رأسي. فأنقضه لغسل الجنابة؟ قال “لا. إنما يكفيك أن تحثي على رأسك ثلاث حثيات. ثم تفيضين عليك الماء فتطهرين&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Ummu Salamah&amp;nbsp;radiallahu anhu, beliau berkata: Aku berkata kepada Rasulullah&amp;nbsp;Shallallahu 'Alaihi Wassalam: “Wahai Rasulullah&amp;nbsp;Shallallahu 'Alaihi Wassalam، sesungguhnya aku perempuan yang suka mengikat rambutku. Perlukah aku membuka ikatan tersebut ketika mandi junub? Jawab Rasulullah&amp;nbsp;Shallallahu 'Alaihi Wassalam: “Tidak, cukuplah bagi kamu dengan dengan menyiramkan air ke atas kepala kamu sebanyak 3 kali dan meratakan air ke seluruh tubuh kamu, dan kamu sudah dikira sudah bersuci. (Sahih Muslim:330)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi jika mandi untuk haidh, maka dianjurkan untuk melepaskan ikatan rambut. Ini berdasarkan hadis ‘Aisyah&amp;nbsp;radiallahu anhu&amp;nbsp;di dalam sahih al-Bukhari di mana beliau kedatangan haidh ketika menunaikan haji. Lalu baginda Shallallahu 'Alaihi Wassalam berkata sedemikian:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;دعي عمرتك، وانقضي رأسك، وامتشطي&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tinggalkanlah umrahmu, lepaskanlah ikatan rambutmu (ketika mandi) dan sisirlah rambutmu”&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Memulakan dengan bahagian kanan tubuh.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-large;"&gt;عن عائشة؛ قالت: إن كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يحب التيمن في شأنه كله. في نعليه، وترجله، وطهوره&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari ‘Aisyah&amp;nbsp;radiallahu anhu: Sesungguhnya Rasulullah&amp;nbsp;Shallallahu 'Alaihi Wassalam&amp;nbsp;suka mendahulukan bahagian kanan pada semua urusannya, ketika memakai kasutr, ketika bersikat dan ketika bersuci. (Sahih Muslim:268)&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Meratakan air ke seluruh tubuh. Kita mestilah semua lipatan tubuh seperti ketiak dan lain-lain. Ini berdasarkan hadis ‘Aisyah (Sunan Abi Daud:243, di nilai sahih oleh al-Albani)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beralih dari tempat mandi dan membasuh kaki.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Rujukan:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;طهور المسلم في ضوء الكتاب و السنة مفهوم و فضائل وآداب و احكام&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Terjemahan Indonesia bertajuk: Thaharah Nabi, tuntunan bersuci lengkap oleh Said bin Ali bin Wahf al-Qahtani&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://soaljawab.wordpress.com/2007/04/20/cara-cara-mandi-wajib-mengikut-sunnah/"&gt;sumber&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-2559954660861616061?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/2559954660861616061/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=2559954660861616061&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/2559954660861616061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/2559954660861616061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2010/07/cara-mandi-wajib-mengikut-sunnah.html' title='Cara Mandi Wajib Mengikut Sunnah'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-1387143022321717672</id><published>2010-07-18T15:26:00.000+07:00</published><updated>2010-07-18T15:26:49.610+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sholat'/><title type='text'>Cara Mengerjakan Shalat Qadha</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Barangsiapa tertinggal mengerjakan Shalat, maka wajib mengqadhanya sesuai dengan cara dan sifat-sifat Shalat yang tertinggal itu. Jika seorang musafir yang menempuh jarak qashar tertinggal Shalat yang empat rakaat, ia mengqadhanya dua rakaat, sekalipun dikerjakan di rumah. Tetapi, menurut ulama Syafi’i dan Hanbali, dalam keadaan terakhir ini, ia mengqadhanya empat rakaat, sebab hukum asal Shalat adalah itmam (menyempurnakan Shalat empat rakaat). Karena itu, ketika di rumah, Shalat dengan itmamlah yang harus dikerjakan. Sebaliknya, jika seorang mukmin tidak dalam perjalanan (di rumah) tertinggal Shalat yang empat rakaat, maka ia harus mengqadhanya empat rakaat pula sekalipun dikerjakan dalam perjalanan. Demikian juga, jika ia tertinggal Shalat sirriyyah (yang bacaannya pelan) seperti Dzuhur, maka di waktu mengqadhanya harus secara sirri pula, sekalipun dikerjakan di malam hari. Sebalikmya, jika ia tertinggal Shalat Jahrriyyah (yang bacaannya keras) seperti Shalat Subuh, maka mengqadhanya pun harus keras pula, sekalipun dikerjakan di siang hari. Akan tetapi, menurut ulama Syafi’i yang menjadi patokan adalah waktu di mana qadha itu dilaksanakan. Jadi, seandainya qadha itu dilaksanakan pada malam hari, maka bacaannya harus dikeraskan, sekalipun yang diqadha itu Shalat sirriyyah. Dan sebaliknya, jika di siang hari maka bacaan Shalat harus dipelankan walaupun yang diqadhanya itu Shalat jahriyyah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam mengqadha Shalat yang tertinggal (Shalat faa’itah) hendaknya diperhatikan tertib urutannya satu dengan yang lain. Qadha Shalat Subuh dikerjakan sebelum qadha Dzuhur, dan qadha Dzuhur sebelum Shalat Ashar. Di samping itu, hendaklah diperhatikan pula urutan Shalat faa’itah dengan Shalat pada waktunya (Shalat haadhirah). Maka, apabila Shalat faa’itah itu kurang dari lima waktu atau hanya lima waktu, Shalat haadhirah tidak boleh dikerjakan dulu sebelum Shalat faa’itah dikerjakan dengan tertib, selama tidak dikhawatirkan habisnya waktu Shalat haadhirah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Ibnu Mas’ud berkata, “Ketika Perang Khandaq kaum musyrikin terlalu menyibukkan Rasulullah sampai-sampai empat Shalat tertinggal, dan waktu pun telah larut malam sejalan dengan kehendak Allah. Kemudian, beliau menyuruh Bilal untuk menyerukan azan. Bilal pun menyerukannya lalu membacakan iqamah, maka beliau Shalat Dzuhur, lalu berdiri lagi dan mengerjakan Ashar, berdiri lagi mengerjakan Shalat Maghrib, kemudian berdiri lagi untuk mengerjakan Shalat Isya’.” (HR Tirmidzi dan Nasa’i. Peristiwa ini terjadi sebelum ada perintah Shalat Khauf).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ulama Hanafi berpendapat, jika seseorang setelah mengerjakan Shalat haadhirah teringat akan Shalat faa’itah yang belum dikerjakannya, batallah Shalat haadhirahnya. Orang itu harus mengerjakan Shalat faa’itah dulu dan setelah itu mengulangi Shalat haadhirah. Namun, menurut ulama yang lain, ia tidak harus mengulangi Shalat haadhirah. Sedang menurut ulama Maliki, sunnah mengulangi lagi Shalat haadhirah setelah mengerjakan faa’itah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika Shalat faa’itah itu enam waktu atau lebih, maka dalam mengerjakannya tidak harus tertib, boleh dikerjakan sebelum Shalat haadhirah ataupun sesudahnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengqadha Shalat boleh dilakukan setiap saat, kecuali pada tiga waktu yang dilarang Shalat, yaitu ketika matahari terbit, matahari berada tepat di tengah langit (waktu istiwa’), dan ketika matahari terbenam. Juga dalam satu waktu boleh mengqadha beberapa Shalat yang tertinggal, sebab pengertian qadha adalah melakukan Shalat yang telah lewat waktunya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengqadha Shalat wajib dilakukan dengan segera, baik Shalat itu tertinggal karena sesuatu uzur yang tidak menggugurkan kewajibannya ataupun tanpa uzur sama sekali, dan qadha ini tidak boleh ditunda-tunda kecuali ada halangan mendesak seperti bekerja untuk mencari rezeki dan menuntut ilmu yang wajib ‘ain baginya, begitu juga makan dan tidur. Dengan hanya mengqadha Shalat bukan berarti seseorang telah bebas dari dosa (karena menunda Shalat tanpa uzur), tetapi ia masih harus bertaubat, sebagaimana taubat tidak bisa menggugurkan kewajiban Shalat, namun harus disertai mengqadha pula. Hal ini karena salah satu syarat bertaubat adalah menghilangkan perbuatan dosa, sedang orang yang bertaubat tanpa mengqadha belum berarti ia telah menghilangkan perbuatan dosa tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Barangsiapa tertinggal sejumlah Shalat, tetapi ia lupa atau tidak tahu persis berapa jumlahnya, maka ia harus mengerjakan qadha sampai merasa yakin bahwa kewajibannya telah terpenuhi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Qadha tidak wajib bagi yg haid&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sholat yang ditinggalkan karena Haid tidak wajib diqadla. Definisi Ada’ adalah menjalankan ibadah di dalam waktunya. Sedangkan Qadla adalah menjalankan ibadah setelah lewat waktunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://almanaar.wordpress.com/2007/12/11/hukum-meng-qadha-shalat/"&gt;Hukum Meng-Qadha Shalat klik di sini&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://almanaar.wordpress.com/2007/12/11/hukum-meng-qadha-shalat/"&gt;sumber dari sini&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-1387143022321717672?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/1387143022321717672/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=1387143022321717672&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/1387143022321717672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/1387143022321717672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2010/07/cara-mengerjakan-shalat-qadha.html' title='Cara Mengerjakan Shalat Qadha'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-6713246643624984389</id><published>2010-05-24T08:06:00.005+07:00</published><updated>2010-05-24T08:06:00.220+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat Rasulullah'/><title type='text'>Sahabat Rasullullah yang Dijamin Masuk Surga (2)</title><content type='html'>Berikut ini lanjutan 10 sahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga (Asratul Kiraam):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Zubair Bin Awaam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memeluk Islam juga karena Abu Bakar Siddiq radiallahuanhu, ikut berhijrah sebanyak dua kali ke Habasyah dan mengikuti semua peperangan. Beliau pun gugur dalam perang Jamal dan dikuburkan di Basrah pada umur 64 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Sa’ad bin Abi Waqqas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti Islam sejak umur 17 tahun dan mengikuti seluruh peperangan, pernah ditawan musuh lalu ditebus oleh Rasulullah dengan ke-2 ibu bapaknya sendiri sewaktu perang Uhud. Meninggal dalam usia 70 (ada yang meriwayatkan 82 tahun) dan dikuburkan di Baqi’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Sa’id Bin Zaid&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah Islam sejak kecilnya, mengikuti semua peperangan kecuali Perang Badar. Beliau bersama Thalhah Bin Abdullah pernah diperintahkan oleh rasul untuk memata-matai gerakan musuh (Quraish). Meninggal dalam usia 70 tahun dikuburkan di Baqi’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. Abdurrahman Bin Auf&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memeluk Islam sejak kecilnya melalui Abu Bakar Siddiq dan mengikuti semua peperangan bersama Rasul. Turut berhijrah ke Habasyah sebanyak 2 kali. Meninggal pada umur 72 tahun (ada yang meriwayatkan 75 tahun), dimakamkan di Baqi’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10. Abu Ubaidillah Bin Jarrah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk Islam bersama Usman bin Math’uun, turut berhijrah ke Habasyah pada periode kedua dan mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam. Meninggal pada tahun 18 H di urdun (Syam) karena penyakit pes, dan dimakamkan di Urdun yang sampai saat ini masih sering diziarahi oleh kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tamat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-6713246643624984389?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/6713246643624984389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=6713246643624984389&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/6713246643624984389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/6713246643624984389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2010/05/sahabat-rasullullah-yang-dijamin-masuk_24.html' title='Sahabat Rasullullah yang Dijamin Masuk Surga (2)'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-2256817126993708299</id><published>2010-05-16T16:32:00.002+07:00</published><updated>2010-05-16T17:14:56.204+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat Rasulullah'/><title type='text'>Sahabat Rasullullah yang Dijamin Masuk Surga (1)</title><content type='html'>Berikut ini 10 sahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga (Asratul Kiraam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Abu Bakar Siddiq radiallahuanhu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah khalifah pertama sesudah wafatnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam. Selain itu Abu bakar juga merupakan laki-laki pertama yang masuk Islam, pengorbanan dan keberanian beliau tercatat dalam sejarah, bahkan juga didalam Quran (Surah At-Taubah ayat ke-40), check it out! Abu Bakar Siddiq meninggal dalam umur 63 tahun, beliau meriwayatkan 142 hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Umar Bin Khatab radiallahuanhu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah khalifah ke-dua sesudah Abu Bakar, dan termasuk salah seorang yang sangat dikasihi oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam semasa hidupnya. Sebelum memeluk Islam, Beliau merupakan musuh yang paling ditakuti oleh kaum Muslimin. Namun semenjak beliau bersyahadat dihadapan Rasul (tahun keenam sesudah Nabi Muhammad diangkat sebagai Nabi Allah), beliau menjadi salah satu benteng Islam yang mampu menyurutkan perlawanan kaum Quraish terhadap diri Nabi dan sahabat. Dijaman kekhalifaannya, Islam berkembang seluas-luasnya dari Timur hingga ke Barat, kerajaan Persia dan Romawi Timur dapat ditaklukkannya dalam waktu hanya satu tahun. Beliau meninggal dalam umur 64 tahun karena dibunuh, dikuburkan berdekatan dengan Abu Bakar dan Rasulullah dibekas rumah Aisyah yang sekarang terletak didalam masjid Nabawi di Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Usman Bin Affan radiallahuanhu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah ketiga setelah wafatnya Umar, pada pemerintahannyalah seluruh tulisan-tulisan wahyu yang pernah dicatat oleh sahabat semasa Rasul hidup dikumpulkan, kemudian disusun menurut susunan yang telah ditetapkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam sehingga menjadi sebuah kitab (suci) sebagaimana yang kita dapati sekarang. Beliau meninggal dalam umur 82 tahun (ada yang meriwayatkan 88 tahun) dan dikuburkan di Baqi’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Ali Bin Abi Thalib radiallahuanhu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan khalifah keempat, beliau terkenal dengan siasat perang dan ilmu pengetahuan yang tinggi. Selain Umar bin Khatab, Ali bin Abi Thalib juga terkenal keberaniannya didalam peperangan. Beliau sudah mengikuti Rasulullah sejak kecil dan hidup bersama Beliau sampai Rasul diangkat menjadi Nabi hingga wafatnya. Ali Bin Abi Thalib meninggal dalam umur 64 tahun dan dikuburkan di Koufah, Irak sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Thalhah Bin Abdullah radiallahuanhu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk Islam dengan perantaraan Abu Bakar Siddiq radiallahuanhu, selalu aktif disetiap peperangan selain Perang Badar. Didalam perang Uhud, beliaulah yang mempertahankan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam sehingga terhindar dari mata pedang musuh, sehingga putus jari-jari beliau. Thalhah Bin Abdullah gugur dalam Perang Jamal dimasa pemerintahan Ali Bin Abi Thalib dalam usia 64 tahun, dan dimakamkan di Basrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rizaldp.wordpress.com/"&gt;sumber&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-2256817126993708299?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/2256817126993708299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=2256817126993708299&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/2256817126993708299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/2256817126993708299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2010/05/sahabat-rasullullah-yang-dijamin-masuk.html' title='Sahabat Rasullullah yang Dijamin Masuk Surga (1)'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-9180418095410754275</id><published>2010-04-22T09:58:00.000+07:00</published><updated>2010-04-22T09:58:00.565+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa'/><title type='text'>Doa Tasbih - Taubatan Nasuha</title><content type='html'>Bismillahirrohmanirrohiim..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah Ya Rahmaan Ya Rahiim Ya Hayyu Ya Qoyyuum&lt;br /&gt;Ya Dzaljalalli wal Ikraam&lt;br /&gt;Ya Allah Yang Maha Dekat pada yang taqwa,&lt;br /&gt;Ya Allah Yang Maha Pengampun,&lt;br /&gt;Ya Allah yang dekat kepada yang mendekat (yang berdzikir),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah,&lt;br /&gt;Terimalah taubatku yang ikhlas ini,&lt;br /&gt;masukkanlah aku dengan keagungan rahmatMu ke dalam cahaya iman&lt;br /&gt;dan bersih dari segala dosa&lt;br /&gt;serta bersih hati, mendapat kesabaran dan keikhlasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Engkaulah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillahirobbil'alamiin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;diambil dari kumpulan doa &amp;amp; dzikir&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-9180418095410754275?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/9180418095410754275/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=9180418095410754275&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/9180418095410754275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/9180418095410754275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2010/04/doa-tasbih-taubatan-nasuha.html' title='Doa Tasbih - Taubatan Nasuha'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-5426279937046975103</id><published>2010-04-18T09:30:00.000+07:00</published><updated>2010-04-18T09:30:51.709+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa'/><title type='text'>Doa ba'da Sholat Hajat</title><content type='html'>Bismillahirrohmanirrohim&lt;br /&gt;Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Penyantun dan Pemurah&lt;br /&gt;Maha Suci Allah&lt;br /&gt;Tuhan Pemelihara 'Arsy Yang Maha Agung&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah Tuhanku seru sekalian alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb,&lt;br /&gt;kepada Mu lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmatMu&lt;br /&gt;sesuatu yang mendatangkan ampunanMu&lt;br /&gt;memperoleh keuntungan pada tiap-tiap kebaikan&lt;br /&gt;dan memperoleh keselamatan dari segala dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb,&lt;br /&gt;janganlah Engkau biarkan dosa pada diriku melainkan Engkau ampuni,&lt;br /&gt;tidak ada sesuatu kepentingan melainkan Engkau beri jalan keluar,&lt;br /&gt;dan tidak pula suatu hajat yang mendapat kerelaanMu melainkan Engkau kabulkan,&lt;br /&gt;wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillahirobbil'alamin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;diambil dari kumpulan doa &amp;amp; dzikir&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-5426279937046975103?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/5426279937046975103/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=5426279937046975103&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/5426279937046975103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/5426279937046975103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2010/04/doa-bada-sholat-hajat.html' title='Doa ba&apos;da Sholat Hajat'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-555464948821216979</id><published>2010-03-30T11:44:00.002+07:00</published><updated>2010-03-30T11:44:00.868+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cari pahala'/><title type='text'>Masa Mudamu Mempengaruhi Masa Tuamu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penulis: &lt;a href="http://rumaysho.com/"&gt;Muhammad Abduh Tuasikal&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ingatlah, penjagaanmu terhadap hak Allah di masa mudamu bisa mempengaruhi masa tuamu! Kita dapat menyaksikannya dalam pelajaran hadits berikut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah memberi nasehat pada Ibnu 'Abbas -radhiyallahu 'anhuma-,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-large;"&gt;احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.”[1]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang dimaksud menjaga Allah di sini adalah menjaga batasan-batasan, hak-hak, perintah, dan  larangan-larangan Allah. Yaitu seseorang menjaganya dengan melaksanakan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, dan tidak melampaui batas dari batasan-Nya (berupa perintah maupun larangan Allah). Orang yang melakukan seperti ini, merekalah yang menjaga diri dari batasan-batasan Allah sebagaimana yang Allah puji dalam kitab-Nya,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada Setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya), (yaitu) orang yang takut kepada Tuhan yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan Dia datang dengan hati yang bertaubat.” (QS. Qaaf: 32-33). Yang dimaksud dengan menjaga di sini adalah menjaga setiap perintah Allah dan menjaga diri dari berbagai dosa serta bertaubat darinya.[2]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjaga Hak Allah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di antara bentuk penjagaan hak Allah sebagai berikut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pertama: Menjaga shalat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang utama  untuk dijaga adalah shalat lima waktu yang wajib sebagaimana yang Allah firmankan,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ (٢٣٨)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa (shalat Ashar)[3]. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'.” (QS. Al Baqarah: 238). Yang dimaksud shalat wustho di sini adalah shalat Ashar menurut kebanyakan ulama. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan keras orang yang meninggalkan shalat Ashar sebagaimana dalam sabdanya,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, maka hapuslah amalannya.”[4]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu pula termasuk dalam hal ini adalah dengan menjaga thoharoh (bersuci) karena thoharoh adalah pembuka shalat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tidak ada yang selalu menjaga wudhu melainkan ia adalah seorang mukmin.”[5]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kedua: Menjaga kepala dan perut&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu pula kita diperintahkan untuk menjaga kepala dan perut. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sifat malu pada Allah yang sebenarnya adalah engkau menjaga kepalamu dan setiap yang ada di sekitarnya, begitu pula engkau menjaga perutmu serta apa yang ada di dalamnya.”[6] Yang dimaksud menjaga kepala dan setiap apa yang ada di sekitarnya, termasuk di dalamnya adalah menjaga pendengaran, penglihatan dan lisan dari berbagai keharaman. Sedangkan yang dimaksud menjaga perut dan segala apa yang ada di dalamnya, termasuk di dalamnya adalah menjaga hati dari terjerumus dalam yang haram.[7] Allah Ta’ala berfirman,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; Maka takutlah kepada-Nya.” (QS. Al Baqarah: 235)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al Isro’: 36)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ketiga: Menjaga lisan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Barangsiapa yang menjamin padaku apa yang ada di antara dua janggutnya (yaitu bibirnya) dan antara dua kakinya (yaitu kemaluan), maka ia akan masuk surga.”[8]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Keempat: Menjaga kemaluan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah memuji orang-orang yang menjaga kemaluan dalam beberapa ayat. Allah Ta’ala berfirman,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".” (QS. An Nur: 30)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al Ahzab: 35)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.” (QS. Al Mu’minun: 5-6)[9]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang lebih penting dari hal di atas dan merupakan hak Allah yang paling utama untuk dijaga adalah mentauhidkan Allah dan tidak menyekutukan Allah dengan selain-Nya (baca: &lt;i&gt;berbuat syirik&lt;/i&gt;). Karena syirik adalah kezholiman yang teramat besar. Luqman pernah berkata pada anaknya,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“&lt;b&gt;Sesungguhnya kesyirikan adalah kezholiman yang paling besar&lt;/b&gt;.” (QS. Luqman: 13)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika membonceng Mu’adz dengan keledai -yang bernama ‘Ufair-, beliau bersabda,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Wahai Mu’adz, tahukah engkau apa hak Allah yang wajib ditunaikan oleh hamba-Nya dan apa hak hamba yang berhak ia dapat dari Allah?” Mu’adz mengatakan, ”Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab, “Hak Allah yang wajib ditunaikan oleh setiap hamba adalah mereka harus menyembah Allah dan tidak boleh berbuat syirik pada-Nya dengan sesuatu apa pun. Sedangkan hak hamba yang berhak ia dapat adalah Allahh tidak akan menyiksa orang yang tidak berbuat syirik kepada-Nya dengan sesuatu apa pun.”[10] Inilah hak Allah yang mesti dan wajib ditunaikan oleh setiap hamba sebelum hak-hak lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Siapa yang Menjaga Hak Allah, maka Allah akan Menjaganya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Barangsiapa menjaga diri dengan melakukan perintah dan menjauhi larangan, maka ia akan mendapatkan penjagaan dari Allah Ta’ala.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah yang dimaksud al jaza’ min jinsil ‘amal, yaitu balasan sesuai dengan amal perbuatan. Sebagaimana Allah mengatakan dalam ayat-ayat lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu.” (QS. Al Baqarah: 40)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu.” (QS. Al Baqarah: 152)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu.” (QS. Muhammad: 7)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bentuk Penjagaan Allah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penjagaan pertama: Allah akan menjaga urusan dunianya yaitu ia akan mendapatkan penjagaan diri, anak, keluarga dan harta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;[Penjagaan melalui Malaikat Allah]&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di antara bentuk penjagaan Allah adalah ia akan selalu mendapatkan penjagaan dari malaikat Allah. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.” (QS. Ar Ro’du: 11). Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Setiap hamba memiliki malaikat yang selalu menemaninya. Malaikat tersebut akan menjaganya siang dan malam. Mereka akan menjaganya danri berbagai kejelekan dan kejadian-kejadian.”[11] Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan, “Mereka adalah para malaikat yang akan selalu menjaganya atas perintah Allah. Jika datang ajal barulah malaikat-malaikat tadi meninggalkannya.” Inilah salah bentuk penjagaan Allah melalui para malaikat bagi orang yang selalu menjaga hak-hak Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;[Penjagaan di Kala Usia Senja]&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu pula Allah akan menjaga seseorang di waktu tuanya, jika ia selalu menjaga hak Allah di waktu mudanya. Allah akan menjaga pendengaran, penglihatan, kekuatan dan kecerdasannya. Inilah maksud yang kami singgung dalam judul artikel ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana kami pernah membaca dalam salah satu buku fiqh madzhab Syafi’i, matan Abi Syuja’. Dalam buku tersebut diceritakan mengenai penulis matan yaitu Al Qodhi Abu Syuja’ (Ahmad bin Al Husain bin Ahmad Asy Syafi’i rahimahullah Ta’ala). Perlu diketahui bahwa beliau adalah di antara ulama yang mati di usia sangat tua. Umur beliau ketika meninggal dunia adalah 160 tahun (433-596 Hijriyah). Beliau terkenal sangat dermawan dan zuhud. Beliau sudah diberi jabatan sebagai qodhi pada usia belia yaitu 14 tahun. Keadaan beliau di usia senja (di atas 100 tahun), masih dalam keadaan sehat wal afiat. Begitu pula ketika usia senja semacam itu, beliau masih diberikan kecerdasan. Tahukah Anda apa rahasianya? Beliau tidak punya tips khusus untuk rutin olahraga atau yang lainnya. &lt;i&gt;Namun perhatikan apa tips beliau, “Aku selalu menjaga anggota badanku ini dari bermaksiat pada Allah di waktu mudaku, maka Allah pun menjaga anggota badanku ini di waktu tuaku.”&lt;/i&gt; Cobalah lihat, beliau bukanlah memberikan kita tips untuk banyak olahraga. Namun apa tips beliau? Yaitu taat pada Allah dan menjauhi segala maksiat di waktu muda.[12]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Rajab rahimahullah juga pernah menceritakan bahwa sebagian ulama ada yang sudah berusia di atas 100 tahun. Namun ketika itu, mereka masih diberi kekuatan dan kecerdasan. Coba bayangkan bagaimana dengan keadaan orang-orang saat ini yang berusia seperti itu? Diceritakan bahwa di antara ulama tersebut pernah melompat dengan lompatan yang amat jauh. Kenapa bisa seperti itu? Ulama tersebut mengatakan, “Anggota badan ini selalu aku jaga agar jangan sampai berbuat maksiat di kala aku muda. Balasannya, Allah menjaga anggota badanku ini di waktu tuaku.” Namun ada orang yang sebaliknya, sudah berusia senja, jompo dan biasa mengemis pada manusia. Para ulama pun mengatakan tentang orang tersebut,  “Inilah orang yang selalu melalaikan hak Allah di waktu mudanya, maka Allah pun melalaikan dirinya di waktu tuanya.”[13]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;[Penjagaan pada keturunan]&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu pula Allah akan menjaga keturunan orang-orang sholih dan selalu taat pada Allah. Di antaranya kita dapat melihat pada kisah dua anak yatim yang mendapat penjagaan Allah karena ayahnya adalah orang yang sholih. Allah Ta’ala berfirman,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh.” (QS. Al Kahfi: 82). ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz pernah mengatakan, “Barangsiapa seorang mukmin itu mati (artinya: ia selalu menjaga hak Allah, pen), maka Allah akan senantiasa menjaga keturunan-keturunannya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sa’id bin Al Musayyib mengatakan pada anaknya, “Wahai anakku, aku selalu memperbanyak shalatku dengan tujuan supaya Allah selalu menjagamu.”[14]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Barangsiapa menjaga (hak-hak) Allah, maka Allah akan menjaganya dari berbagai gangguan.” Sebagian salaf mengatakan, “Barangsiapa bertakwa pada Allah, maka Allah akan menjaga dirinya. Barangsiapa lalai dari takwa kepada Allah, maka Allah tidak ambil peduli padanya. Orang itu berarti telah menyia-nyiakan dirinya sendiri. Allah sama sekali tidak butuh padanya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika seseorang berbuat maksiat, maka ia juga dapat melihat tingkah laku yang aneh pada keluarganya bahkan pada hewan tunggangannya. Sebagaimana sebagian salaf mengatakan, “Jika aku bermaksiat pada Allah, maka pasti aku akan menemui tingkah laku yang aneh pada budakku bahkan juga pada hewan tungganganku.”[15]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penjagaan kedua: Penjagaan yang lebih dari penjagaan pertama, yaitu Allah akan menjaga agama dan keimanannya. Allah akan menjaga dirinya dari pemikiran rancu yang bisa menyesatkan dan dari berbagai syahwat yang diharamkan. Inilah penjagaan yang lebih luar biasa dari penjagaan pertama tadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal ini dapat kita lihat sebagaimana dalam do’a sebelum tidur yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-large;"&gt;بِاسْمِكَ رَبِّ وَضَعْتُ جَنْبِى وَبِكَ أَرْفَعُهُ ، إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِى فَاغْفِرْ لَهَا ، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dengan menyebut nama-Mu, aku meletakkan lambungku, dan dengan nama-Mu aku mengangkatnya. Jika engkau ingin menarik jiwaku, maka ampunilah ia. Jika engkau ingin membiarkannya, maka jagalah ia sebagaimana engkau menjaga hamba-hambaMu yang sholih”[16] Dalam do’a ini terlihat bahwa Allah akan senantiasa menjaga orang-orang yang sholih.[17]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikian pembahasan yang singkat dari hadits di atas. Semoga hadits ini bisa selalu menjadi pengingat dalam setiap langkah kita. Jagalah hak Allah, niscaya Allah akan menjagamu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;(diedit seperlunya tanpa merubah maksud dan arti, catatan kaki silahkan merujuk ke link aseli)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-555464948821216979?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/555464948821216979/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=555464948821216979&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/555464948821216979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/555464948821216979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2010/03/masa-mudamu-mempengaruhi-masa-tuamu.html' title='Masa Mudamu Mempengaruhi Masa Tuamu'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-7846764790059144571</id><published>2010-03-22T14:03:00.001+07:00</published><updated>2010-03-22T14:05:45.801+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat Rasulullah'/><title type='text'>Umar bin Abdul Aziz</title><content type='html'>&lt;b&gt;1.Biografi Umar bin Abdul Aziz&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Nasabnya.&lt;br /&gt;Beliau adalah Umar bin Abdul Aziz bin Marwan bin Hakam bin Abu al-'Ash bin Umayah bin Abdu Syam bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab; salah satu  keturunan Bani Umayah, yang tentu saja berdarah Quraisy. Beliau biasa dipanggil dengan sebutan Abu Hafs, sedangkan  di kalangan Bani Umayyah beliau lebih dikenal dengan al-Asyaj (si pemilik luka di wajah)[2]. Ayahnya; Abdul Aziz -seorang gubernur mesir pada pemerintahan khalifah Abdul Malik bin Marwan- adalah salah satu kandidiat yang dicalonkan untuk menduduki tampuk kekhalifahan sepeninggal ayahnya; Marwan bin  Hakam, namun ajal keburu menjemputnya. Sedangkan ibunya; Laila bintu Ashim bin Umar bin Khattab, biasa dipanggil dengan Ummu Ashim. Secara garis keturunan dari pihak ibu, beliau adalah cicit Umar bin Khattab.[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan ketika Abdul Aziz hendak melamar Laila, ia berkata kepada atasannya, "Kumpulkanlah untukku empat ratus dinar dari hartaku yang terbaik, karena aku ingin melamar seorang perempuan dari keluarga baik-baik". Singkat cerita, akhirnya Abdul Aziz pun menikahi Laila.[4]    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kelahirannya.&lt;br /&gt;Beliau dilahirkan tahun 61 H di Madinah pada era pemerintahan khalifah Yazid bin Mu'awiyah, bertepatan dengan meninggalnya Maemunah istri Nabi Muhammad r. Beliau menghabiskan masa kecilnya di Madinah Munawwarah dengan menimba ilmu dari para ulama yang hidup saat itu. Sehingga terkumpullah pada diri beliau keutamaan ilmu dan agama, disamping keturunan 'darah biru' dan gelimpangan materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca meninggalnya sang ayah, beliau diminta untuk tinggal di Damaskus oleh khalifah Abdul Malik, paman beliau, lalu dinikahkan dengan salah seorang anaknya; Fatimah.[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Wafatnya.&lt;br /&gt;Beliau meninggal dunia hari jum'at di sepuluh hari terakhir bulan Rajab tahun 101 H pada umur 40 tahun, setelah memegang tampuk kekuasaan selama kurang lebih 2 tahun 5 bulan 4 hari, dikarenakan stroke yang menimpanya. Ada juga yang mengatakan bahwa beliau meninggal dunia karena diracun para pejabat Bani Umayah. Wallahu A'lam.[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau meninggalkan 3 orang istri: Fatimah bintu Abdul Malik bin Marwan, Lumais bintu Ali bin Haris, Ummu Utsman bintu Syu'aib bin Zayyan, dan 14 orang anak laki-laki: Abdul Malik, Abdul Aziz, Abdullah, Ibrahim, Ishaq, Ya'qub, Bakr, Walid, Musa, Ashim, Yazid, Zayyan, Abdul Aziz, Abdullah,  serta 3 orang anak perempuan: Ummu Ammar, Aminah, Ummu Abdillah.[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adz-Dzahabi berkomentar: "Beliau adalah seorang yang berperawakan dan berakhlak bagus. Memiliki kesempurnaan dalam berpikir, pintar menempatkan diri, jago lobi politik, menjunjung tinggi nilai keadilan dan berusaha mengaplikasikannya semaksimal mungkin, luas ilmunya, mumpuni dalam ilmu psikologi dan diberi kecerdasan luar biasa yang ‘dibungkus’ pemahaman yang menakjubkan. Di samping itu beliau juga dikenal sebagai ahli ibadah, memiliki akidah yang lurus, zuhud meskipun memegang tampuk pemerintahan dan lantang menyuarakan kebenaran meskipun sedikit yang mendukungnya. Para ulama mengkategorikan beliau sebagai salah satu al-Khulafa' ar-Rasyidun[8] dan ulama yang mengamalkan ilmunya.[9]     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Kepribadian Umar bin Abdul Aziz&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Abdul Aziz adalah sosok yang berkepribadian kuat, bermental baja, mampu mencarikan solusi terbaik dari setiap problematika yang ada dan memiliki analisa yang tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara karakteristik yang dimilikinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    Rasa takut yang tinggi kepada Allah I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang menjadikan Umar bin Abdul Aziz begitu fenomenal bukanlah karena banyaknya shalat dan puasa yang dikerjakan, tetapi karena rasa takut yang tinggi kepada Allah dan kerinduan akan surga-Nya. Itulah yang mendorong beliau menjadi pribadi yang berprestasi dalam segala aspek; ilmu dan amal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan pada suatu hari si Umar kecil menangis tersedu dan hal itu terdengar oleh ibunya. Lantas ditanyakan apa sebabnya. Beliau pun menjawab: "Aku teringat mati". Maka sang ibu pun menangis dibuatnya.[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah seorang laki-laki mengunjungi Umar bin Abdul Aziz yang sedang memegang lentera. "Berilah aku petuah!", Umar membuka perbincangan. Laki-laki itu pun berujar: "Wahai Amirul Mukminin[11]!! Jika engkau masuk neraka, orang yang masuk surga tidaklah mungkin bisa memberimu manfaat. Sebaliknya jika engkau masuk surga, orang yang masuk neraka juga tidaklah mungkin bisa membahayakanmu". Serta merta Umar bin Abdul Aziz pun menangis tersedu sehingga lentera yang ada di genggamannya padam karena derasnya air mata yang membasahi.[12]   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    Wara'. [13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara bentuk nyata sikap Wara' yang dimiliki Umar bin Abdul Aziz adalah keenganan beliau menggunakan fasilitas negara untuk keperluan pribadi, meskipun hanya sekedar mencium bau aroma minyak wangi. Hal itu pernah ditanyakan oleh pembantunya, "Wahai khalifah! Bukankah itu hanya sekedar bau aroma saja, tidak lebih?". Beliau pun menjawab: "Bukankah minyak wangi itu diambil manfaatnya karena bau aromanya?".[14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan suatu hari Umar bin Abdul Aziz pernah mengidam-idamkan buah apel. Tiba-tiba salah seorang kerabatnya datang berkunjung seraya menghadiahi sekantong buah apel kepada beliau. Lalu ada seseorang yang berujar: "Wahai Amirul Mukminin Bukankah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wassalam dulu pernah menerima hadiah dan tidak menerima sedekah?". Serta merta beliau pun menimpali, "Hadiah di zaman Nabi benar-benar murni hadiah, tapi di zaman kita sekarang ini hadiah berarti suap".[15]   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.     Zuhud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Abdul Aziz adalah orang yang sangat zuhud, bahkan kezuhudan yang dimilikinya tidaklah mungkin bisa dicapai oleh siapa pun setelahnya. Kezuhudan yang mencapai level tertinggi di saat 'puncak dunia' berada di genggamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malik bin Dinar pernah berkata: "Orang-orang berkomentar mengenaiku, "Malik bin Dinar adalah orang zuhud." Padahal yang pantas dikatakan orang zuhud hanyalah Umar bin Abdul Aziz. Dunia mendatanginya namun ditinggalkannya".[16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkan terbetik di benak kita seorang kepala negara ketika berkeinginan menunaikan ibadah haji, ia tidak bisa berangkat hanya karena uang perbekalannya tidak cukup? Pernahkah terlintas di bayangan kita seorang bangsawan yang hanya memiliki satu buah baju, itu pun berkain kasar? Si zuhud Umar bin Abdul Aziz pernah mengalaminya![17]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.    Tawadhu'.[18]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluhuran budi pekerti yang dimiliki Umar bin Abdul Aziz sangatlah tinggi. Hal itu tercermin dari sekian banyaknya karakteristik yang menonjol pada diri beliau. Di antaranya adalah sikap Tawadhu'nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ada seorang laki-laki memanggil beliau, "Wahai khalifah Allah di bumi!" Maka beliau pun berkata kepadanya: "Ketika aku dilahirkan keluargaku memberiku nama Umar. Lalu ketika aku beranjak dewasa aku sering dipanggil dengan sebutan Abu Hafs. Kemudian ketika aku diangkat menjadi kepala negara aku diberi gelar Amirul Mukminin. Seandainya engkau memanggilku dengan nama, sebutan atau gelar tersebut aku pasti menjawabnya. Adapun sebutan yang barusan engkau berikan, aku tidaklah pantas menyandangnya. Sebutan itu hanya pantas diberikan kepada Nabi Daud u dan orang yang semisalnya", seraya membacakan firman Allah I,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-large;"&gt;يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: "Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi". (QS. Shad: 26). [19]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada yang lebih mengagumkan lagi! Kisah yang mencerminkan sikap Tawadhu' yang dimilikinya; Kisah Umar bin Abdul Aziz dengan seorang pembantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah  suatu saat Umar bin Abdul Aziz meminta seorang pembantunya untuk mengipasinya. Maka dengan penuh cekatan sang pembantu segera mengambil kipas, lalu menggerak-gerakkannya. Semenit, dua menit waktu berlalu, hingga akhirnya Umar bin Abdul Aziz pun tertidur. Namun, tanpa disadari ternyata si pembantu juga ikut ketiduran. Waktu terus berlalu, tiba-tiba Umar bin Abdul Aziz terbangun. Ia mendapati pembantunya tengah tertidur pulas dengan wajah memerah dan peluh keringat membasahi badan disebabkan panasnya cuaca. Serta merta Umar bin Abdul Aziz pun mengambil kipas, lalu membolak-balikkannya mengipasi si pembantu. Dan sang pembantu itu pun akhirnya terbangun juga, begitu membuka mata ia mendapati sang majikan tengah mengipasinya tanpa rasa sungkan dan canggung. Maka dengan gerak reflek yang dimilikinya ia menaruh tangan di kepala seraya berseru karena malu. Lalu Umar bin Abdul Aziz pun berkata menenangkannya: "Engkau ini manusia sepertiku! Engkau merasakan panas sebagaimana aku juga merasakannya. Aku hanya ingin membuatmu nyaman -dengan kipas ini- sebagaimana engkau membuatku nyaman".[20]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.    Adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sekian karakteristik yang dimiliki Umar bin Abdul Aziz, adil adalah sikap yang paling menonjol. Sikap itulah yang menjadikan nama beliau begitu familiar di telinga generasi setelahnya hingga hari ini. Keadilannya selalu digaungkan oleh para pencari keadilan, entah karena betul-betul ingin menapaktilasi jejaknya ataukah hanya sekedar kamuflase belaka. Yang terpenting adalah nama besarnya telah mendapat tempat di hati para penerus perjuangannya. Dan nama itu terukir indah dengan tinta emas di deretan para pemimpin yang adil, para pemimpin yang terbimbimg oleh kesucian wahyu; Al Qur'an dan Sunnah, para pemimpin yang dijuluki al-Khulafa' ar-Rasyidun. Dan sejarah Islamlah pengukirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ajurri menceritakan sikap adil yang dimilikinya, beliau berujar: "Seorang laki-laki Dzimmi [21]dari penduduk Himsh[22] pernah mendatangi Umar bin Abdul Aziz seraya mengadu: "Hai Amirul Mukminin! Aku ingin diberi keputusan dengan hukum Allah". "Apa yang engkau maksud?", sergah Umar bin Abdul Aziz. "Abbas bin Walid bin Abdul Malik telah merampas tanahku", lanjutnya -saat itu Abbas sedang duduk di samping Umar bin Abdul Aziz-. Maka Umar bin Abdul Aziz pun menanyakan hal itu kepada Abbas, "Apa komentarmu?". "Aku terpaksa melakukan itu karena mendapat perintah langsung dari ayahku; Walid bin Abdul Malik", sahut Abbas membela diri. Lalu Umar pun balik bertanya kepada si Dzimmi, "Apa komentarmu?". "Wahai Amirul Mukminin! Aku ingin diberi keputusan dengan hukum Allah", ulang si Dzimmi. Serta merta Umar bin Abdul Aziz pun berkata: “Hukum Allah lebih berhak untuk ditegakkan dari pada hukum Walid bin Abdul Malik”, seraya memerintahkan Abbas untuk mengembalikan tanah yang telah dirampasnya.[23]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://www.serambimadinah.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=82:umar-bin-abdul-aziz-sang-teladan&amp;amp;catid=39:sejarah-islam&amp;amp;Itemid=64"&gt;dari sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;catatan kaki bisa dilihat dari sumbernya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-7846764790059144571?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/7846764790059144571/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=7846764790059144571&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/7846764790059144571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/7846764790059144571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2010/03/umar-bin-abdul-aziz.html' title='Umar bin Abdul Aziz'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-597337990654021859</id><published>2010-02-07T13:34:00.001+07:00</published><updated>2010-02-07T13:34:00.539+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hadits wanita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ukhti'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='haid'/><title type='text'>Saat Haid, Boleh Masuk dan Duduk di Masjid?</title><content type='html'>Sebagian ulama melarang seorang wanita masuk dan duduk di dalam masjid dengan dalil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;لاَأُحِلُّ الْمَسْجِدُ ِلحَائِضٍُ وَلا َجُنُبٍ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tidak menghalalkan masjid untuk wanita yang haidh dan orang yang junub.” (Diriwayatkan oleh Abu Daud no.232, al Baihaqi II/442-443, dan lain-lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akan tetapi hadits di atas merupakan hadits dho’if (lemah) meski memiliki beberapa syawahid (penguat) namun sanad-sanadnya lemah sehingga tidak bisa menguatkannya dan tidak dapat dijadikan hujjah. Syaikh Albani -rahimahullaah- telah menjelaskan hal tersebut dalam ‘Dho’if Sunan Abi Daud’ no. 32 serta membantah ulama yang menshahihkan hadits tersebut seperti Ibnu Khuzaimah, Ibnu al Qohthon, dan Asy Syaukani. Beliau juga menyebutkan ke-dho’if-an hadits ini dalam Irwa’ul Gholil’ I/201-212 no. 193.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini sebagian dalil yang digunakan oleh ulama yang membolehkan seorang wanita haid duduk di masjid (Jami’ Ahkamin Nisa’ I/191-192):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya seorang wanita hitam yang tinggal di dalam masjid pada zaman Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. Namun tidak ada dalil yang menyatakan bahwa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam memerintahkannya untuk meninggalkan masjid ketika ia mengalami haidh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam kepada ‘Aisyah radhiyallahu’anha, “Lakukanlah apa yang bisa dilakukan oleh orang yang berhaji selain thowaf di Baitullah.” Larangan thowaf ini dikarenakan thowaf di Baitullah termasuk sholat, maka wanita itu hanya dilarang untuk thowaf dan tidak dilarang masuk ke dalam masjid. Apabila orang yang berhaji diperbolehkan masuk masjid, maka hal tersebut juga diperbolehkan bagi seorang wanita yang haidh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesimpulan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang sedang haid diperbolehkan masuk dan duduk di dalam masjid karena tidak ada dalil yang jelas dan shohih yang melarang hal tersebut. Namun, hendaknya wanita tersebut menjaga diri dengan baik sehingga darahnya tidak mengotori masjid.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;dari muslimah.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-597337990654021859?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/597337990654021859/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=597337990654021859&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/597337990654021859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/597337990654021859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2010/02/saat-haid-boleh-masuk-dan-duduk-di.html' title='Saat Haid, Boleh Masuk dan Duduk di Masjid?'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-3345395748286368647</id><published>2010-02-05T13:09:00.001+07:00</published><updated>2010-02-05T13:09:00.513+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hadits wanita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ukhti'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='haid'/><title type='text'>Saat Haid, Bolehkah Menyentuh Mushhaf Al Qur'an?</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bolehkah seorang wanita yang sedang haid menyentuh mushhaf Al Qur’an ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah terjadi perselisihan pendapat di kalangan ulama. Ulama yang melarang hal tersebut berdalil dengan ayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;لاَّ يَمَسَّةُ إِلاَّ الْمُطَهَّرُونَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.” (QS. Al Waqi’ah: 79)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يَمُس&lt;/span&gt;ُّ maksudnya adalah menyentuh mushhaf al Qur’an. &lt;span style="font-size: large;"&gt;المُطَهَّرُون&lt;/span&gt;َ maksudnya adalah orang-orang yang bersuci. Oleh karena itu tidak boleh menyentuh mushaf al Qur’an kecuali bagi orang-orang yang telah bersuci dari hadats besar atau kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga berdalil dengan hadits Abu Bakar bin Muhammad bin ‘Amr bin Hazm dari bapaknya dari kakeknya bahwasanya Nabi shallallahu’alaihi wa sallam menulis surat kepada penduduk Yaman dan di dalamnya terdapat perkataan:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;لاَّ يَمَسُّ الْقُرْاَنَ إِلاَّ طَا هِرٌ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak boleh menyentuh Al Qur’an kecuali orang yang suci.” (Hadits Al Atsram dari Daruqutni)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanad hadits ini dho’if namun memiliki sanad-sanad lain yang menguatkannya sehingga menjadi shahih li ghairihi (Irwa’ul Ghalil I/158-161, no. 122)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama yang membolehkan wanita haid menyentuh mushhaf Al Qur’an memberikan penjelasan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;إِنَّهُ لَقُرْءَانٌ كَرِيْمٌ فِي كِتَابٍ مَّكْنُو نٍ لاَّ يَمَسَّهُ إِلاَّ الْمُطَهَّرُونَ تَتِريلٌ مِّن رَّبِّ الْعَا لَمِينَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Al qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia pada kitab yang terpelihara. Tidak menyentuhya kecuali (hamba-hamba) yang disucikan. Diturunkan oleh Robbul ‘Alamin.” (QS. Al Waqi’ah: 77-80)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kata ganti ﻪ (-nya pada “Tidak menyentuhnya”) kembali kepada &lt;span style="font-size: large;"&gt;ﻛﺘﺎﺏ ﻣﻜﻨﻮﻥ&lt;/span&gt; (Kitab yang terpelihara). Ibnu ‘Abbas, Jabir bin Zaid, dan Abu Nuhaik berkata, “(yaitu) kitab yang ada di langit”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adh Dhahhak berkata, “Mereka (orang-orang kafir) menyangka bahwa setan-setanlah yang menurunkan Al Qur’an kepada Muhammad shallallaahu’alaihi wa sallam, maka Allah memberitakan kepada mereka bahwa setan-setan tidak kuasa dan tidak mampu melakukannya.” (Tafsir Ath Thobari XI/659).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai &lt;span style="font-size: large;"&gt;ﺍﻟﻤُﻄَﻬَّﺮُﻭﻥَ&lt;/span&gt; menurut pendapat beberapa ulama, di antaranya:&lt;br /&gt;Ibnu ‘Abbas berkata, “Adalah para malaikat. Demikian pula pendapat Anas, Mujahid, ‘Ikrimah, Sa’id bin Jubair, Adh Dhahhak, Abu Sya’tsa’ , Jabir bin Zaid, Abu Nuhaik, As Suddi, ‘Abdurrohman bin Zaid bin Aslam, dan selain mereka.” [Tafsir Ibnu Katsir (Terj.)]&lt;br /&gt;Ibnu Zaid berkata, “yaitu para malaikat dan para Nabi. Para utusan (malaikat) yang menurunkan dari sisi Allah disucikan; para nabi disucikan; dan para rasul yang membawanya juga disucikan.” (Tafsir Ath Thobari XI/659)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Asy Syaukani berkata dalam Nailul Author, Kitab Thoharoh, Bab Wajibnya Berwudhu Ketika Hendak Melaksanakan Sholat, Thowaf, dan Menyentuh Mushhaf: “Hamba-hamba yang disucikan adalah hamba yang tidak najis, sedangkan seorang mu’min selamanya bukan orang yang najis berdasarkan hadits:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;الْمُؤْمِنُ لاَ يَنْجُسُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang mu’min itu tidaklah najis.” (Muttafaqun ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tidak sah membawakan arti (hamba) yang disucikan bagi orang yang tidak junub, haid, orang yang berhadats, atau membawa barang najis. Akan tetapi, wajib untuk membawanya kepada arti: Orang yang tidak musyrik sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis.” (QS. At Taubah: 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu lafadz yang digunakan dalam ayat tersebut adalah dalam bentuk isim maf’ul-nya (orang-orang yang disucikan), bukan dalam bentuk isim fa’il (orang-orang yang bersuci). Tentu hal tersebut mengandung makna yang sangat berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai hadits “Tidak boleh menyentuh Al Qur’an kecuali orang yang suci”, Syaikh Nashiruddin Al Albani rahimahullah berkata, “Yang paling dekat -Wallahu a’lam- maksud “orang yang suci” dalam hadits ini adalah orang mu’min baik dalam keadaan berhadats besar, kecil, wanita haid, atau yang di atas badannya terdapat benda najis karena sabda beliau shallallahu’alaihi wa sallam: “Orang mu’min tidakah najis” dan hadits di atas disepakati keshahihannya. Yang dimaksudkan dalam hadits ini (yaitu hadits Tidak boleh menyentuh Al Qur’an kecuali orang yang suci) bahwasanya beliau melarang memberikan kuasa kepada orang musyrik untuk menyentuhnya, sebagaimana dalam hadits:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;نَهَى أَنْ يُسَا فَرَ بِا لْقُرْانِ إِلَى أَرْضِ اْلعَدُو&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Beliau melarang perjalanan dengan membawa Al Qur’an menuju tanah musuh.” (Hadits riwayat Bukhori). (Dinukil dari Larangan-larangan Seputar Wanita Haid dari Tamamul Minnah, hal. 107).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, bagi seseorang yang berhadats kecil sedang ia ingin memegang mushaf untuk membacanya maka lebih baik dia berwudhu terlebih dahulu. Mush’ab bin Sa’ad bin Abi Waqash berkata, “Aku sedang memegang mushhaf di hadapan Sa’ad bin Abi Waqash kemudian aku menggaruk-garuk. Maka Sa’ad berkata, ‘Apakah engkau telah menyentuh kemaluanmu?’ Aku jawab, ‘Ya.’ Dia berkata, ‘Berdiri dan berwudhulah!’ Maka aku pun berdiri dan berwudhu kemudian aku kembali.” (Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al Muwaththa’ dengan sanad yang shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ishaq bin Marwazi berkata, “Aku berkata (kepada Imam Ahmad bin Hanbal), ‘Apakah seseorang boleh membaca tanpa berwudhu terlebih dahulu?’ Beliau menjawab, ‘Ya, akan tetapi hendaknya dia tidak membaca pada mushhaf sebelum berwudhu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ishaq bin Rahawaih berkata, “Benar yang beliau katakan, karena terdapat hadits yang dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. Beliau bersabda, ‘Tidak boleh menyentuh Al Qur’an kecuali orang yang suci’ dan demikian pula yang diperbuat oleh para shahabat Nabi shallallahu’alaihi wa sallam.” (Dari Larangan-larangan Seputar Wanita Haid, dari Irwaul Gholil I/161 dari Masa’il Imam Ahmad hal. 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Muhammad bin Hazm dalam Al Muhalla I/77 berkata, “Menyentuh mushhaf dan berdzikir kepada Allah merupakan ibadah yang diperbolehkan untuk dilakukan dan pelakunya diberi pahala. Maka barangsiapa yang melarang dari hal tersebut, maka ia harus mendatangkan dalil.” (Jami’ Ahkamin Nisa’ I/188).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesimpulan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wanita yang sedang haid diperbolehkan menyentuh mushhaf Al Qur’an karena tidak ada dalil yang jelas dan shohih yang melarang hal tersebut. Wallaahu Ta’ala A’lam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;dari muslimah.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-3345395748286368647?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/3345395748286368647/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=3345395748286368647&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/3345395748286368647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/3345395748286368647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2010/02/saat-haid-bolehkah-menyentuh-mushhaf-al.html' title='Saat Haid, Bolehkah Menyentuh Mushhaf Al Qur&apos;an?'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-1717115702692041405</id><published>2010-02-03T13:03:00.004+07:00</published><updated>2010-02-03T13:03:00.663+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hadits wanita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ukhti'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='haid'/><title type='text'>Saat Haid, Bolehkan Membaca Al Qur'an?</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bolehkah seorang wanita yang sedang haid membaca Al Qur’an (dengan hafalannya) ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama berpendapat bahwa wanita yang haid dilarang untuk membaca Al Qur’an (dengan hafalannya) dengan dalil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;لاَ تَقرَأِ الْحَا ءضُ َوَلاََ الْجُنُبُ شَيْئًا مِنَ الْقُرْانِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Orang junub dan wanita haid tidak boleh membaca sedikitpun dari Al Qur’an.” (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi I/236; Al Baihaqi I/89 dari Isma’il bin ‘Ayyasi dari Musa bin ‘Uqbah dari Nafi’ dari Ibnu ‘Umar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Baihaqi berkata, “Pada hadits ini perlu diperiksa lagi. Muhammad bin Ismail al Bukhari menurut keterangan yang sampai kepadaku berkata, ‘Sesungguhnya yang meriwayatkan hadits ini adalah Isma’il bin Ayyasi dari Musa bin ‘Uqbah dan aku tidak tahu hadits lain yang diriwayatkan, sedangkan Isma’il adalah munkar haditsnya (apabila) gurunya berasal dari Hijaz dan ‘Iraq’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al ‘Uqaili berkata, “Abdullah bin Ahmad berkata, ‘Ayahku (Imam Ahmad) berkata, ‘Ini hadits bathil. Aku mengingkari hadits ini karena adanya Ismail bin ‘Ayyasi’ yaitu kesalahannya disebabkan oleh Isma’il bin ‘Ayyasi’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Al Albani berkata, “Hadits ini diriwayatkan dari penduduk Hijaz maka hadits ini dhoif.” (Diringkas dari Larangan-larangan Seputar Wanita Haid dari Irwa’ul Gholil I/206-210)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan dari komentar para imam ahli hadits mengenai hadits di atas adalah sanad hadits tersebut lemah sehingga tidak dapat digunakan sebagai dalil untuk melarang wanita haid membaca Al Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu’anha beliau berkata, “Aku datang ke Mekkah sedangkan aku sedang haidh. Aku tidak melakukan thowaf di Baitullah dan (sa’i) antara Shofa dan Marwah. Saya laporkan keadaanku itu kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, maka beliau bersabda, ‘Lakukanlah apa yang biasa dilakukan oleh haji selain thowaf di Baitullah hingga engkau suci’.” (Hadits riwayat Imam Bukhori no. 1650)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang melakukan haji diperbolehkan untuk berdzikir dan membaca Al Qur’an. Maka, kedua hal tersebut juga diperbolehkan bagi seorang wanita yang haid karena yang terlarang dilakukan oleh wanita tersebut -berdasar hadits di atas- hanyalah thowaf di Baitullah. (Jami’ Ahkamin Nisa’ I/183)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesimpulan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang sedang haid diperbolehkan untuk berdzikir dan membaca Al Qur’an karena tidak ada dalil yang jelas dan shohih dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang melarang hal tersebut. Wallahu Ta’ala a’lam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;dari muslimah.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-1717115702692041405?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/1717115702692041405/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=1717115702692041405&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/1717115702692041405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/1717115702692041405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2010/02/saat-haid-bolehkan-membaca-al-quran.html' title='Saat Haid, Bolehkan Membaca Al Qur&apos;an?'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-3190728801713017572</id><published>2010-02-01T12:47:00.001+07:00</published><updated>2010-02-01T12:47:00.334+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hadits wanita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ukhti'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='haid'/><title type='text'>Darah Haid yang Terputus dan Istihadhah</title><content type='html'>Selama masa haid, terkadang darah keluar secara terputus-putus, yakni sehari keluar dan sehari tidak keluar. Dalam hal ini terdapat dua kondisi:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jika kondisi ini selalu terjadi pada seorang wanita setiap waktu, maka darah itu adalah darah istihadhah (darah karena penyakit), dan berlaku baginya hukum istihadhah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jika kondisi ini selalu terjadi pada seorang wanita tetapi kadangkala saja datang dan dia mempunyai saat suci yang tepat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka para ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Adapun penjelasan yang benar dalam masalah ini adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni,&lt;br /&gt;“Jika berhentinya darah kurang dari sehari maka seyogyanya tidak dianggap sebagai keadaan suci. Berdasarkan riwayat yang kami sebutkan berkaitan dengan nifas, bahwa berhentinya darah yang kurang dari sehari tidak perlu diperhatikan dan inilah pendapat yang shahih, insyaa Allah. Alasannya adalah bahwa dalam keadaan keluarnya darah yang terputus-putus (sekali keluar dan sekali tidak) bila diwajibkan bagi wanita pada setiap saat terhenti keluarnya darah untuk mandi, tentu hal ini akan menyulitkan, padahal Allah berfirman, yang artinya: “Dan Dia (Allah) sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” (Qs. Al-Hajj:78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar ini, berhentinya darah yang kurang dari sehari bukan merupakan keadaan suci kecuali jika si wanita mendapatkan bukti yang menunjukkan bahwa dia suci. Misalnya, berhentinya darah tersebut terjadi pada akhir masa kebiasaan atau melihat lendir putih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sehari” yang dimaksud pada penjelasan diatas adalah dua belas jam. Adapun contoh kasus dalam masalah ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita biasanya haid selama enam hingga tujuh hari setiap bulan. Pada hari ke-5 biasanya darah hanya akan keluar sedikit seperti noktah seukuran uang logam (berbekas pada pakaian dalamnya). Pada malam hari (saat aktivitas sedikit) darah tidak keluar. Pada hari ke-6 darah akan tetap keluar namun sangat sedikit. Dalam kasus ini, wanita tersebut belum dianggap suci pada malam di hari ke-5 karena menurut kebiasaan haidnya, pada hari-hari akhir haid darah hanya akan keluar pada pagi hingga sore hari (yaitu di saat dia banyak melakukan aktivitas). Kemudian pada pagi di hari ke-7 dia melakukan banyak aktivitas tetapi darah haid tidak lagi keluar sama sekali dan telah keluar pula lendir putih yang biasanya memang muncul jika masa haidnya telah selesai. Pada hari ke-7 itulah, wanita tersebut telah suci dari haid.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;dari muslimah.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-3190728801713017572?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/3190728801713017572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=3190728801713017572&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/3190728801713017572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/3190728801713017572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2010/02/darah-haid-yang-terputus-dan-istihadhah.html' title='Darah Haid yang Terputus dan Istihadhah'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-6089084446110957782</id><published>2010-01-30T12:04:00.003+07:00</published><updated>2010-02-03T13:49:08.774+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hadits wanita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ukhti'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='haid'/><title type='text'>Seputar Haid</title><content type='html'>&lt;b&gt;Hukum-Hukum Haid&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang wanita sedang dalam keadaan haid, ada hal-hal yang terlarang untuk dilakukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Shalat, baik shalat fardhu maupun shalat sunnah. Wanita haid tidak disyariatkan untuk mengganti shalat fardhu yang tidak dikerjakannya selama masa haid.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Puasa, baik puasa fardhu maupun puasa sunnah. Akan tetapi, puasa fardhu (misalnya puasa Ramadhan) wajib diganti (qadha’) di hari lain di luar masa haidnya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Thawaf.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jima’. Suami tidak boleh melakukan jima’ (senggama) dengan istrinya yang sedang haid. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang artinya,“Hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita pada tempat keluarnya darah (farji), dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci.” (Qs. Al-Baqarah:222)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan hal-hal yang tetap boleh dilakukan oleh wanita yang sedang haid adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Berdiam diri di masjid.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam masalah ini terdapat perbedaan yang luas dikalangan ulama (-ed.). tetapi, pendapat yang lebih kuat menurut kami, wanita yang sedang haid tetap boleh berdiam diri di masjid karena suatu kebutuhan (misalnya, mengikuti kajian yang dilangsungkan di masjid). Hal ini didasarkan pada kisah seorang wanita di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bertugas mengurus masjid. Dia membangun tenda di dalam masjid dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengingkari hal tersebut.&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Membaca Al-Qur’an dan menyentuh mushaf&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagian wanita menghentikan sama sekali rutinitasnya membaca Al-Qur’an, padahal tidak ada larangan sama sekali membaca Al-Qur’an bagi wanita haidh. Masalah yang diperselisihkan adalah boleh tidaknya menyentuh mushaf Al-Qur’an (-ed.). Sebagian ulama’ berpendapat bahwa wanita haid tidak boleh menyentuh mushaf Al-Qur’an. Mereka berdalil dengan ayat Al-Qur’an yang artinya,“Dan dia (Al-Qur’an) tidaklah disentuh kecuali oleh al-muthohharuun (orang-orang yang suci).” (Qs. Al-Waaqi’ah: 79)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hal tersebut tidaklah benar, sebagaimana penjelasan Syaikh Al-Albani bahwa yang dimaksud al-muthohharuun pada ayat tersebut adalah para malaikat. Pendapat lain yang menyatakan bolehnya wanita haid menyentuh mushaf Al-Qur’an, yaitu pendapat Ibnu Hazm.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meski demikian, sebaiknya jika mau menyentuh mushaf, memilih mushaf yang memuat terjemahnya dalam rangka keluar dari khilaf ulama, karena menurut ulama yang melarang menyentuh mushaf ketika haid, mushaf yang dimaksudkan adalah mushaf asli. Adapun mushaf yang saat ini banyak digunakan oleh kaum muslimin, seperti mushaf yang memuat ayat-ayat Al-Qur’an beserta terjemahannya atau yang memuat ayat-ayat Al-Qur’an beserta keterangan tambahan mengenai kaidah tajwid, bukanlah mushaf yang terlarang untuk disentuh oleh wanita haid.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;dari muslimah.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-6089084446110957782?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/6089084446110957782/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=6089084446110957782&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/6089084446110957782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/6089084446110957782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2010/01/seputar-haid.html' title='Seputar Haid'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-8950158901889280315</id><published>2010-01-02T15:37:00.001+07:00</published><updated>2010-01-02T15:40:19.151+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sunnah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cari pahala'/><title type='text'>Dibalik Amalan  Yang Sedikit Namun Kontinu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pada kesempatan kali ini, kami akan mengangkat pembahasan yang cukup menarik yaitu bagaimana seharusnya kita beramal. Apakah amalan kita haruslah banyak? Ataukah lebih baik amalan kita itu rutin walaupun sedikit? Itulah yang akan kami ketengahkan ke hadapan pembaca pada tulisan yang sederhana ini. Hanya Allah yang senantiasa memberi segala kemudahan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Rajin Ibadah Janganlah Sesaat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wahai saudaraku … Perlu diketahui bahwa ibadah tidak semestinya dilakukan hanya sesaat di suatu waktu. Seperti ini bukanlah perilaku yang baik. Para ulama pun sampai mengeluarkan kata-kata pedas terhadap orang yang rajin shalat –misalnya- hanya pada bulan Ramadhan saja. Sedangkan pada bulan-bulan lainnya amalan tersebut ditinggalkan. Para ulama kadang mengatakan,  “Sejelek-jelek orang adalah yang hanya rajin ibadah di bulan Ramadhan saja. Sesungguhnya orang yang sholih adalah orang yang rajin ibadah dan rajin shalat malam sepanjang tahun”. Ibadah bukan hanya dilakukan pada bulan Ramadhan, Rajab atau Sya’ban saja. Sebaik-baik ibadah adalah yang dilakukan sepanjang tahun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Asy Syibliy pernah ditanya, ”Bulan manakah yang lebih utama, Rajab ataukah Sya’ban?” Beliau pun menjawab, ”Jadilah Rabbaniyyin dan janganlah menjadi Sya’baniyyin.” Maksudnya adalah jadilah hamba Rabbaniy yang rajin ibadah di setiap bulan, sepanjang tahun dan jangan hanya beribadah pada bulan Sya’ban saja. Kami kami juga dapat mengatakan, ”Jadilah Rabbaniyyin dan janganlah menjadi Romadhoniyyin.” Maksudnya, beribadahlah secara kontinu (ajeg) sepanjang tahun dan jangan hanya beribadah pada bulan Ramadhan saja.[1]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Begitu pula amalan suri tauladan kita –Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam- adalah amalan yang rutin dan bukan musiman pada waktu atau bulan tertentu. Itulah yang beliau contohkan kepada kita. ’Alqomah pernah bertanya pada Ummul Mukminin ’Aisyah mengenai amalan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, ”Apakah beliau mengkhususkan hari-hari tertentu untuk beramal?” ’Aisyah menjawab,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;لاَ. كَانَ عَمَلُهُ دِيمَةً&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;”Beliau tidak mengkhususkan waktu tertentu untuk beramal. Amalan beliau adalah amalan yang kontinu (ajeg).”[2]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Tanda Diterimanya Suatu Amalan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saudaraku ... Perlulah engkau ketahui bahwa tanda diterimanya suatu amalan adalah apabila amalan tersebut membuahkan amalan ketaatan berikutnya. Di antara bentuknya adalah apabila amalan tersebut dilakukan secara kontinu (rutin). Sebaliknya tanda tertolaknya suatu amalan (alias tidak diterima), apabila amalan tersebut malah membuahkan kejelekan setelah itu. Cobalah kita simak ungkapan para ulama yang mendalam ilmunya mengenai hal ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagian ulama salaf mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا، وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.”[3]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ibnu Rajab menjelaskan hal di atas dengan membawakan perkataan salaf lainnya, ”Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan, namun malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.”[4]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Pentingnya Beramal Kontinu (Rutin), Walaupun Sedikit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di antara keunggulan suatu amalan dari amalan lainnya adalah amalan yang rutin (kontinu) dilakukan. Amalan yang kontinu –walaupun sedikit- itu akan mengungguli amalan yang tidak rutin –meskipun jumlahnya banyak-. Amalan inilah yang lebih dicintai oleh Allah Ta’ala. Di antara dasar dari hal ini adalah dalil-dalil berikut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari ’Aisyah –radhiyallahu ’anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” ’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya. [5]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari ’Aisyah, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah. Rasul shallallahu ’alaihi wa sallam menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;”Amalan yang rutin (kontinu), walaupun sedikit.”&lt;/b&gt;[6]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;’Alqomah pernah bertanya pada Ummul Mukminin ’Aisyah, ”Wahai Ummul Mukminin, bagaimanakah Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam beramal? Apakah beliau mengkhususkan hari-hari tertentu untuk beramal?” ’Aisyah menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;لاَ. كَانَ عَمَلُهُ دِيمَةً وَأَيُّكُمْ يَسْتَطِيعُ مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَسْتَطِيعُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;”Tidak. Amalan beliau adalah amalan yang kontinu (rutin dilakukan). Siapa saja di antara kalian pasti mampu melakukan yang beliau shallallahu ’alaihi wa sallam lakukan.”[7]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di antaranya lagi Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam contohkan dalam amalan shalat malam. Pada amalan yang satu ini, beliau menganjurkan agar mencoba untuk merutinkannya. Dari ’Aisyah, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;يَا أَيُّهَا النَّاسُ عَلَيْكُمْ مِنَ الأَعْمَالِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا وَإِنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَا دُووِمَ عَلَيْهِ وَإِنْ قَلَّ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;”Wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (ajeg) walaupun sedikit.”[8]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Keterangan Ulama Mengenai Amalan yang Kontinu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengenai hadits-hadits yang kami kemukakan di atas telah dijelaskan maksudnya oleh ahli ilmu sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, ”Yang dimaksud dengan hadits tersebut adalah agar kita bisa pertengahan dalam melakukan amalan dan berusaha melakukan suatu amalan sesuai dengan kemampuan. Karena amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang rutin dilakukan walaupun itu sedikit.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beliau pun menjelaskan, ”Amalan yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam adalah amalan yang terus menerus dilakukan (kontinu). Beliau pun melarang memutuskan amalan dan meninggalkannya begitu saja. Sebagaimana beliau pernah melarang melakukan hal ini pada sahabat ’Abdullah bin ’Umar.”[9] Yaitu Ibnu ’Umar dicela karena meninggalkan amalan shalat malam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padaku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;يَا عَبْدَ اللَّهِ ، لاَ تَكُنْ مِثْلَ فُلاَنٍ ، كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Wahai ‘Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan. Dulu dia biasa mengerjakan shalat malam, namun sekarang dia tidak mengerjakannya lagi.” [10]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Para salaf pun mencontohkan dalam beramal agar bisa dikontinukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qosim bin Muhammad mengatakan bahwa ’Aisyah ketika melakukan suatu amalan, beliau selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya. [11]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Al Hasan Al Bashri  mengatakan, ”Wahai kaum muslimin, rutinlah dalam beramal, rutinlah dalam beramal. Ingatlah! Allah tidaklah menjadikan akhir dari seseorang beramal selain kematiannya.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beliau rahimahullah juga mengatakan, ”Jika syaithon melihatmu kontinu dalam melakukan amalan ketaatan, dia pun akan menjauhimu. Namun jika syaithon melihatmu beramal kemudian engkau meninggalkannya setelah itu, malah melakukannya sesekali saja, maka syaithon pun akan semakin tamak untuk menggodamu.”[12]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka dari penjelasan ini menunjukkan dianjurkannya merutinkan amalan yang biasa dilakukan, jangan  sampai ditinggalkan begitu saja dan menunjukkan pula dilarangnya memutuskan suatu amalan meskipun itu amalan yang hukumnya sunnah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Hikmah Mengapa Mesti Merutinkan Amalan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertama, melakukan amalan yang sedikit namun kontinu akan membuat amalan tersebut langgeng, artinya akan terus tetap ada.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;An Nawawi rahimahullah mengatakan, ”Ketahuilah bahwa amalan yang sedikit namun rutin dilakukan, itu lebih baik dari amalan yang banyak namun cuma sesekali saja dilakukan. Ingatlah bahwa amalan sedikit yang rutin dilakukan akan melanggengkan amalan ketaatan, dzikir, pendekatan diri pada Allah, niat dan keikhlasan dalam beramal, juga akan membuat amalan tersebut diterima oleh Sang Kholiq Subhanahu wa Ta’ala. Amalan sedikit yang rutin dilakukan akan memberikan ganjaran yang besar dan berlipat dibandingkan dengan amalan yang sedikit namun sesekali saja dilakukan.”[13]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kedua, amalan yang kontinu akan terus mendapat pahala. Berbeda dengan amalan yang dilakukan sesekali saja –meskipun jumlahnya banyak-, maka ganjarannya akan terhenti pada waktu dia beramal. Bayangkan jika amalan tersebut dilakukan terus menerus, maka pahalanya akan terus ada walaupun amalan yang dilakukan sedikit.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, ”Sesungguhnya seorang hamba hanyalah akan diberi balasan sesuai amalan yang ia lakukan. Barangsiapa meninggalkan suatu amalan -bukan karena udzur syar’i seperti sakit, bersafar, atau dalam keadaan lemah di usia senja-, maka akan terputus darinya pahala dan ganjaran jika ia meninggalkan amalan tersebut.”[14] Namun perlu diketahui bahwa apabila seseorang meninggalkan amalan sholih yang biasa dia rutinkan karena alasan sakit, sudah tidak mampu lagi melakukannya, dalam keadaan bersafar atau udzur syar’i lainnya, maka dia akan tetap memperoleh ganjarannya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Jika seseorang sakit atau melakukan safar, maka dia akan dicatat melakukan amalan sebagaimana amalan rutin yang dia lakukan ketika mukim (tidak bepergian) dan dalam keadaan sehat.”[15]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketiga, amalan yang sedikit tetapi kontinu akan mencegah masuknya virus ”futur” (jenuh untuk beramal). Jika seseorang beramal sesekali namun banyak, kadang akan muncul rasa malas dan jenuh. Sebaliknya jika seseorang beramal sedikit namun ajeg (terus menerus), maka rasa malas pun akan hilang dan rasa semangat untuk beramal akan selalu ada. Itulah mengapa kita dianjurkan untuk beramal yang penting kontinu walaupun jumlahnya sedikit. Kadang kita memang mengalami masa semangat dan kadang pula futur (malas) beramal. Sehingga agar amalan kita terus menerus ada pada masa-masa tersebut, maka dianjurkanlah kita beramal yang rutin walaupun itu sedikit.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;وَلِكُلِّ عَمِلٍ شِرَّةٌ ، وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةٌ ، فَمَنْ يَكُنْ فَتْرَتُهُ إِلَى السُّنَّةِ ، فَقَدِ اهْتَدَى ، وَمَنْ يَكُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ ، فَقَدْ ضَلَّ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;”Setiap amal itu pasti ada masa semangatnya. Dan setiap masa semangat itu pasti ada masa futur (malasnya). Barangsiapa yang kemalasannya masih dalam sunnah (petunjuk) Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, maka dia berada dalam petunjuk. Namun barangsiapa yang tidak keluar dari sunnah tersebut, sungguh dia telah menyimpang.”[16]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apabila seorang hamba berhenti dari amalan rutinnya, malaikat pun akan berhenti membangunkan baginya bangunan di surga disebabkan amalan yang cuma sesaat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Al Hasan Al Bashri mengatakan, ”Sesungguhnya bangunan di surga dibangun oleh para Malaikat disebabkan amalan dzikir yang terus dilakukan. Apabila seorang hamba mengalami rasa jenuh untuk berdzikir, maka malaikat pun akan berhenti dari pekerjaannya tadi. Lantas malaikat pun mengatakan, ”Apa yang terjadi padamu, wahai fulan?” Sebab malaikat bisa menghentikan pekerjaan mereka karena orang yang berdzikir tadi mengalami kefuturan (kemalasan) dalam beramal.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oleh karena itu, ingatlah perkataan Ibnu Rajab Al Hambali, ”Sesungguhnya Allah lebih mencintai amalan yang dilakukan secara kontinu (terus menerus). Allah akan memberi ganjaran pada amalan yang dilakukan secara kontinu berbeda halnya dengan orang yang melakukan amalan sesekali saja.”[17]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Apakah Kontinuitas Perlu Ada dalam Setiap Amalan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Syaikh Ibrahim Ar Ruhailiy hafizhohullah mengatakan, ”Tidak semua amalan mesti dilakukan secara rutin, perlu kiranya kita melihat pada ajaran dan petunjuk Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dalam hal ini.”[18]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk mengetahui manakah amalan yang mesti dirutinkan, dapat kita lihat pada tiga jenis amalan berikut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertama, amalan yang bisa dirutinkan ketika mukim (tidak bepergian) dan ketika bersafar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Contohnya adalah puasa pada ayyamul biid (13, 14, 15 H), shalat sunnah qobliyah shubuh (shalat sunnah fajar), shalat malam (tahajud), dan shalat witir. Amalan-amalan seperti ini tidaklah ditinggalkan meskipun dalam keadaan bersafar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu berpuasa pada ayyamul biid (13, 14, 15 H) baik dalam keadaan mukim (tidak bersafar) maupun dalam keadaan bersafar.”[19]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ibnul Qayyim mengatakan, “Termasuk di antara petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bersafar adalah mengqoshor shalat fardhu dan tidak mengerjakan shalat sunnah rawatib qobliyah dan ba’diyah. Yang biasa beliau tetap lakukan adalah mengerjakan shalat sunnah witir dan shalat sunnah qabliyah shubuh. Beliau tidak pernah meninggalkan kedua shalat ini baik ketika bermukim dan ketika bersafar.”[20]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ibnul Qayyim juga mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan qiyamul lail (shalat malam) baik ketika mukim maupun ketika bersafar.”[21]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kedua, amalan yang dirutinkan ketika mukim (tidak bepergian), bukan ketika safar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Contohnya adalah shalat sunnah rawatib selain shalat sunnah qobliyah shubuh sebagaimana dijelaskan oleh Ibnul Qayyim pada perkataan yang telah lewat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketiga, amalan yang kadang dikerjakan pada suatu waktu dan kadang pula ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Contohnya adalah puasa selain hari Senin dan Kamis. Puasa pada selain dua hari tadi boleh dilakukan kadang-kadang, misalnya saja berpuasa pada hari selasa atau rabu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Initinya, tidak semua amalan mesti dilakukan secara rutin, itu semua melihat pada ajaran dan petunjuk Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ajal menjemput, barulah amalan seseorang berakhir. Al Hasan Al Bashri mengatakan, ”Sesungguhnya Allah Ta’ala tidaklah menjadikan ajal (waktu akhir) untuk amalan seorang mukmin selain kematiannya.” Lalu Al Hasan membaca firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;”Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu al yaqin (yakni ajal).” (QS. Al Hijr: 99).[22] Ibnu ’Abbas, Mujahid dan mayoritas ulama mengatakan bahwa ”al yaqin” adalah kematian. Dinamakan demikian karena kematian itu sesuatu yang diyakini pasti terjadi. Az Zujaaj mengatakan bahwa makna ayat ini adalah sembahlah Allah selamanya. Ahli tafsir lainnya mengatakan, makna ayat tersebut adalah perintah untuk beribadah kepada Allah selamanya, sepanjang hidup.[23]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ibadah seharusnya tidak ditinggalkan ketika dalam keadaan lapang karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;تَعَرَّفْ إِلَي اللهِ فِى الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِى الشِّدَّةِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Kenalilah Allah di waktu lapang, niscaya Allah akan mengenalimu ketika susah.” [24]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semoga Allah menganugerahi kita amalan-amalan yang selalu dicintai oleh-Nya. Hanya Allah yang memberi taufik. Segala puji bagi Allah yang dengan segala nikmat-Nya setiap kebaikan menjadi sempurna.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diselesaikan di Pangukan, Sleman, Senin sore, 16 Syawwal 1430 H.&lt;br /&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;Artikel http://rumayhso.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[1] Lihat Latho-if Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali, hal. 396-400, Daar Ibnu Katsir, cetakan kelima, 1420 H [Tahqiq: Yasin Muhammad As Sawaas]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] HR. Bukhari no. 1987 dan Muslim no. 783&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 8/417, Daar Thoyyibah, cetakan kedua, 1420 H [Tafsir Surat Al Lail]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Latho-if Al Ma’arif, hal. 394.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] HR. Muslim no. 783, Kitab shalat para musafir dan qasharnya, Bab Keutamaan amalan shalat malam yang kontinu dan amalan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] HR. Muslim no. 782&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] HR. Muslim no. 783&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8] HR. Muslim no. 782&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9] Fathul Baari lii Ibni Rajab, 1/84, Asy Syamilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10] HR. Bukhari no. 1152&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11] HR. Muslim no. 783, Kitab shalat para musafir dan qasharnya, Bab Keutamaan amalan shalat malam yang kontinu dan amalan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12] Al Mahjah fii Sayrid Duljah, Ibnu Rajab, hal. 71. Dinukil dari Tajriidul Ittiba’ fii Bayaani Asbaabi Tafadhulil A’mal, Ibrahim bin ‘Amir Ar Ruhailiy, hal. 86, Daar Al Imam Ahmad, cetakan pertama, 1428 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[13] Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 3/133, Mawqi’ Al Islam, Asy Syamilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14] Lihat Fathul Baari lii Ibni Rajab, 1/84&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[15] HR. Bukhari no. 2996&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[16] HR. Thobroni dalam Al Mu’jam Al Kabir, periwayatnya shohih. Lihat Majma’ Az Zawa’id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[17] Lihat Fathul Baari lii Ibni Rajab, 1/84&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[18] Tajridul Ittiba’, hal. 89. Untuk pembahasan pada point ini, kami berusaha sarikan dari kitab tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[19] Diriwayatkan oleh An Nasa-i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Lihat Al Hadits Ash Shohihah 580.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[20] Zaadul Ma’ad, 1/456, Muassasah Ar Risalah, cetakan keempat, 1407 H. [Tahqiq: Syu’aib Al Arnauth, ‘Abdul Qadir Al Arnauth]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[21] Zaadul Ma’ad, 1/311&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[22] Latho-if Al Ma’arif, hal. 398.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[23] Lihat Zaadul Masiir, Ibnul Jauzi, 4/79, Mawqi’ At Tafaasir, Asy Syamilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[24] HR. Hakim. Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Al Jami’ Ash Shogir mengatakan bahwa hadits ini shohih&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-8950158901889280315?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/8950158901889280315/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=8950158901889280315&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/8950158901889280315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/8950158901889280315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2010/01/dibalik-amalan-yang-sedikit-namun.html' title='Dibalik Amalan  Yang Sedikit Namun Kontinu'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-3899755087605196546</id><published>2009-12-17T10:11:00.002+07:00</published><updated>2009-12-17T10:59:19.889+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa'/><title type='text'>Doa Akhir Tahun</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://luveducky.blogspot.com/2008/12/luvislam-doa-awal-tahun.html"&gt;doa awal tahun di sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;:: Selamat Tinggal Tahun 1430 Hijriyah ::&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bismillahirrohmanirrohim..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang]&lt;br /&gt;Semoga rahmat dan salam tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabat beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cukuplah Allah menjadi sandaran kami, dan Allah adalah sebaik-baik pelindung, pemberi nikmat dan penolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maha Suci Allah sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhoan dan timbangan Arsy-Nya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari Allah melainkan hanya kepadaNya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maha Suci Allah sebanyak hitungan genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat Allah yang sempurna,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami memohon keselamatan dengan rahmatMu, Ya Allah yang paling Penyayang, dan tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah yang Maha Luhur dan Maha Agung. Dialah Allah yg cukup menjadi sandaran bagi kami, dan Dia adalah sebaik-baik pelindung, pemberi nikmat dan penolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ya Allah, Ya Gaffar aku memohon ampun atas segala dosa-dosaku selama di tahun ini dan terimalah taubatku dan amal ibadahku, wahai Engkau yang Maha Pengampun, Maha Pengasih, Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semoga Shalawat, rahmat dan salam tetap tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabat beliau.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aamiin Ya Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-3899755087605196546?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/3899755087605196546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=3899755087605196546&amp;isPopup=true' title='18 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/3899755087605196546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/3899755087605196546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2008/12/doa-akhir-tahun.html' title='Doa Akhir Tahun'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-175741549852041563</id><published>2009-11-20T08:46:00.003+07:00</published><updated>2009-11-22T01:25:56.864+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cari pahala'/><title type='text'>Dibalik Kesulitan Ada Kemudahan</title><content type='html'>Seringkali kita berputus asa tatkala mendapatkan kesulitan atau cobaan. Padahal Allah telah memberi janji bahwa di balik kesulitan, pasti ada jalan keluar yang begitu dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat Alam Nasyroh, Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. An Nasyr: 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini pun diulang setelah itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. An Nasyr: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai ayat di atas, ada beberapa faedah yang bisa kita ambil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Di balik satu kesulitan, ada dua kemudahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata “al ‘usr (kesulitan)” yang diulang dalam surat Alam Nasyroh hanyalah satu. Al ‘usr dalam ayat pertama sebenarnya sama dengan al ‘usr dalam ayat berikutnya karena keduanya menggunakan isim ma’rifah (seperti kata yang diawali alif lam). Sebagaimana kaedah dalam bahasa Arab, “Jika isim ma’rifah  diulang, maka kata yang kedua sama dengan kata yang pertama, terserah apakah isim ma’rifah tersebut menggunakan alif lam jinsi ataukah alif lam ‘ahdiyah.” Intinya, al ‘usr (kesulitan) pada ayat pertama sama dengan al ‘usr (kesulitan) pada ayat kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kata “yusro (kemudahan)” dalam surat Alam Nasyroh itu ada dua. Yusro (kemudahan) pertama berbeda dengan yusro (kemudahan) kedua karena keduanya menggunakan isim nakiroh (seperti kata yang tidak diawali alif lam). Sebagaimana kaedah dalam bahasa Arab, “Secara umum, jika isim nakiroh itu diulang, maka kata yang kedua berbeda dengan kata yang pertama.” Dengan demikian, kemudahan itu ada dua karena berulang.[1] Ini berarti ada satu kesulitan dan ada dua kemudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, para ulama pun seringkali mengatakan, “Satu kesulitan tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan.” Asal perkataan ini dari hadits yang lemah, namun maknanya benar[2]. Jadi, di balik satu kesulitan ada dua kemudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note: Mungkin sebagian orang yang belum pernah mempelajari bahasa Arab kurang paham dengan istilah di atas. Namun itulah keunggulan orang yang paham bahasa Arab, dalam memahami ayat akan berbeda dengan orang yang tidak memahaminya. Oleh karena itu, setiap muslim hendaklah membekali diri dengan ilmu alat ini. Di antara manfaatnya, seseorang akan memahami Al Qur’an lebih mudah dan pemahamannya pun begitu berbeda dengan orang yang tidak paham bahasa Arab. Semoga Allah memberi kemudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Akhir berbagai kesulitan adalah kemudahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di mengatakan, “Kata al ‘usr (kesulitan) menggunakan alif-lam dan menunjukkan umum (istigroq) yaitu segala macam kesulitan. Hal ini menunjukkan bahwa bagaimana pun sulitnya, akhir dari setiap kesulitan adalah kemudahan.”[3] Dari sini, kita dapat mengambil pelajaran, “Badai pastilah berlalu (after a storm comes a calm), yaitu setelah ada kesulitan pasti ada jalan keluar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Di balik kesulitan, ada kemudahan yang begitu dekat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat  di atas, digunakan kata ma’a, yang asalnya bermakna “bersama”. Artinya, “kemudahan akan selalu menyertai kesulitan”. Oleh karena itu, para ulama seringkali mendeskripsikan, “Seandainya kesulitan itu memasuki lubang binatang dhob (yang berlika-liku dan sempit, pen), kemudahan akan turut serta memasuki lubang itu dan akan mengeluarkan kesulitan tersebut.”[4] Padahal lubang binatang dhob begitu sempit dan sulit untuk dilewati karena berlika-liku (zig-zag). Namun kemudahan akan terus menemani kesulitan, walaupun di medan yang sesulit apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. Ath Tholaq: 7) Ibnul Jauziy, Asy Syaukani dan ahli tafsir lainnya mengatakan, “Setelah kesempitan dan kesulitan, akan ada kemudahan dan kelapangan.”[5] Ibnu Katsir mengatakan, ”Janji Allah itu pasti dan tidak mungkin Dia mengingkarinya.”[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bersama kesulitan, ada kemudahan.”[7] Oleh karena itu, masihkah ada keraguan dengan janji Allah dan Rasul-Nya ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia Mengapa di Balik Kesulitan, Ada Kemudahan yang Begitu Dekat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rajab telah mengisyaratkan hal ini. Beliau berkata, “Jika kesempitan itu semakin terasa sulit dan semakin berat, maka seorang hamba akan menjadi putus asa dan demikianlah keadaan makhluk yang tidak bisa keluar dari kesulitan. Akhirnya, ia pun menggantungkan hatinya pada Allah semata. Inilah hakekat tawakkal pada-Nya. Tawakkal inilah yang menjadi sebab terbesar keluar dari kesempitan yang ada. Karena Allah sendiri telah berjanji akan mencukupi orang yang bertawakkal pada-Nya. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.” (QS. Ath Tholaq: 3).”[8] Inilah rahasia yang sebagian kita mungkin belum mengetahuinya. Jadi intinya, tawakkal lah yang menjadi sebab terbesar seseorang keluar dari kesulitan dan kesempitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan orang yang sabar dalam menghadapi setiap ketentuan-Mu. Jadikanlah kami sebagai hamba-Mu yang selalu bertawakkal dan bergantung pada-Mu. Amin Ya Mujibas Saa-ilin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Begitu nikmat setiap hari dapat menggali faedah dari sebuah ayat. Semoga hati ini tidak lalai dari mengingat-Nya-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: &lt;a href="http://rumaysho.com/"&gt;Muhammad Abduh Tuasikal&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;[1] Dua kaedah bahasa Arab ini disebutkan oleh Asy Syaukani dalam kitab tafsirnya Fathul Qodir, 8/22, Mawqi’ At Tafasir.&lt;br /&gt;[2] Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut adalah dho’if (lemah). Hadits tersebut termasuk hadits mursal dan mursal termasuk hadits dho’if (lemah). Lihat As Silsilah Ash Shohihah no. 4342&lt;br /&gt;[3] Taisir Karimir Rahman, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, hal. 929, Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama, tahun 1423 H&lt;br /&gt;[4] Asal perkataan ini adalah dari hadits yang dho’if (lemah), namun maknanya shahih (benar).&lt;br /&gt;[5] Zaadul Masiir, Ibnul Jauziy, 6/42, Mawqi’ At Tafasir dan Fathul Qodir, Asy Syaukani, 7/247, Mawqi’ At Tafasir.&lt;br /&gt;[6] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 8/154, Dar Thoyibah, cetakan kedua, tahun 1420 H.&lt;br /&gt;[7] HR. Ahmad no. 2804. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih.&lt;br /&gt;[8] Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al Hambali, hal. 238, Darul Muayyad, cetakan pertama, tahun 1424 H.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-175741549852041563?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/175741549852041563/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=175741549852041563&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/175741549852041563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/175741549852041563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/11/dibalik-kesulitan-ada-kemudahan.html' title='Dibalik Kesulitan Ada Kemudahan'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-5816856865298129744</id><published>2009-11-01T00:30:00.000+07:00</published><updated>2009-11-01T00:30:31.889+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sunnah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cari pahala'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa'/><title type='text'>Dzikir Sebelum Tidur</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Terdapat hadits shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa sebelum tidur beliau meniup kedua telapak tangannya sambil membaca surat Al Ikhlash (qul huwallahu ahad), surat Al Falaq (qul a’udzu bi robbil falaq), dan surat An Naas (qul a’udzu bi robbinnaas). Setelah itu beliau mengusap kedua tangan tersebut ke wajahnya dan bagian tubuh yang dapat dijangkau. Inilah yang disyari’atkan setiap malamnya sebelum hendak tidur. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagaimana pula ada tuntunan lain yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan pada ‘Ali bin Abi Tholib dan Fathimah radhiyallahu ‘anhuma yaitu membaca bacaan tasbih (Subhanallah) sebanyak 33 x, bacaan tahmid (Alhamdulillah) sebanyak 33 x, dan bacaan takbir (Allahu Akbar) sebanyak 34 x. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa bacaan dzikir semacam ini lebih baik bagi kalian berdua daripada seorang pelayan. Sebab dianjurkannya dzikir ini di saat ‘Ali dan Fathimah meminta pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seorang pelayan. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Maukah aku tunjukkan pada kalian berdua yang lebih baik daripada pelayan.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bacaan tasbih tadi dan seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Begitu pula semestinya sebelum tidur seorang muslim membaca ayat kursi. Begitu pula hendaknya dia membaca bacaan-bacaan dzikir yang telah dituntunkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semisal bacaan: &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;باسمك ربي وضعت جنبي وبك أرفعه، فإن أمسكتَ نفسي فاغفر لها وارحمها، وإن أرسلتَها فاحفظها بما تحفظ به عبادك الصالحين&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Bismika robbiy wadho’tu jambii wa bika arfa’uhu. Fa in amsakta nafsii faghfir lahaa war hamhaa. Wa in arsaltahaa fahfazh-haa bi maa tahfazh bihi ‘ibaadakash shoolihiin.” [Dengan nama-Mu wahai Rabbku, aku meletakkan lambungku dan karena-Mu aku mengangkat lambung tadi. Jika Engkau menahan jiwaku, maka ampuni dan rahmatilah dia. Jika Engkau melepaskannya, maka tetap jagalah dia sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang sholeh]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Liqo’ Al Bab Al Maftuh, Kaset Pertama, Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Artikel http://rumaysho.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-5816856865298129744?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/5816856865298129744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=5816856865298129744&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/5816856865298129744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/5816856865298129744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/11/dzikir-sebelum-tidur.html' title='Dzikir Sebelum Tidur'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-2127237805876778846</id><published>2009-10-21T06:21:00.000+07:00</published><updated>2009-10-21T06:21:25.219+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ukhti'/><title type='text'>Pakaian Yang Mesti Engkau Pakai, Saudariku</title><content type='html'>Betapa banyak kita lihat saat ini, wanita-wanita berbusana muslimah, namun masih dalam keadaan ketat. Sungguh kadang hati terasa perih. Apa bedanya penampilan mereka yang berkerudung dengan penampilan wanita lain yang tidak berkerudung jika sama-sama ketatnya[?]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pembahasan kita saat ini adalah mengenai pakaian wanita muslimah yang seharusnya mereka pakai. Pembahasan kali ini adalah lanjutan dari pembahasan "Wanita yang Berpakaian Tetapi Telanjang". Semoga bermanfaat. Hanya Allah lah yang dapat memberi taufik dan hidayah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya  ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab [33] : 59)&lt;/i&gt;. Jilbab bukanlah penutup wajah, namun jilbab adalah kain yang dipakai oleh wanita setelah memakai khimar. Sedangkan khimar adalah penutup kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala juga berfirman,&lt;br /&gt;وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur [24] : 31). Berdasarkan tafsiran Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Atho’ bin Abi Robbah, dan Mahkul Ad Dimasqiy bahwa yang boleh ditampakkan adalah wajah dan kedua telapak tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tafsiran yang shohih ini terlihat bahwa wajah bukanlah aurat. Jadi, hukum menutup wajah adalah mustahab (dianjurkan). (Lihat Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Amru Abdul Mun’im, hal. 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syarat Pakaian Wanita yang Harus Diperhatikan&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaian wanita yang benar dan sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya memiliki syarat-syarat. Jadi belum tentu setiap pakaian yang dikatakan sebagai pakaian muslimah atau dijual di toko muslimah dapat kita sebut sebagai pakaian yang syar’i. Semua pakaian tadi harus kita kembalikan pada syarat-syarat pakaian muslimah. &lt;br /&gt;Para ulama telah menyebutkan syarat-syarat ini dan ini semua tidak menunjukkan bahwa pakaian yang memenuhi syarat seperti ini adalah pakaian golongan atau aliran tertentu. Tidak sama sekali. Semua syarat pakaian wanita ini adalah syarat yang berasal dari Al Qur’an dan hadits yang shohih, bukan pemahaman golongan atau aliran tertentu. Kami mohon jangan disalah pahami. &lt;br /&gt;Ulama yang merinci syarat ini dan sangat bagus penjelasannya adalah Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah –ulama pakar hadits abad ini-. Lalu ada ulama yang melengkapi syarat yang beliau sampaikan yaitu Syaikh Amru Abdul Mun’im hafizhohullah. Ingat sekali lagi, syarat yang para ulama sebutkan bukan mereka karang-karang sendiri. Namun semua yang mereka sampaikan berdasarkan Al Qur’an dan hadits yang shohih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syarat pertama:&lt;/b&gt; pakaian wanita harus menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Ingat, selain kedua anggota tubuh ini wajib ditutupi termasuk juga telapak kaki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syarat kedua:&lt;/b&gt; bukan pakaian untuk berhias seperti yang banyak dihiasi dengan gambar bunga apalagi yang warna-warni, atau disertai gambar makhluk bernyawa, apalagi gambarnya lambang partai politik! Yang terkahir ini bahkan bisa menimbulkan perpecahan di antara kaum muslimin. &lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al Ahzab : 33). Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang mestinya ditutup karena hal itu dapat menggoda kaum lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, bahwa maksud perintah untuk mengenakan jilbab adalah perintah untuk menutupi perhiasan wanita. Dengan demikian, tidak masuk akal bila jilbab yang berfungsi untuk menutup perhiasan wanita malah menjadi pakaian untuk berhias sebagaimana yang sering kita temukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syarat ketiga:&lt;/b&gt; pakaian tersebut tidak tipis dan tidak tembus pandang yang dapat menampakkan bentuk lekuk tubuh. Pakaian muslimah juga harus longgar dan tidak ketat sehingga tidak menggambarkan bentuk lekuk tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits shohih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu : Suatu kaum yang memiliki cambuk, seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan ini dan ini.” (HR.Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan, “Makna kasiyatun ‘ariyatun adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis sehingga dapat menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.” (Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, 125-126) &lt;br /&gt;Cermatilah, dari sini kita bisa menilai apakah jilbab gaul yang tipis dan ketat yang banyak dikenakan para mahasiswi maupun ibu-ibu di sekitar kita dan bahkan para artis itu sesuai syari’at atau tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syarat keempat:&lt;/b&gt; tidak diberi wewangian atau parfum. &lt;br /&gt;Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perempuan mana saja yang memakai wewangian, lalu melewati kaum pria agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah wanita pezina.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shohih). Lihatlah ancaman yang keras ini! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syarat kelima:&lt;/b&gt; tidak boleh menyerupai pakaian pria atau pakaian non muslim. &lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata,&lt;br /&gt;لَعَنَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - الْمُخَنَّثِينَ مِنَ الرِّجَالِ ، وَالْمُتَرَجِّلاَتِ مِنَ النِّسَاءِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum pria.” (HR. Bukhari no. 6834)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh meremukkan hati kita, bagaimana kaum wanita masa kini berbondong-bondong merampas sekian banyak jenis pakaian pria. Hampir tidak ada jenis pakaian pria satu pun kecuali wanita bebas-bebas saja memakainya, sehingga terkadang seseorang tak mampu membedakan lagi, mana yang pria dan wanita dikarenakan mengenakan celana panjang. &lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus) &lt;br /&gt;Betapa sedih hati ini melihat kaum hawa sekarang ini begitu antusias menggandrungi mode-mode busana barat baik melalui majalah, televisi, dan foto-foto tata rias para artis dan bintang film. Laa haula walaa quwwata illa billah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syarat keenam:&lt;/b&gt; bukan pakaian untuk mencari ketenaran atau popularitas (baca: pakaian syuhroh). &lt;br /&gt;Dari Abdullah bin ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ فِى الدُّنْيَا أَلْبَسَهُ اللَّهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ أَلْهَبَ فِيهِ نَارًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa mengenakan pakaian syuhroh di dunia, niscaya Allah akan mengenakan pakaian kehinaan padanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaian syuhroh di sini bisa bentuknya adalah pakaian yang paling mewah atau pakaian yang paling kere atau kumuh sehingga terlihat sebagai orang yang zuhud. Kadang pula maksud pakaian syuhroh adalah pakaian yang berbeda dengan pakaian yang biasa dipakai di negeri tersebut dan tidak digunakan di zaman itu. Semua pakaian syuhroh seperti ini terlarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syarat ketujuh:&lt;/b&gt; pakaian tersebut terbebas dari salib. &lt;br /&gt;Dari Diqroh Ummu Abdirrahman bin Udzainah, dia berkata,&lt;br /&gt;كُنَّا نَطُوفُ بِالْبَيْتِ مَعَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ فَرَأَتْ عَلَى امْرَأَةٍ بُرْداً فِيهِ تَصْلِيبٌ فَقَالَتْ أُمُّ الْمُؤْمِنِينَ اطْرَحِيهِ اطْرَحِيهِ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى نَحْوَ هَذَا قَضَبَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dulu kami pernah berthowaf di Ka’bah bersama Ummul Mukminin (Aisyah), lalu beliau melihat wanita yang mengenakan burdah yang terdapat salib. Ummul Mukminin lantas mengatakan, “Lepaskanlah salib tersebut. Lepaskanlah salib tersebut. Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat semacam itu, beliau menghilangkannya.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan) &lt;br /&gt;Ibnu Muflih dalam Al Adabusy Syar’iyyah mengatakan, “Salib di pakaian dan lainnya adalah sesuatu yang terlarang. Ibnu Hamdan memaksudkan bahwa hukumnya haram.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syarat kedelapan:&lt;/b&gt; pakaian tersebut tidak terdapat gambar makhluk bernyawa (manusia dan hewan). &lt;br /&gt;Gambar makhluk juga termasuk perhiasan. Jadi, hal ini sudah termasuk dalam larangan bertabaruj sebagaimana yang disebutkan dalam syarat kedua di atas. Ada pula dalil lain yang mendukung hal ini. &lt;br /&gt;Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki rumahku, lalu di sana ada kain yang tertutup gambar (makhluk bernyawa yang memiliki ruh, pen). Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya, beliau langsung merubah warnanya dan menyobeknya. Setelah itu beliau bersabda,&lt;br /&gt;إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ القِيَامَةِ الذِّيْنَ يُشَبِّهُوْنَ ِبخَلْقِ اللهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya pada hari kiamat adalah yang menyerupakan ciptaan Allah.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan ini adalah lafazhnya. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, An Nasa’i dan Ahmad) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syarat kesembilan:&lt;/b&gt; pakaian tersebut berasal dari bahan yang suci dan halal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syarat kesepuluh:&lt;/b&gt; pakaian tersebut bukan pakaian kesombongan. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syarat kesebelas:&lt;/b&gt; pakaian tersebut bukan pakaian pemborosan . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syarat keduabelas:&lt;/b&gt; bukan pakaian yang mencocoki pakaian ahlu bid’ah. Seperti mengharuskan memakai pakaian hitam ketika mendapat musibah sebagaimana yang dilakukan oleh Syi’ah Rofidhoh pada wanita mereka ketika berada di bulan Muharram. Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa pengharusan seperti ini adalah syi’ar batil yang tidak ada landasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah penjelasan ringkas mengenai syarat-syarat jilbab. Jika pembaca ingin melihat penjelasan selengkapnya, silakan lihat kitab Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani. Kitab ini sudah diterjemahkan dengan judul ‘Jilbab Wanita Muslimah’. Juga bisa dilengkapi lagi dengan kitab Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah yang ditulis oleh Syaikh Amru Abdul Mun’im yang melengkapi pembahasan Syaikh Al Albani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, kami nasehatkan kepada kaum pria untuk memperingatkan istri, anggota keluarga atau saudaranya mengeanai masalah pakaian ini. Sungguh kita selaku kaum pria sering lalai dari hal ini. Semoga ayat ini dapat menjadi nasehatkan bagi kita semua.&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memberi taufik kepada kita semua dalam mematuhi setiap perintah-Nya dan menjauhi setiap larangan-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdullillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Rujukan: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1. Faidul Qodir Syarh Al Jami’ Ash Shogir, Al Munawi, Mawqi’ Ya’sub, Asy Syamilah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2. Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, Maktabah Al Islamiyah-Amman, Asy Syamilah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3. Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Syaikh ‘Amru Abdul Mun’im Salim, Maktabah Al Iman &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4. Kasyful Musykil min Haditsi Ash Shohihain, Ibnul Jauziy, Darun Nasyr/Darul Wathon, Asy Syamilah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;5. Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, An Nawawi, Mawqi’ Al Islam, Asy Syamilah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel http://rumaysho.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-2127237805876778846?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/2127237805876778846/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=2127237805876778846&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/2127237805876778846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/2127237805876778846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/10/pakaian-yang-mesti-engkau-pakai.html' title='Pakaian Yang Mesti Engkau Pakai, Saudariku'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-81218684671215865</id><published>2009-10-15T15:52:00.002+07:00</published><updated>2009-10-15T15:52:31.386+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ukhti'/><title type='text'>Bagaimana Sholat Jamaah Bagi Wanita</title><content type='html'>Alhamdullillahilladzi hamdan katsiron thoyyiban mubaarokan fiih kamaa yuhibbu Robbunaa wa yardho. Allahumma sholli ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa sallam. &lt;br /&gt;Setelah kita mengetahui hukum shalat jama’ah, sekarang kita mengkhususkan pembahasan shalat jama’ah bagi wanita. Semoga Allah memudahkan setiap urusan hamba-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Shalat Jama’ah bagi Wanita Tidaklah Wajib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat jama’ah tidaklah wajib bagi wanita dan ini berdasarkan kesepatakan para ulama kaum muslimin. Akan tetapi shalat jama’ah tetap dibolehkan bagi wanita –secara global- menurut mayoritas para ulama. &lt;br /&gt;Syaikh Sholeh Al Fauzan –hafizhohullah- ketika ditanya apakah wanita wajib mengerjakan shalat secara jama’ah setiap melaksanakan shalat fardhu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau –hafizhohullah- menjawab, “Wanita tidak wajib melaksanakan shalat secara berjama’ah. Shalat jama’ah hanya wajib bagi laki-laki. Adapun para wanita, mereka tidak wajib mengerjakan shalat secara berjama’ah. Akan tetapi boleh atau mungkin dianjurkan bagi mereka melaksanakan shalat secara jama’ah dengan imam di antara mereka (para wanita). Namun sebagaimana yang kami katakan bahwa imam mereka berdiri di antara shaf yang ada (bukan maju ke depan)” (Fatawa Al Mar’ah Al Muslimah, hal. 103, Dar Ibnul Haitsam)&lt;br /&gt;Shalat Jama’ah Wanita Bersama Wanita Lainnya&lt;br /&gt;Ini dibolehkan berdasarkan tiga alasan: &lt;br /&gt;1.       Berdasarkan keumuman hadits yang menceritakan keutamaan shalat jama’ah. Dan asalnya, wanita memiliki hukum yang sama dengan laki-laki sampai ada dalil yang membedakannya. &lt;br /&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, &lt;br /&gt;إنما النساء شقائق الرجال &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wanita adalah bagian dari pria.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Maksudnya adalah shalat jama’ah bersama wanita tetap dibolehkan sebagaimana pria berjama’ah dengan sesama pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Tidak ada larangan mengenai shalat wanita bersama wanita lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       Hal ini juga pernah dilakukan oleh beberapa sahabat wanita seperti Ummu Salamah dan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhuma. (Shahih Fiqih Sunnah, Abu Malik, 509) &lt;br /&gt;Dari Roithoh Al Hanafiyah, dia mengatakan:&lt;br /&gt;أن عائشة أمتهن وقامت بينهن في صلاة مكتوبة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“’Aisyah dulu pernah mengimami para wanita dan beliau berdiri (sejajar) dengan mereka ketika melaksanakan shalat wajib.” (HR. ‘Abdur Rozak, Ad Daruquthniy, Al Hakim dan Al Baihaqi. An Nawawi mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Namun hadits ini dilemahkan/ didho’ifkan oleh Syaikh Al Albani, namun dia memiliki penguat dari hadits Hujairoh binti Husain. Lihat Tamamul Minnah, hal. 154) &lt;br /&gt;Begitu juga hal yang sama dilakukan oleh Ummu Salamah. Dari Hujairoh binti Husain, dia mengatakan:&lt;br /&gt;أمتنا أم سلمة في صلاة العصر قامت بيننا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ummu Salamah pernah mengimami kami (para wanita) ketika shalat Ashar dan beliau berdiri di tengah-tengah kami.” (HR. Abdur Rozak, Ibnu Abi Syaibah, Al Baihaqi. Riwayat ini memiliki penguat dari riwayat lainnya dari jalur Qotadah dari Ummul Hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummul Hasan juga pernah melihat Ummu Salamah –istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengimami para wanita (dan Ummu Salamah berdiri) di shaf mereka. (Atsar ini adalah atsar yang bisa diamalkan sebagaimana kata Syaikh Al Albani dalam Tamamul Minnah, hal. 504) &lt;br /&gt;Ada pula ulama yang menganjurkan shalat jama’ah bagi wanita dengan sesama mereka berdasarkan hadits dalam riwayat Abu Daud dalam Bab “Wanita sebagai imam”,&lt;br /&gt;كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَزُورُهَا فِى بَيْتِهَا وَجَعَلَ لَهَا مُؤَذِّنًا يُؤَذِّنُ لَهَا وَأَمَرَهَا أَنْ تَؤُمَّ أَهْلَ دَارِهَا. قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ فَأَنَا رَأَيْتُ مُؤَذِّنَهَا شَيْخًا كَبِيرًا.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengunjungi Ummu Waroqoh di rumahnya. Dan beliau memerintahkan seseorang untuk adzan. Lalu beliau memerintah Ummu Waroqoh untuk mengimami para wanita di rumah tersebut.” &lt;br /&gt;‘Abdurrahman (bin Khollad) mengatakan bahwa yang mengumandangkan adzan tersebut adalah seorang pria tua.” (HR. Abu Daud. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)&lt;br /&gt;Shalat Jama’ah Wanita Bersama Pria&lt;br /&gt;Hal ini dibolehkan bagi wanita, baik wanita itu sendiri sebagai makmum atau bersama makmum wanita lainnya atau dia berada di belakang jama’ah pria. Hal ini berdasarkan banyak dalil di antaranya adalah hadits dari Anas. &lt;br /&gt;Anas mengatakan, “Aku shalat bersama seorang anak yatim di rumah kami secara jama’ah di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ibuku –yakni Ummu Salamah (nama aslinya adalah Rumaysho)- berada di belakang kami.” (HR. Bukhari dan Muslim) &lt;br /&gt;Begitu juga terdapat hadits dari Ummu Salamah. Dia mengatakan, “Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan salam, ketika itu para wanita pun berdiri. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tetap berada di tempatnya beberapa saat.” (HR. Bukhari) &lt;br /&gt;Tidak Dibolehkan Wanita yang Bukan Mahrom Bermakmum di Belakang Seorang Pria&lt;br /&gt;Kalau seorang wanita bermakmum di belakang suami atau yang masih mahrom dengannya, ini dibolehkan karena tidak ada ikhtilath yaitu campur baur yang terlarang di antara pria dan wanita karena masih mahrom. &lt;br /&gt;Namun jika wanita tersebut bermakmum sendirian di belakang imam yang bukan mahrom tanpa ada jama’ah wanita atau pria lainnya, maka ini terlarang. Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, &lt;br /&gt;أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ&lt;br /&gt;“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi) &lt;br /&gt;Namun boleh jika ada wanita yang lain, sedangkan imamnya sendiri tanpa ada jama’ah pria karena pada saat ini sudah tidak ada fitnah (godaan dari wanita). Akan tetapi, jika masih ada fitnah, tetap hal ini tidak dibolehkan. (Lihat Shahih Fiqih Sunnah, Abu Malik, 510) &lt;br /&gt;Yang Lebih Baik Bagi Wanita Adalah Shalat Di Rumahnya&lt;br /&gt;Wanita tetap diperkenankan mengerjakan shalat berjama’ah di masjid, namun shalat wanita lebih baik adalah di rumahnya. &lt;br /&gt;Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, &lt;br /&gt;لاَ تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمُ الْمَسَاجِدَ وَبُيُوتُهُنَّ خَيْرٌ لَهُنَّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kalian melarang istri-istri kalian untuk ke masjid, namun shalat di rumah mereka (para wanita) tentu lebih baik.” (HR. Abu Daud. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat pembahasan terkait di sini.&lt;br /&gt;3 Syarat yang Harus Dipenuhi Wanita Jika Ingin Melakukan Shalat Jama’ah Di Masjid&lt;br /&gt;Pertama, minta izin kepada suami atau mahrom terlebih dahulu dan hendaklah suami tidak melarangnya. &lt;br /&gt;Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, &lt;br /&gt;إِذَا اسْتَأْذَنَكُمْ نِسَاؤُكُمْ إِلَى الْمَسَاجِدِ فَأْذَنُوا لَهُنَّ&lt;br /&gt;“Jika istri kalian meminta izin pada kalian untuk ke masjid, maka izinkanlah mereka.” (HR. Muslim). An Nawawi membawakan hadits ini dalam Bab “Keluarnya wanita ke masjid, jika tidak menimbulkan fitnah dan selama tidak menggunakan harum-haruman.” &lt;br /&gt;Bahkan tidak boleh seseorang menghalangi wanita atau istrinya ke masjid sebagaimana dapat dilihat dalam kisah berikut. Lihatlah kisah Bilal bin Abdullah bin ‘Umar dengan ayahnya berikut. &lt;br /&gt;Dalam Shohih Muslim no. 442 dari jalan Salim bin Abdullah bin Umar bahwasanya Abdullah bin ‘Umar berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, &lt;br /&gt;لاَ تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمُ الْمَسَاجِدَ إِذَا اسْتَأْذَنَّكُمْ إِلَيْهَا&lt;br /&gt;“Janganlah kalian menghalangi istri-istri kalian untuk ke masjid. Jika mereka meminta izin pada kalian maka izinkanlah dia.” &lt;br /&gt;Kemudian Bilal bin Abdullah bin ‘Umar mengatakan, &lt;br /&gt;وَاللَّهِ لَنَمْنَعُهُنَّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Allah, sungguh kami akan menghalangi mereka.” &lt;br /&gt;Lalu Abdullah bin ‘Umar mencaci Bilal dengan cacian yang keras yang aku belum pernah mendengar sama sekali cacian seperti itu dari beliau. Kemudian Ibnu Umar mengatakan, “Aku mengabarkan padamu hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu engkau katakan, ‘Demi Allah, kami akan mengahalangi mereka!!’ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tidak boleh menggunakan harum-haruman dan perhiasan yang dapat menimbulkan fitnah. &lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;أَيُّمَا امْرَأَةٍ أَصَابَتْ بَخُورًا فَلاَ تَشْهَدْ مَعَنَا الْعِشَاءَ الآخِرَةَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wanita mana saja yang memakai harum-haruman, maka janganlah dia menghadiri shalat Isya’ bersama kami.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zainab -istri ‘Abdullah- mengatakan bahwa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada para wanita,&lt;br /&gt;إِذَا شَهِدَتْ إِحْدَاكُنَّ الْمَسْجِدَ فَلاَ تَمَسَّ طِيبًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika salah seorang di antara kalian ingin mendatangi masjid, maka janganlah memakai harum-haruman.” (HR. Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, jangan sampai terjadi ikhtilath (campur baur yang terlarang antara pria dan wanita) ketika masuk dan keluar dari masjid. &lt;br /&gt;Dalilnya adalah hadits dari Ummu Salamah:&lt;br /&gt;كان رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا سلم قام النساء حين يقضي تسليمه ويمكث هو في مقامه يسيرا قبل أن يقوم . قال نرى - والله أعلم - أن ذلك كان لكي ينصرف النساء قبل أن يدركهن أحد من الرجال &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam salam dan ketika itu para wanita pun berdiri. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tetap berada di tempatnya beberapa saat sebelum dia berdiri. Kami menilai –wallahu a’lam- bahwa hal ini dilakukan agar wanita terlebih dahulu meninggalkan masjid supaya tidak berpapasan dengan kaum pria.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat. &lt;br /&gt;Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Kamis sore, 20 Rabi’ul Akhir 1430 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel http://rumaysho.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-81218684671215865?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/81218684671215865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=81218684671215865&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/81218684671215865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/81218684671215865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/10/bagaimana-sholat-jamaah-bagi-wanita.html' title='Bagaimana Sholat Jamaah Bagi Wanita'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-8884300110023241139</id><published>2009-10-11T06:15:00.001+07:00</published><updated>2009-10-11T06:29:13.440+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat Rasulullah'/><title type='text'>Umar bin al-Khaththab</title><content type='html'>Nama lengkapnya adalah Umar bin Khaththab bin Nufail bin Abdul Izzy bin Rabah bin Qirath bin Razah bin Adi bin Ka’ab bin Luay al-Quraisy al-‘Adawy. Terkadang dipanggil dengan Abu Hafash dan digelari dengan al-Faruq. Ibunya bernama Hantimah binti Hasyim bin al-Muqhirah al-Makhzumiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Awal Keislamanya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar masuk Islam ketika para penganut Islam kurang lebih sekitar 40 (empat puluh) orang terdiri dari laki-laki dan perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Tirmidzi, Imam Thabrani dan Hakim telah meriwayatkan dengan riwayat yang sama bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam telah berdo’a,” Ya Allah, muliakanlah agama Islam ini dengan orang yang paling Engkau cintai diantara kedua orang ini, yaitu Umar bin al-Khaththab atau Abu Jahal ‘Amr bin Hisyam.”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan masuknya Umar bin al-Khaththab ke dalam Islam yang diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad yang diungkap oleh Imam Suyuti dalam kitab “ Tarikh al-Khulafa’ ar-Rasyidin” sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas bin Malik berkata:” Pada suatu hari Umar keluar sambil menyandang pedangnya, lalu Bani Zahrah bertanya” Wahai Umar, hendak kemana engkau?,” maka Umar menjawab, “ Aku hendak membunuh Muhammad.” Selanjutnya orang tadi bertanya:” Bagaimana dengan perdamaian yang telah dibuat antara Bani Hasyim dengan Bani Zuhrah, sementara engkau hendak membunuh Muhammad”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu orang tadi berkata,” Tidak kau tahu bahwa adikmu dan saudara iparmu telah meninggalkan agamamu”. Kemudian Umar pergi menuju rumah adiknya dilihatnya adik dan iparnya sedang membaca lembaran Al-Quran, lalu Umar berkata, “barangkali keduanya benar telah berpindah agama”,. Maka Umar melompat dan menginjaknya dengan keras, lalu adiknya (Fathimah binti Khaththab) datang mendorong Umar, tetapi Umar menamparnya dengan keras sehingga muka adiknya mengeluarkan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Umar berkata: “Berikan lembaran (al-Quran) itu kepadaku, aku ingin membacanya”, maka adiknya berkata.” Kamu itu dalam keadaan najis tidak boleh menyentuhnya kecuali kamu dalam keadaan suci, kalau engaku ingin tahu maka mandilah (berwudhulah/bersuci).”. Lalu Umar berdiri dan mandi (bersuci) kemudian membaca lembaran (al-Quran) tersebut yaitu surat Thaha sampai ayat,&lt;b&gt;&lt;i&gt;” Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dirikanlah Shalat untuk mengingatku.” (Qs.Thaha:14)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Setelah itu Umar berkata,” Bawalah aku menemui Muhammad.”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar perkataan Umar tersebut langsung Khabbab keluar dari sembunyianya seraya berkata:”Wahai Umar, aku merasa bahagia, aku harap do’a yang dipanjatkan Nabi pada malam kamis menjadi kenyataan, Ia (Nabi) berdo’a “Ya Allah, muliakanlah agama Islam ini dengan orang yang paling Engkau cintai diantara kedua orang ini, yaitu Umar bin al-Khaththab atau Abu Jahal ‘Amr bin Hisyam.”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Umar berangkat menuju tempat Muhammad Shallallahu alaihi wassalam, didepan pintu berdiri Hamzah, Thalhah dan sahabat lainnya. Lalu Hamzah seraya berkata,” jika Allah menghendaki kebaikan baginya, niscaya dia akan masuk Islam, tetapi jika ada tujuan lain kita akan membunuhnya”. Lalu kemudian Umar menyatakan masuk Islam dihadapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bertambahlah kejayaan Islam dan Kaum Muslimin dengan masuknya Umar bin Khaththab, sebagaimana ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu Mas’ud, seraya berkata,” Kejayaan kami bertambah sejak masuknya Umar.”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar turut serta dalam peperangan yang dilakukan bersama Rasulullah, dan tetap bertahan dalam perang Uhud bersama Rasulullah sebagaimana dijelaskan oleh Imam Suyuthi dalam “Tarikh al-Khulafa’ar Rasyidin”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah memberikan gelar al-Faruq kepadanya, sebagaimana ini diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad dari Dzakwan, seraya dia berkata,” Aku telah bertanya kepada Aisyah, “ Siapakah yang memanggil Umar dengan nama al-Faruq?”, maka Aisyah menjawab “Rasulullah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadist Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:” Sungguh telah ada dari umat-umat sebelum kamu para pembaharu, dan jika ada pembaharu dari umatku niscaya ‘Umarlah orangnya”. Hadist ini dishahihkan oleh Imam Hakim. Demikian juga Imam Tirmidzi telah meriwayatkan dari Uqbah bin Amir bahwa Nabi bersabda,” Seandainya ada seorang Nabi setelahku, tentulah Umar bin al-Khaththab orangnya.”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Ibnu Umar dia berkata,” Nabi telah bersabda:”Sesungguhnya Allah telah mengalirkan kebenaran melalui lidah dan hati Umar”. Anaknya Umar (Abdullah) berkata,” Apa yang pernah dikatakan oleh ayahku (Umar) tentang sesuatu maka kejadiannya seperti apa yang diperkirakan oleh ayahku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keberaniannya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat dari Ibnu ‘Asakir telah meriwayatkan dari Ali, dia berkata,” Aku tidak mengetahui seorangpun yang hijrah dengan sembunyi sembunyi kecuali Umar bi al-Khaththab melakukan dengan terang terangan”. Dimana Umar seraya menyandang pedang dan busur anak panahnya di pundak lalu dia mendatangi Ka’bah dimana kaum Quraisy sedang berada di halamannya, lalu ia melakukan thawaf sebanyak 7 kali dan mengerjakan shalat 2 rakaat di maqam Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia mendatangi perkumpulan mereka satu persatu dan berkata,” Barang siapa orang yang ibunya merelakan kematiannya, anaknya menjadi yatim dan istrinya menjadi janda, maka temuilah aku di belakang lembah itu”. Kesaksian tersebut menunjukan keberanian Umar bin Khaththab Radhiyallahu’Anhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wafatnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari rabu bulan Dzulhijah tahun 23 H ia wafat, ia ditikam ketika sedang melakukan Shalat Subuh beliau ditikam oleh seorang Majusi yang bernama Abu Lu’luah budak milik al-Mughirah bin Syu’bah diduga ia mendapat perintah dari kalangan Majusi. Umar dimakamkan di samping Nabi dan Abu Bakar ash Shiddiq, beliau wafat dalam usia 63 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Disalin dari Biografi Umar Ibn Khaththab dalam Tahbaqat Ibn Sa’ad, Tarikh al-Khulafa’ar Rasyidin Imam Suyuthi&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-8884300110023241139?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/8884300110023241139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=8884300110023241139&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/8884300110023241139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/8884300110023241139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/10/umar-bin-al-khaththab.html' title='Umar bin al-Khaththab'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-8158152388955829399</id><published>2009-09-29T16:07:00.004+07:00</published><updated>2009-09-29T17:15:12.496+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah Islam'/><title type='text'>SIKSA KUBUR</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Al-Faqih berkata bahwa Abu Ja’far meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra. Bahwa orang mukmin itu apabila diletakkan di dalam kuburnya maka kuburnya itu dilapangkan 70 hasta, ditaburi harum-haruman dan ditutup dengan kain sutera. Apabila ia hafal sebagian dari Al-Qur’an maka apa yang dihafalnya itu menerangi seluruh kuburnya, dan apabila ia tidak hafal, maka ia dibuatkan cahaya seperti matahari di dalam kuburnya. Ia bagaikan pengantin baru yang tidur dan tidak dibangunkan kecualioleh isteri yang sangat dicintainya. Kemudian ia bangun dari tidurnya seakan-akan ia belum puas dari tidurnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan orang kafir, maka kuburnya disempitkan atasnya sehingga tulang-tulangnya masuk ke dalam perutnya lantas didatangi berbagai macam ular yang besar sebesar leher unta, dimana ular-ular itu makan dagingnya sehingga tidak tersisa daging pada tulangnya. Kemudian datang kepadanya malaikat yang tuli, bisu dan buta dengan membawa cambuk-cambuk dari besi. Mereka memukulinya dengan cambuk-cambuk itu tanpa mendengar jeritan dan melihat orang itu sehingga tidak akan timbul rasa belas kasihan kepadanya. Disamping itu neraka selalu diperlihatkan kepadanya baik diwaktu pagi maupun diwaktu sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;Al-Faqih memberikan nasehat, barangsiapa yang ingin selamat dari siksaan kubur, maka ia harus senantiasa mengerjakan empat hal dan menjauhkan diri dari empat hal. Empat hal yang harus selalu dikerjakan itu adalah: shalat, shadaqah membaca Al-Qur’an dan banyak membaca tasbih (subhanallah – pen). Keempat hal ini akan bisa menjadikan kubur itu terang dan lapang. Sedangkan empat hal yang harus ditinggalkan adalah; dusta, khianat, adu domba dan hati-hati dalam masalah kecing. Rasulullah SAW bersabda (yang artinya) : “Bersihkanlah (besucilah) sewaktu kencing, karena kebanyakan siksa kubur itu karena kencing”.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sufyan Ats-Tsauri berkata: “Barang siapa yang banyak mengingat kubur maka ia akan mendapatkan kubur itu sebagai salah satu taman dari taman-taman sorga. Dan barangsiapa yang lalai kepada kubur maka ia akan mendapatkan kubur itu sebagai salah satu jurang dari jurang-jurang neraka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Ali karromallahu wajhahu didalam khutbahnya mengatakan: “Wahai hamba Allah ingatlah mati, ingatlah mati karena kamu tidak bisa menghindar darinya. Bila kamu diam, maka ia akan datang menghampirimu; dan bila kamu lari, ia akan mengejarmu. Ia terikat pada ubun-ubunmu. Carilah keselamatan, carilah keselematan. Di belakangmu ada kubur yang selalu mengejar kamu. Ingatlah bahwa kubur itu bisa merupakan salah satu taman dari taman-taman sorga, dan bisa pula merupakan salah satu jurang dari jurang-jurang neraka. Ingatlah bahwa sesungguhnya kubur itu &lt;b&gt;setiap hari berbicara tiga kali dengan perkataan; “aku adalah rumah gelap, aku adalah rumah duka cita, dan aku adalah rumah ulat”&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa setelah itu ada suatu hari yang lebih ngeri dimana pada hari itu anak muda langsung beruban, orang tua pingsan, semua orang yang menyusui anaknya lalai terhadap anak yang disusuinya, semua wanita yang hamil menggugurkan kandungannya, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak, akan tetapi siksaan Allah itu sangat keras. Ingatlah, bahwa setelah itu ada neraka yang panas sekali, sangat curam, perhiasaannya besi, airnya nanah, di dalamnya tidak ada rahmat Allah sama sekali”. (mendengar khutbah ini kaum muslimin menangis tersedu-sedu). Lalu Sayyidina Ali k.w melanjutkan khutbahnya: “Tetapi disamping itu ada sorga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah menyelamatkan kita dari siksaan yang pedih dan memasukkan kami dan kamu ke dalam sorga tempat kenikmatan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda (yang artinya) :“Kubur itu adalah pos (tempat pemberhentian) pertama dari pos-pos akhirat. Apabila seseorang selamat dari pos pertama itu maka pos berikutnya lebih mudah daripadanya, dan apabila seseorang tidak selamat dari pos pertama itu maka pos berikutnya lebih berat daripadanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abdul Hamid bin Mahmud Al-Maghuli dimana ia berkata: “Sewaktu kami sedang duduk bersama-sama dengan Ibnu Abbas ra, tiba-tiba datanglah sekelompok kaum lalu berkata: “Kamu berangkat dari rumah dengan maksud untuk menunaikan haji, dan ada seorang teman kami yang ketika sampai di daerah Dzatus Shafah meninggal dunia kemudian kami mengurusnya dan kami menggalikan kubur untuknya. Ketika kami menggali kubur dan membuat liang lahat ternyata liang lahat itu penuh dengan ular. Kemudian kami tinggalkan tempat itu, dan kami menggali lagi di temapt lain. Di tempat yang lain itu pun sama saja, liang lahatnya penuh dengan ular. Kemudian kami tinggalkan tempat itu dan menggali lagi kubur untuk yang ketiga kalinya, dan ternyata di tempat itupun liang lahatnya penuh dengan ular. Kemudian kami tinggalkan mayat itu dan kami datang kepadamu”. Ibnu Abbas ra berkata: “Itu adalah amal perbuatan yang ia lakukan sendiri. Pergilah dan kuburlah mayat itu di kubur yang mana saja. Demi Allah, seandainya kamu menggali seluruh bumi niscaya kamu kamu akan selalu menjumpai ular di dalamnya. Beritakanlah hal ini kepada kaumnya”. Abdul Hamid berkata: “Kemudian kami pergi dan mengubur mayat itu pada salah satu diantara ketiga kuburan yang kami gali itu. Ketika kami kembali (dari ibadah haji), kami mendatangi keluarganya dengan membawa barang kepunyaannya dan kami bertanya kepada istrinya: “Apa yang biasa dia lakukan waktu hidupnya ?”. Istrinya menjawab:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Ia dulu berjualan bahan makanan yaitu gandum. Setiap hari ia mengambil sebagian dari gandum dagangan itu untuk dimakan, kemudian sebanyak gandum yang dia ambil diganti dengan tangkai gandum yang warnanya serupa lalu ditumbuk dan dicampur dengannya”.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Amar bin Dfinar berkata: “Ada seorang penduduk Madinah yang mempunyai saudari di ujung kota. Pada saat saudarinya sakit dan ia datang menjenguk saudarinya itu. Setelah sampai disana, saudarinya itu mati dan ia mengurusnya dan ikut menguburnya. Sesudah penguburan, ia pulang ke rumahnya lalu teringat bahwa kantong uangnya jatuh sewaktu mengubur saudarinya itu. Ia lalu minta tolong seorang teman untuk menggali kubur dan ia pun menemukan kantong yang jatuh itu. Ia berkata pada temannya: “Pergilah kamu, karena aku ingin melihat apa yang sedang terjadi pada diri saudariku”. Kemudian ia mengangkat penutup liang lahat dan tiba-tiba terlihat bahwa kubur itu menyalakan api. Ia lalu meratakan kembali kubur itu dan cepat-cepat pulang menemui ibunya dan bertanya: “Beritahukan kepadaku apa yang biasa dilakukakan oleh saudariku”. Ibunya menjawab: “Kenapa kamu menanyakan tentang saudarimu, sedangkan dia sudah meninggal dunia?”. Ia berkata lagi : “Tolong bu, beritahukan kepadaku”. :Ibunya menjawab:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Saudarimu itu suka mengakhirkan shalat dan tidak mengerjakan shalat dengan suci yang sempurna. Ia suka datang ke rumah-rumah tetangga dengan menceritakan kepada mereka apa yang ia dengar daengan maksud mengadu domba”&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Itulah yang menyebabkan siksaan kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, barang siapa yang ingin selamat dari siksa kubur maka ia harus menjauhkan diri dari adu domba dan perbuatan-perbuatan dosa lainnya agar bisa selamat dari siksaannya dan dapat dengan mudah menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir. (m. muslih albaroni)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://suara-santri.tripod.com/files/sufi/sufi3.htm"&gt;diambil dari sini&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-8158152388955829399?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/8158152388955829399/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=8158152388955829399&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/8158152388955829399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/8158152388955829399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/09/siksa-kubur.html' title='SIKSA KUBUR'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-692890834185520098</id><published>2009-09-25T19:06:00.000+07:00</published><updated>2009-09-25T19:06:47.812+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hadits wanita'/><title type='text'>19 Hadis Nabi Mengenai Wanita</title><content type='html'>saya mengcopy paste ini dari forum cyber mq, forum Islam.. dan forum mendapatnya dari &lt;a href="http://www.blogger.com/"&gt;&lt;span id="goog_1253879222891"&gt;&lt;/span&gt;link ini&lt;span id="goog_1253879222892"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. saya tidak menyertai dalilnya, silakan dicek sendiri dari link tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayangnya yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab Baginda, "Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia"&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila semalaman ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah memberinya pahala seperti memerdekakan 70 hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derjatnya seumpama orang yang senantiasa menangis kerana takutkan Allah dan orang yang takutkan Allah, akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barangsiapa membawa hadiah, (barang makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana saja yang dikehendaki.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 lelaki yang soleh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aisyah berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab Rasulullah, "Suaminya". "Siapa pula berhak terhadap lelaki?" Jawab Rasulullah, "Ibunya".&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Apabila memanggil akan engkau dua orang ibubapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut,burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya serta menjaga sembahyang dan puasanya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syurga itu di bawah tapak kaki ibu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Nabi s.a.w) di dalam syurga.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya syurga.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daripada Aisyah r.a. Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuan lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&amp;nbsp;hmmm indahnya jadi wanita :)&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/SryyAWHZmOI/AAAAAAAAAsE/sgDD6UdmAeg/s1600-h/me+and+mom.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/SryyAWHZmOI/AAAAAAAAAsE/sgDD6UdmAeg/s200/me+and+mom.JPG" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;me n mom&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-692890834185520098?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/692890834185520098/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=692890834185520098&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/692890834185520098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/692890834185520098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/09/19-hadis-nabi-mengenai-wanita.html' title='19 Hadis Nabi Mengenai Wanita'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/SryyAWHZmOI/AAAAAAAAAsE/sgDD6UdmAeg/s72-c/me+and+mom.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-2471388121816401275</id><published>2009-09-21T19:59:00.001+07:00</published><updated>2009-09-21T21:24:31.756+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ukhti'/><title type='text'>Kata Sahabat Buat Ukhti</title><content type='html'>ini dari sahabatku, yeah disimak aja, dibaca-disimak-boleh dipraktekin-tidak juga tidak mengapa, yaa sesuai hati nurani ajha. tapi ada baiknya kita waspada...&lt;br /&gt;yang mau nikah...&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;mencari jodoh... banyakin sedekah dulu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;perbaikin niat dengan berhusnudzon kepada Alah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;berbakti kepada orang tua, jangan buat dosa kepada keduanya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kalo dijodohin orang tua... Alhamdulillah itu adalah pilihan terbaik, itu adalah anugerah *hmm jangan lupa beristiqarah :)*&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kalo nyari sendiri, hati-hati LAKI-LAKI banyak bohongnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;akhwat jangan langsung percaya dengan &lt;b&gt;ikhwan yang baru dikenal&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;jangan ke-geeran kalo diajak chatting sama ikhwan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;inget ... lelaki buaya darat...bussyeett jangan sampe tertipu (LAGI) &lt;b&gt;:)&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;udah ah, mo nambah kriteria silakan.. berikhtiarlah pada Allah jangan sampe pake ilmu HITAM.. hiiyy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tulisan ini dikutip dari sebuah forum dan lengkapnya &lt;a href="http://widya-ii.cybermq.com/post/detail/5789/apa-kata-mbah-kakung" target="blank"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-2471388121816401275?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/2471388121816401275/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=2471388121816401275&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/2471388121816401275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/2471388121816401275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/09/kata-sahabat-buat-ukhti.html' title='Kata Sahabat Buat Ukhti'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-832308011050401686</id><published>2009-09-19T14:49:00.002+07:00</published><updated>2009-09-19T14:50:55.664+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ukhti'/><title type='text'>Pesan Akhi Buat Ukhti</title><content type='html'>Kami sulit menahan pandangan mata kami ketika melihat kalian, apalagi jika kalian diamanahkan Allah kecantikan dan postur yang ideal,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami semakin susah untuk menolak agar tidak melihat kalian, karena itu lebarkanlah serta longgarkanlah pakaian kalian dan tutupilah rambut hingga ke dada kalian dengan kerudung yang membentang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sulit menahan pendengaran kami ketika berbicara dengan kalian, apalagi jika kalian diamanahkan oleh Allah suara yang merdu dengan irama yang mendayu karena itu tegaskanlah suara kalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami juga sulit menahan bayangan-bayangan hati kalian, ketika kalian dapat menjadi tempat untuk dicurahkan segala isi hati kami,&lt;br /&gt;waktu luang kami kadangkala akan sering terisi oleh bayangan-bayangan kalian, karena itu janganlah kalian membiarkan kami menjadi curahan hati bagi kalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tahu kami insan lemah bila harus berhadapan dengan kalian, kekerasan hati kami dengan mudah bisa luluh hanya dengan senyum kalian,&lt;br /&gt;hati kami akan bergetar ketika mendengar dan melihat kalian menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ALLAH telah memberikan amanah terindah kepada kalian, maka jagalah amanah itu jangan sampai ALLAH murka dan memberikan keputusan-Nya. Maha Besar dan Maha Suci Allah yang tahu akan kelemahan hati kami ini, hanya dengan ikatan yang suci dan yang diridhai-NYA, kalian akan menjadi halal bagi kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;Lalu apa yang telah aku lakukan selama ini..YA Rabb, ampunilah daku. Untuk setiap pandangan yang tak terjaga, untuk iman yang tak dipelihara, lisan yang merayu dan hati yang tak terhijab,wanita ingin sebuah ketenangan dan perlindungan, maka dari itu bila engkau mau menikahi seorang wanita , lindungilah ia sebisa mungkin, jangan pernah membuatnya melelehkan tangis pilu dalam hatinya&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari &lt;a href="http://www.iluvislam.com/v1/news.php" target="blank"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-832308011050401686?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/832308011050401686/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=832308011050401686&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/832308011050401686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/832308011050401686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/09/pesan-akhi-buat-ukhti.html' title='Pesan Akhi Buat Ukhti'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-2159888684429652835</id><published>2009-07-03T11:39:00.001+07:00</published><updated>2009-07-03T11:39:35.314+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa'/><title type='text'>Doa Taubat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Bismillaah ir-Rahmaan ir-Rahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allaahumma innii astaghfiruka min kulli maa tubtu `anhu ilayka tsumma `udtu fiih/wa astaghfiruka min kulli maa 'arad-tu bihi wajhika fa-khaalathanii fiihi maa laysa fiihi ridhaa-uk/wa astaghfiruka li-ni`amallatii taqawwaytu bihaa `alaa ma`shiiyatik/wa astaghfiruka minadz-dzunubillatii laa ya`lamahu ghayruka wa laa yath-thali`u `alayhaa ahadun siwaak/wa laa yasa`uhaa illa rahmatuka wa la tunjii minhaa illa maghfiratuka wa hilmuk/laa ilaha illa-Anta, subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allaahumma innii astaghfiruka min kulli zhulmin zhalamtu bihi `ibadak/Fa innamaa `abdin min `ibaadika aw `amatin min `imaa-ika zhalamtu fii badanihi aw `irdhihi aw-maalihi fa-a`thihi min khazaa'inikal-latii laa tanqush/wa as-aluka an tukrimanii bi-rahmatikal-latii wasi`at kulla syay-in wa laa tuhiinanii min `adzaabika walaa ta`thiinii maa as-aluka fa-innii haqiiqun bi-rahmatika ya arhamar-Raahimiin/wa shalla-Allahu `alaa Sayyidinaa Muhammadin wa `alaa aalihi wa shahbihi ajma`iin/wa laa hawla wa laa quwatta illa billahil-`Aliyyil-`Azhiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menyebut nama Allah SWT Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Aku memohon ampun kepada-Mu atas segala kesalahan yang telah kulakukan. Dan aku memohon ampun kepada-Mu atas segala hal yang tidak Kau sukai dariku dan segala hal yang berhubungan denganku yang tidak Kau ridai. Dan aku memohon ampun kepada-Mu atas nikmat yang telah kugunakan untuk menambah ketidakpatuhanku terhadap-Mu. Dan aku memohon ampun atas segala dosa yang tiada seorang pun tahu kecuali Engkau dan tiada seorang pun yang melihat kecuali Engkau dan tiada yang mencakupi kecuali rahmat-Mu dan tiada yang mengantarkan kecuali ampunan-Mu dan rahmat-Mu. Tidak ada Tuhan melainkan Engkau. Maha Suci Engkau, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, aku memohon ampun kepada-Mu atas ketidakadilan yang kulakukan terhadap hamba-hamba-Mu baik laki-laki maupun perempuan yang telah kusakiti baik fisiknya maupun martabatnya atau dalam kepunyaan mereka yang telah Kau berikan dengan karunia-Mu yang tak kurang sedikit pun. Aku memohon kepada-Mu, anugerahkanlah aku dengan rahmat-Mu yang mencakup segalanya. Janganlah Engkau hinakan aku dengan hukuman-Mu tetapi berilah apa yang kuminta kepada-Mu, sebab aku sangat memerlukan rahmat-Mu, Ya Allah, Engkau Maha Penyayang di antara semua penyayang. Semoga Allah SWT melimpahkan berkah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya. Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah SWT Yang Maha tinggi dan Maha Agung.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-2159888684429652835?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/2159888684429652835/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=2159888684429652835&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/2159888684429652835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/2159888684429652835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/07/doa-taubat.html' title='Doa Taubat'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-8973595356095763189</id><published>2009-06-25T13:53:00.002+07:00</published><updated>2009-06-25T13:58:19.213+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa'/><title type='text'>Doa di Bulan Rajab?</title><content type='html'>&lt;p&gt;shahih atau dhoif? berikut jawabannya... &lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/doa-memasuki-bulan-rajab.htm"&gt;dikutip dari sini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Didalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah saw apabila memasuki bulan rajab bersabda,”&lt;em&gt;Allahumma Barik Lana Fii Rajab wa Sya’ban wa Ballighnaa Ramadhan—Wahai Allah berkahilah kami di bulan rajab dan sya’ban serta sampaikanlah kami ke bulan ramadhan&lt;/em&gt;.” Didalam sebuah riwayat,”&lt;em&gt;Wa Barik Lana Ramadhan&lt;/em&gt;.” (Dikeluarkan oleh Abdullah bin Ahmad didalam “Zawaidul Musnad” (236); al Bazzar didalam “Musnad”-nya , sebagaimana di dalam “Kasyfil Astar” (616), Ibnus Sunni didalam “Amalul Yaum wal Lailah” (658), Thabrani didalam “al Ausath” (3939), didalam “ad Du’a” (911), Abu Nu’aim didalam “al Hulyah” (6/269), al Baihaqi didalam “asy Syu’ab” (3534), didalam kitab “Fadhailul Auqat” (14), al Khatib al Baghdadi didalam “al Muwaddhih” (2/473), Ibnu Asakir didalam “Tarikh”-nya (40/57) dari jalan Zaidah bin Abir Roqod dari Ziyad an Numairiy dari Anas.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sanad hadits ini dhoif (lemah) &lt;/strong&gt;: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaidah bin Abir Roqod : Buhkori dan Nasai mengatakan bahwa haditsnya munkar. Abu Daud mengatakan,”Aku tidak mengetahui beritanya.” Abu Hatim mengatakan bahwa hadits dari Ziyad an Numairiy dari Anas hadits yang marfu munkar, dan kami tidak mengetahui darinya (Anas) atau dari Ziyad. Adz Zahabi mengatakan bahwa ia dhoif. Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa haditsnya munkar (lihat : “at Tarikhul Kabir” (3/433), “al Jarh” (3/613), “al Majruhin” (1/308), “al Mizan” (2/65), “at Tahdzib” (3/305), “at Taqrib” (1/256).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Ziyad bin Abdullah an Numairy al Bashriy : Ibnu Ma’in mengatakan,”Tidak ada masalah”. Abu Daud melemahkannya. Abu Hatim mengatakan,”Haditsnya ditulis namun tidak dipakai sebagai hujjah (dalil).” Ibnu Hibban didalam ats Tsiqot mengatakan bahwa ia salah, kemudian dia menyebutkannya di “al Majruhin” bahwa hadits yang diriwayatkan dari Anas adalah munkar dan tidak menyerupai seperti sebuah hadits yang bisa dipercaya dan tidak boleh dipakai sebagai hujjah (dalil). “Adz Dzahabi” mengatakan bahwa dia lemah. Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa dia lemah. (lihat : “Tarikh” Ibnu Ma’in (2/179), “al Jarh” (3/536), “al Kamil” (3/1044), “al Mizan “(2/65). “At Tahdzib” (3/378)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaidah bin Abir Roqod sendiri yang meriwayatkan hadits ini dari Ziyad an Numairiy. Thabrani mengatakan didalam al Ausath,”Hadits ini tidak diriwayatkan dari Rasulullah saw kecuali dengan sanad seperti ini, di sini hanya Zaidah bin Abir Roqod sendiri.”&lt;br /&gt;Al Baihaqi mengatakan,”Didalam hadits ini An Numairy sendiri dan dari dirinya Zaidah bin Abir Roqod. Bukhori mengatakan bahwa Zaidah bin Abir Roqod dari Ziyad an Nuamiry munkar haditsnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari satu ulama yang menyatakan kelemahan sanad hadits ini, diantaranya : Imam Nawawi didalam “al Adzkar” (547), Ibnu Rajab didalam “Lathoiful Ma’arif” (143), al Haitsami didalam ‘al Mujma’” (2/165), adz Dzahabi didalam “Al Mizan” (2/65), Ibnu Hajar didalam “Tabyinul ‘Ajib” (38). (Fatawa Wastisyaarotul Islamil Yaum juz I hal 461)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelasan diatas tampak bahwa hadits tersebut terkategorikan lemah (dhoif) &lt;em&gt;namun isi didalamnya adalah anjuran agar setiap mukmin senantiasa memperhatikan waktu-waktu dan usianya untuk tetap berada didalam kebaikan serta merindukan untuk bertemu dengan bulan mulia, ramadhan&lt;/em&gt;. Tentunya ini merupakan sesuatu yang baik.&lt;br /&gt;Dan kandungan hadits tersebut tidaklah bertentangan dengan apa yang dilakukan oleh para ulama salaf yang senatiasa memberikan perhatian kepada bulan ramadhan sepanjang tahunnya. Setengah tahun sebelum kedatangan ramadhan mereka senantiasa berdoa kepada Allah agar dipertemukan dengan bulan mulia tersebut dan setengah tahun setelahnya berdoa agar berbagai ibadah mereka di bulan mulia itu diterima oleh-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Hafizh Ibnu Rajab mengatakan,”Telah diriwayatkan dari Abu Ismail al Anshariy yang mengatakan bahwa &lt;em&gt;&lt;strong&gt;tidak ada dalil yang shahih terhadap keutamaan bulan rajab&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; selain hadits ini. Pernyataannya ini perlu dikaji karena sesungguhnya didalam sanad hadits ini terdapat kelemahan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits itu merupakan dalil terhadap anjuran berdoa agar tetap berada didalam waktu-waktu utama untuk melakukan berbagai amal shaleh didalamnya. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya bagi seorang mukmin tidaklah bertambah usianya kecuali didalam kebaikan dan sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang usianya dan baik amalnya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Para ulama salaf menginginkan kematian mereka diikuti dengan amal shaleh, diantaranya puasa ramadhan atau kembali menunaikan ibadah haji. Terdapat ungkapan,”Siapa yang mati seperti itu maka dia akan mendapatkan ampunan.” (Lathoiful Ma’arif 1/130)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Dengan demikian—meskipun hadits tersebut dhoif—diperbolehkan bagi seorang muslim berdoa dengan hadits tersebut ketika memasuki bulan rajab. Sebagaimana perkataan para ulama bahwa diperbolehkan mengamalkan hadits dhoif didalam keutamaan amal dengan syarat bahwa hadits itu tidak diriwayatkan oleh seorang pendusta, kejam dan kasar yang menjadikan kelemahannya sangat berat dan hadits itu juga tidak berkaitan dengan sifat-sifat Allah, tidak berhubungan dengan permasalahan-permasalahan akidah, atau hukum-hukum syariah berupa halal, haram dan sejenisnya&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-8973595356095763189?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/8973595356095763189/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=8973595356095763189&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/8973595356095763189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/8973595356095763189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/06/doa-di-bulan-rajab.html' title='Doa di Bulan Rajab?'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-7521128987158377593</id><published>2009-06-22T13:56:00.001+07:00</published><updated>2009-06-22T14:05:51.495+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cari pahala'/><title type='text'>Sabar Itu Di Awal Musibah</title><content type='html'>&lt;p&gt;dikutip &lt;a href="http://rumaysho.wordpress.com/"&gt;dari sini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Perlu diketahui, bahwa sabar yang menjadikan seseorang mendapatkan ganjaran pahala adalah sabar ketika di awal musibah dan inilah yang dinamakan sabar sebenarnya. Adapun sabar sesudahnya adalah cuma sekedar hiburan. Adapun jika seseorang menghadapi musibah, langsung dengan amarah dan tidak ridho pada takdir Allah, namun setelah itu dia menahan diri dan bersabar karena mungkin mendapatkan nasehat atau yang lainnya, maka ini bukanlah sabar yang sebenarnya. Kita dapat melihat hal ini dalam kisah seorang wanita bersama Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Dari Anas bin Malik beliau berkata,&lt;p&gt;&lt;blockquote align="justify"&gt;”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati seorang wanita yang sedang menangis di sisi kuburan. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Bertakwalah pada Allah dan bersabarlah.” Kemudian wanita itu berkata,”Menjauhlah dariku. Sesungguhnya engkau belum pernah merasakan musibahku dan belum mengetahuinya.”&lt;br /&gt;Kemudian ada yang mengatakan pada wanita itu bahwa orang yang berkata tadi adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian wanita tersebut mendatangi pintu (rumah) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian dia tidak mendapati seorang yang menghalangi dia masuk pada rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian wanita ini berkata,”Aku belum mengenalmu.”&lt;br /&gt;Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;”Seharusnya sabar itu di awal-awal musibah.” (HR. Bukhari, no. 1283)&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Semoga Allah memberikan kita taufik dan hidayah untuk selalu ridho dengan takdir Allah yang kita rasa itu pahit. Semoga Allah juga selalu memberikan kita kemudahan untuk bersabar di awal-awal musibah, walaupun itu mungkin terasa berat. Jika seseorang memiliki keyakinan yang mantap pada Allah dan meyakini ada hikmah yang besar di balik setiap musibah, tentu dia akan memilih untuk bersabar. Bersabar juga perlu banyak latihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin Yaa Mujibas Saa’ilin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-7521128987158377593?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/7521128987158377593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=7521128987158377593&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/7521128987158377593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/7521128987158377593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/06/sabar-itu-di-awal-musibah.html' title='Sabar Itu Di Awal Musibah'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-3937964341619227111</id><published>2009-06-19T10:49:00.001+07:00</published><updated>2009-06-19T10:53:20.334+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cari pahala'/><title type='text'>Sebelum Kita Mengeluh</title><content type='html'>&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Allah untuk diberikan teman hidup. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;copas from email&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-3937964341619227111?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/3937964341619227111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=3937964341619227111&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/3937964341619227111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/3937964341619227111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/06/sebelum-kita-mengeluh.html' title='Sebelum Kita Mengeluh'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-3826390873361914826</id><published>2009-06-10T12:03:00.001+07:00</published><updated>2009-06-10T12:07:16.136+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ukhti'/><title type='text'>Ukhti, Ketahuilah Hukum Agamamu</title><content type='html'>&lt;p&gt;sebuah renungan buat diri sendiri.. &lt;a href="http://muslimah.or.id/nasihat-untuk-muslimah/ukhti-ketahuilah-hukum-agamamu.html"&gt;link aseli&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penulis: Ummu ‘Abdirrahman&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Muraja’ah: Ustadz Abu Ukkasyah Aris Munandar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti muslimah …&lt;br /&gt;Kehidupan itu tidak bisa diduga dan ajal kematian tidak diketahui. Tapi hidup pasti ada ujungnya. Apa yang mungkin ukhti kerjakan hari ini belum tentu bisa ukhti kerjakan esok hari.&lt;br /&gt;Ketahuilah. Hari ini adalah waktu beramal, bukan waktu hisab. Dan esok adalah waktu hisab, bukan waktu beramal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kesempatan hari ini jika tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya belum tentu besok terulang kembali. Tidak pada setiap waktu dan kesempatan tersedia peluang untuk berbuat kebaikan. Maka jika memungkinkan, bersegeralah memanfaatkannya dan takutlah jika kesempatan itu lenyap dan engkau tidak memiliki kesempatan untuk kedua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti muslimah …&lt;br /&gt;Berbekallah dengan ketaqwaan. Karena engkau tidak tahu jika malam datang apakah engkau masih hidup saat fajar menjelang. Engkau tidak tahu apakah kehidupan kita berakhir dengan baik (husnul khotimah) ataukah sebaliknya. Engkau tidak tahu apakah mudah pertanggungjawaban amal kita di hadapan Allah ataukah sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah ukhti, bahwa sebaik-baik jalan yang bisa mengantarkanmu kepada kebahagiaan dan ketenangan di dunia, keselamatan dan keberuntungan di akhirat adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, yang artinya, “Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapatkan kemenangan yang besar.” (Qs. Al Ahzab: 71)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah ukhti di mana engkau bisa meraih jalan ketaatan yang benar dan diridhai Allah? Yaitu dengan menuntut ilmu syar’i. Bersegeralah meraih keselamatan dan keberuntunganmu. Bersegeralah menuntut ilmu syar’i ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti muslimah ….&lt;br /&gt;Sesungguhnya di antara kebaikan keislaman seorang wanita adalah mengetahui agamanya. Maka Islam mewajibkan para wanita mencari ilmu sebagaimana yang diwajibkan terhadap kaum laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Mencari ilmu itu fardhu (wajib) atas setiap muslim.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah firman Allah, yang artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui” (Qs. Az Zumar: 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Qs. Mujadillah: 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya para malaikat benar-benar meletakkan sayapnya kepada orang yang mencari ilmu, karena ridha terhadap apa yang dicarinya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya, maka Allah pahamkan dia tentang masalah agama.” (HR. Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti muslimah…&lt;br /&gt;Jangan lagi menunda-nunda untuk mengerjakan perintah Allah. Jangan menunda-nunda untuk menuntut ilmu syar’i. Karena sungguh kita tidak tahu kapan nafas ini berhenti… dan bila ajal benar-benar menjemput kita saat ini juga, dengan hati yang bagaimanakah kita menghadap Allah… dengan amal yang manakah kita memohon keselamatan dari adzab-Nya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti, bersegeralah…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-3826390873361914826?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/3826390873361914826/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=3826390873361914826&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/3826390873361914826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/3826390873361914826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/06/ukhti-ketahuilah-hukum-agamamu.html' title='Ukhti, Ketahuilah Hukum Agamamu'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-4306274022130158838</id><published>2009-05-25T14:01:00.001+07:00</published><updated>2009-05-25T14:07:35.855+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cari pahala'/><title type='text'>Menjadi Kunci Kebaikan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, ‘Sesungguhnya diantara manusia ada yang menjadi kunci-kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan. Dan diantara manusia ada pula yang menjadi kunci-kunci pembuka keburukan dan penutup kebaikan. &lt;em&gt;Maka beruntunglah orang yang Allah jadikan kunci-kunci kebaikan di tangannya&lt;/em&gt; dan celakalah bagi orang-orang yang Allah jadikan kunci-kunci keburukan di tangannya”.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang ingin menjadi kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan, hendaklah ia memenuhi hal berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Ikhlas untuk Allah dalam perkataan dan perbuatan. Karena ikhlas adalah asas segala kebaikan dan mata air segala keutamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Senantiasa berdo’a kepada Allah memohon bimbingan untuk menjadi kunci kebaikan. Karena do’a adalah kunci segala kebaikan. Allah tidak akan menolak hamba-Nya yang berdo’a kepada-Nya serta tidak akan menyia-nyiakan seorang mukmin yang menyeru-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       Bersemangat menuntut dan mendapatkan ilmu. Karena ilmu mengajak kepada keutamaan dan akhlak yang mulia, serta penghalang dari akhlak tercela dan perbuatan keji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.       Menjalakan ‘ibadatullah terutama yang fardhu, dan khususnya lagi sholat. Karena ia mencegah dari perbuatan keji dan munkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.       Menghiasi diri dengan akhlak yang mulia, serta menjauh dari akhlak tercela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.       Berteman dengan orang-orang baik dan sholeh. Karena duduk bersama orang-orang yang sholeh dinaungi malaikat dan diliputi rahmat. Serta menjauhkan diri dari duduk di majelis orang-orang yang jahat dan tidak baik, sesungguhnya itu adalah tempat singgah setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.       Menasehati manusia ketika bergaul  dan berbaur dengan mereka, dengan cara menyibukkan mereka dengan kebaikan dan memalingkan mereka dari keburukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.       Mengingat hari berbangkit dan sa’at berdiri di hadapan Robbul ‘Alamiin. Ketika Ia membalas orang yang baik dengan kebaikan dan orang yang jahat dengan hukuman. (Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan&lt;br /&gt;barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.[2])&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.       Dan pilar penyanggah semua itu adalah keinginan seorang hamba kepada kebaikan serta memberi manfaat kepada orang lain.  Apabila keinginan seseorang  kuat, niat dan tekad sudah bulat serta memohon pertolongan kepada Allah dalam melakukan itu, lalu melakukannya sesuai&lt;br /&gt;jalurnya. Maka dengan izin Allah akan menjadi kunci-kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan.[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita sebagai kunci-kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (237) dan dihasankan oleh Al-Albany di Shohih Sunan Ibnu Majah (194).&lt;br /&gt;[2] Al-Zalzalah : 7-8.&lt;br /&gt;[3] Al-Fawaid Al-Mantsuroh (161-162) oleh Syaikh Dr. Abdurrozaq bin Abdu Muhsin Al-Badr.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber : http://abuzubair.net/2009/05/13/jadilah-kunci-kebaikan/&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-4306274022130158838?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/4306274022130158838/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=4306274022130158838&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/4306274022130158838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/4306274022130158838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/05/menjadi-kunci-kebaikan.html' title='Menjadi Kunci Kebaikan'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-7054248197293178238</id><published>2009-05-04T15:17:00.000+07:00</published><updated>2009-05-04T15:18:32.844+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sunnah'/><title type='text'>Harga dua raka'at mengalahkan jagad</title><content type='html'>Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin ‘Ubaid al-Ghubari menuturkan kepada kami. Dia berkata; Abu ‘Awanah menuturkan kepada kami dari Qatadah dari Zurarah bin Aufa dari Sa’ad bin Hisyam dari ‘Aisyah -radhiyallahu’anha- dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Dua roka’at sholat sunnah fajar -sebelum subuh- itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim dalam Kitab Sholat al-Musafirin, lihat Shahih Muslim cet. Dar al-Kutub al-Ilmiyah, hal. 264)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Muslim rahimahullah juga meriwayatkan di dalam Shahihnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahya bin Habib menuturkan kepada kami. Dia berkata; Mu’tamir menuturkan kepada kami. Dia berkata; Ayahku mengatakan; Qatadah menuturkan kepada kami dari Zurarah dari Sa’d bin Hisyam dari ‘Aisyah -radhiyallahu’anha- dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa suatu ketika beliau mengatakan mengenai sholat dua roka’at -sebelum subuh- ketika terbitnya fajar, “Sungguh dua roka’at itu lebih aku cintai daripada seluruh dunia ini.” (HR. Muslim dalam Kitab Sholat al-Musafirin, lihat Shahih Muslim cet. Dar al-Kutub al-Ilmiyah, hal. 264)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita kerjakan dua roka’at sholat sunnah sebelum subuh, karena ia lebih berharga daripada dunia dan seisinya. &lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;from:http://abu0mushlih.wordpress.com/&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-7054248197293178238?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/7054248197293178238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=7054248197293178238&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/7054248197293178238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/7054248197293178238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/05/harga-dua-rakaat-mengalahkan-jagad.html' title='Harga dua raka&apos;at mengalahkan jagad'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-5442123582782793991</id><published>2009-03-27T12:55:00.000+07:00</published><updated>2009-03-27T13:38:29.505+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah Islam'/><title type='text'>Dosa Lebih Hebat Dari Zina</title><content type='html'>Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahawa dia berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s. Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala dia berkata, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya." &lt;br /&gt;"Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa a.s terkejut.&lt;br /&gt;"Saya takut mengatakannya." jawab wanita cantik. &lt;br /&gt;"Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka perempuan itupun terpatah bercerita,&lt;br /&gt; "Saya .......telah berzina." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan,&lt;br /&gt; "Dari perzinaan itu saya pun......lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya....... Cekik lehernya sampai.......tewas", ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang dia mengherdik perempuan tersebut.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"...teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terhantuk-hantuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus ke mana lagi hendak mengadu. Bahkan dia tidak tahu mahu dibawa ke mana lagi kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahawa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?" Nabi Musa terperanjat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina Dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?" &lt;br /&gt;" Ada !" jawab Jibril dengan tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang yang meninggalkan solat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusyuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa menyedari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti mereka seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertaubat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh bererti masih mempunyai iman didadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mahu menerima kedatangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan solat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi Dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah. Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan solat sehingga terlewat waktu, Kemudian dia mengqadanya, maka dia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 Hari, sedangkan satu Hari di akhirat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia.Dasyatnya azab neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kisah Nabi Musa Dan wanita pezina Dan dua hadist Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi Kita Dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban solat dengan istiqamah.Insyallah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-5442123582782793991?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/5442123582782793991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=5442123582782793991&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/5442123582782793991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/5442123582782793991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/03/dosa-lebih-hebat-dari-zina.html' title='Dosa Lebih Hebat Dari Zina'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-860582980032157440</id><published>2009-03-26T19:28:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T19:31:20.826+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat Rasulullah'/><title type='text'>Utsman bin Affan</title><content type='html'>Utsman bin Affan ra berasal dari keluarga kaya raya dari silsilah Bani Umayyah. Sejak kecil Utsman telah mendapat pendidikan membaca dan menulis dari keluarganya. Selain berpendidikan Utsman bin Affan dikenal pula sebagai seorang yang memiliki akhlakul karimah. Tak hanya ketika ia berada dalam naungan Islam namun juga sebelumnya. Rasulullah SAW sendiri menggambarkan Utsman bin Affan ra sebagai pribadi yang paling jujur dan rendah hati diantara kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan hidupnya Utsman bin Affan berhasil menjadi seorang saudagar kaya raya. Namun kesederhanaan tetap melingkupi hati beliau. Dalam satu riwayat dikisahkan bahwa Utsman senang menjamu orang banyak dengan hidangan mewah bagaikan hidangan kaum bangsawan. Namun di rumahnya beliau hanya memakan roti dengan minyak atau cuka. Dikisahkan pula bahwa Utsman ra pernah berpidato di atas mimbar memakai sehelai kain kasar dan kopiah seharga lima dirham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utsman bin Affan memiliki julukan Dzun Nurain yang berarti yang memiliki dua cahaya. Julukan ini didapat karena Utsman telah menikahi puteri kedua dan ketiga dari Rasullah SAW yaitu Ruqayah dan Ummu Kaltsum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan Utsman dengan Ruqayah terjadi ketika Ruqayah diceraikan oleh suaminya terdahulu yang bernama Utbah. Utbah merupakan putra Abdul Uzza bin Abdul Muthallib atau yang lebih dikenal dengan Abu Lahab. Perceraian ini dilakukan atas desakan Abu Lahab dan istrinya, Ummu Jamil, untuk menghina dan merendahkan keluarga Rasulullah SAW. Untuk meringankan beban Rasulullah dan keluarganya Utsman kemudian melamar Ruqayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Ruqayah, Utsman menjadi suami-istri pertama dari kalangan kaum muslimin yang berhijrah ke Habasyah. Lama tak terdengar kabar dari mereka berdua. Sampai seorang Quraisy memberikan kabar kepada Rasulullah bahwa ia telah melihat Utsman bin Affan ra dengan Ruqayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana keadaan mereka berdua?" tanya Nabi.&lt;br /&gt;"Menantumu sedang menuntun keledai yang ditunggangi oleh istrinya yang sedang hamil," jawab si Quraisy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan kabar bahwa keadaan di Mekah telah aman bagi kaum muslimin, muhajirin yang berada di Habasyah pun kembali ke Mekah. Termasuk Utsman bin Affan dan Ruqayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan ini tak lama menetap di Mekah karena kembali berhijrah ke Madinah. Saat berada di Madinah Ruqayah menderita penyakit campak. Keadaannya diperparah dengan kesedihan yang mendalam atas kepergian ibundanya, Khadijah ra dan anaknya Abdullah yang baru berusia 6 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama Ruqayah terbaring sakit, Utsman selalu berada di sisi istrinya dan mengurusnya dengan lemah lembut dan penuh kesabaran. Bersamaan dengan itu kaum muslimin diseru untuk bergabung menghadapi perang Badar. Hati Utsman bimbang. Tak tega rasanya ia meninggalkan istrinya yang tengah terbaring sakit. Akhirnya Rasulullah mengizinkan Utsman tetap di rumah untuk mengurus istrinya. Utsman mendampingi istrinya sampai Ruqayah wafat. Tak lama ia menikah lagi dengan Ummu Kaltsum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utsman bin Affan ra menjabat sebagai khalifah menggantikan Umar bin Khatab ra tepatnya pada tahun 23 H. Selama masa pemerintahan Utsman bin Affan kekhalifahan Islam berhasil diperluas mulai dari wilayah Armenia, Kaukasia, Khurasan, Kirman, Sijistan, Cyprus sampai Afrika Utara. Utsman juga telah berjasa memperbanyak salinan Al-Qur'an dan menyebarkannya ke berbagai wilayah kekuasaan Islam. Di bawah pemerintahan Utsman bin Affan pulalah kaum muslimin memiliki gedung pengadilan tersendiri serta armada laut yang digunakan dalam perang Dzatu Sawari. Utsman juga memerintahkan perluasan Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masa pemerintahan Utsman berjalan 6 tahun terjadilah pemberontakan untuk menjatuhkan Utsman dari kursi kekhalifahan. Namun Utsman tak pernah memberantas para pemberontak tersebut. Kelemahlembutan hatinya menyebabkan ia mencoba menyelesaikan semuanya dengan komunikasi yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utsman wafat sebagai syahid pada hari Jumat tanggal 17 Dzulhijah 35 H ketika para pemberontak berhasil memasuki rumahnya dan membunuh Utsman. &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[ummigroup.co.id]&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-860582980032157440?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/860582980032157440/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=860582980032157440&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/860582980032157440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/860582980032157440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/03/utsman-bin-affan.html' title='Utsman bin Affan'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-5256006584916289230</id><published>2009-03-26T19:25:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T19:27:25.346+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat Rasulullah'/><title type='text'>Usamah bin Zaid</title><content type='html'>Kita sekarang kembali ke Makkah, tahun ketujuh sebelum hijriah. Ketika itu Rasulullah SAW sedang susah karena tindakan kaum Quraisy yang menyakiti beliau dan para sahabat. Kesulitan dan kesusahan berdakwah menyebabkan beliau senantiasa harus bersabar. Dalam suasana seperti itu, tiba-tiba seberkas cahaya memancar memberikan hiburan yang menggembirakan. Seorang pembawa berita mengabarkan kepada beliau, "Ummu Aiman melahirkan seorang bayi laki-laki." Wajah Rasulullah berseri karena gembira menyambut berita tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah bayi yang sangat berbahagia itu? Sehingga kelahirannya dapat mengobat hati Rasulullah yang sedang duka, berubah jadi gembira? Itulah dia USAMAH BIN ZAID! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat tidak merasa aneh bila Rasulullah bersuka cita dengan kelahiran bayi yang baru itu. Karena mereka tahu kedudukan kedua orang tuanya di sisi Rasulullah. Ibu bayi tersebut seorang wanita Habsy yang diberkati, terkenal dengan panggilan "Ummu Aiman". Sesungguhnya Ummu Aiman adalah bekas sahaya Ibunda Rasulullah, Aminah binti Wahab. Dialah yang mengasuh Rasulullah waktu kecil, selagi ibundanya masih hidup. Dan dia pulalah yang merawat sesudah ibunda wafat. Karena itu dalam kehidupan Rasulullah, beliau hampir tidak mengenal ibundanya yang mulia selain Ummu Aiman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menyayangi Ummu Aiman sebagaimana layaknya sayang anak kepada ibu. Dan beliau sering berucap, "Ummu Aiman adalah ibuku satu-satunya sesudah ibunda yang mulia wafat, dan satu-satunya keluargaku yang masih ada." Itulah ibu bayi yang beruntung ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun bapaknya adalah kesayangan (Hibb) Rasulullah, Zaid bin Haritsah. Rasulullah pernah mengangkat Zaid sebagai anak angkat beliau sebelum ia Islam. Dia menjadi sahabat beliau tempat mempercayakan segala rahasia. Dan dia menjadi salah seorang anggota yang beliau kasihi dalam Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum muslimin turut gembira dengan kelahiran Usamah bin Zaid, melebihi kegembiraan mereka atas kelahiran bayi-bayi lainnya. Hal itu bisa terjadi, karena tiap-tiap sesuatu yang disukai Rasulullah adalah juga mereka sukai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beliau gembira mereka pun turut gembira pula. Bayi yang sangat beruntung itu mereka panggil "Al Hibb wa Ibnil Hibb" (Kesayangan, anak kesayangan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum muslimin tidak berlebih-lebihan memanggil Usamah yang masih bayi itu dengan panggilan tersebut. Karena memang Rasulullah sangat menyayangi Usamah, sehingga dunia seluruhnya sangat menyayangi Usamah, sehingga dunia seluruhnya agaknya iri hati karenanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usamah sebaya dengan cucu Rasulullah "Hasan bin Ali bin Abu Thalib." Hasan berkulit putih, tampan bagaikan bunga yang mengagumkan. Dia sangat mirip dengan kakeknya, Rasulullah SAW. Usamah kulitnya hitam, hidung pesek, sangat mirip dengan ibunya wanita Habsy. Namun begitu, kasih sayang Rasulullah kepada keduanya tiada berbeda. Beliau sering mengambil Usamah, lalu beliau letakkan di salah satu paha beliau. Kemudian beliau ambil pula Hasan, maka diletakkannya pula di paha yang satu lagi. Kemudian kedua anak itu dirangkulnya bersama-sama ke dadanya, seraya berkata, "Wahai Allah! Saya menyayangi kedua anak ini, maka sayangi pula mereka." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sayangnya Rasulullah kepada Usamah, pada suatu kali Usamah tersandung di bendul pintu, sehingga keningnya luka dan berdarah. Rasulullah menyuruh 'Aisyah, tetapi tidak mampu melakukannya. Karena itu beliau berdiri menghampiri Usamah, lalu beliau hisap darah yang keluar dari luka Usamah, kemudian beliau ludahkan, sesudah itu beliau bujuk Usamah dengan kata-kata manis yang menyejukkan, sehingga Usamah merasa tentram kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Rasulullah menyayangi Usamah waktu kecil, begitu pula sayang beliau kepadanya tatkala dia sudah besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakam bin Hazam, seorang pemimpin Quraisy pernah menghadiahkan pakaian mahal kepada Rasulullah. Pakaian itu dibeli Hakam di Yaman, dengan harga lima puluh dinar emas, dari Yazan seorang pembesar Yaman. Rasulullah enggan menerima hadiah Hakam, sebab ketika itu dia masih musyrik. Lalu pakaian itu dibeli oleh beliau kepadanya. Beliau memakainya hanya satu kali ketika hari Jum'at. Kemudian pakaian itu beliau berikan kepada Usamah. Usamah senantiasa memakainya pagi dan petang di tengah-tengah pemuda-pemuda Muhajirin dan Anshar sebayanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Usamah meningkat remaja, sudah kelihatan pada dirinya sifat-sifat dan pekerti yang mulia, yang memang pantas menjadikannya kesayangan Rasulullah. Dia cerdik dan pintar, berani luar biasa, bijaksana dan pandai meletakkan sesuatu pada tempatnya. Tahu menjaga kehormatan, senantiasa menjauhkan diri dari perbuatan tercela, pengasih dan dikasihi orang, taqwa, wara' dan mencintai Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terjadi perang Uhud, Usamah bin Zaid datang ke hadapan Rasulullah beserta serombongan anak-anak sebayanya, putera-putera para sahabat. Mereka ingin turut jihad fi sabilillah. Sebagian mereka diterima oleh Rasulullah dan sebagian lagi ditolak oleh beliau, karena usia mereka yang masih sangat muda. Usamah bin Zaid termasuk kelompok anak-anak yang tidak diterima. Karena itu Usamah pulang sambil menangis. Dia sangat sedih tidak diperkenankan turut berperang di bawah bendera Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perang Khandaq, Usamah bin Zaid datang pula bersama kawan-kawannya anak-anak remaja putera para sahabat. Usamah berdiri tegap di hadapan Rasulullah supaya kelihatan lebih tinggi, agar beliau memperkenankannya turut berperang. Rasulullah kasihan melihat Usamah yang keras hati ingin turut berperang. Karena itu beliau mengizinkannya. Usamah pergi berperang menyandang pedang, jihad fi sabilillah. Ketika itu dia baru berusia lima belas tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika terjadi perang Hunain, tentara muslim terdesak sehingga barisan mereka menjadi kacau balau. Tetapi Usamah bin Zaid tetap bertahan bersama-sama 'Abbas, paman Rasulullah, Sufyan bin Harits anak paman Usamah, dan enam orang lainnya dari para sahabat yang mulia. Dengan jumlah kecil yang terdiri dari orang-orang mukmin yang berani ini, Rasulullah berhasil mengembalikan kekalahan para sahabatnya menjadi kemenangan. Beliau berhasil menyelamatkan kaum muslim yang lari dari kejaran kaum musyrikin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perang Mut'ah, Usamah turut berperang di bawah pimpinan komando ayahnya, Zaid bin Haritsah. Umurnya ketika itu kira-kira delapan belas tahun. Usamah menyaksikan dengan mata kepala, bapaknya syahid di medan tempur sebagai syuhada. Tetapi Usamah tidak takut dan tidak pula mundur. Bahkan dia terus bertempur dengan gigih di bawah komando Ja'far bin Abi Thalib, sehingga Ja'far syahid pula di hadapan matanya. Usamah menyerbu di bawah komando Abdullah bin Rawahah, sampai pahlawan ini gugur pula menyusul kedua sahabatnya yang telah syahid lebih dahulu. Kemudian komando dipegang oleh Khalid bin Walid. Usamah bertempur di bawah komando Khalid. Dengan jumlah tentara yang tinggal sedikit, kaum muslimin akhirnya melepaskan diri dari cengkeraman tentara Rum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai peperangan, Usamah kembali ke Madinah dengan menyerahkan kematian ayahnya kepada Allah SWT. Jasad ayahnya ditinggalkan di bumi Syam (Syiria) dengan mengenang segala kebaikan almarhum yang telah diperagakannya di hadapan anaknya, Usamah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun ke sebelas Hijriah, Rasulullah menurunkan perintah supaya menyiapkan bala tentara untuk memerangi Rum. Dalam pasukan itu terdapat antara lain: Abu Bakar Shiddiq, Umar bin Khatthab, Sa'ad bin Abi Waqqash, Abu 'Ubaidah bin Jarrah, dan sahabat-sahabat lain yang tertua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah mengangkat Usamah bin Zaid yang muda remaja menjadi Panglima seluruh pasukan yang akan diberangkatkan. Ketika itu usia Usamah belum melebihi dua puluh tahun. Beliau memerintahkan Usamah supaya berhenti di Balqa' dan Qal'atut Daarum dekat Gazzah, termasuk wilayah kekuasaan Rum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika balatentara sedang bersiap-siap menunggu perintah berangkat, Rasulullah SAW sakit, dan semakin hari sakit beliau bertambah keras. Karena itu keberangkatan pasukan ditangguhkan menunggu keadaan Rasulullah membaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Usamah, "Tatkala sakit Rasulullah bertambah berat, saya datang menghadap beliau diikuti orang banyak. Setelah saya masuk, saya dapati beliau sedang diam tidak berkata-kata, karena sangat kerasnya sakit beliau. Tiba-tiba beliau mengangkat tangan dan meletakkannya ke tubuh saya. Saya tahu beliau memanggilku." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama kemudian, Rasulullah pulang ke Rahmatullah. Abu Bakar Shiddiq terpilih dan dilantik menjadi Khalifah. Khalifah Abu Bakar memerintahkan supaya meneruskan pengiriman tentara di bawah pimpinan Usamah bin Zaid, sesuai dengan rencana yang telah digariskan Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sekelompok kaum Anshar menghendaki supaya menangguhkan pemberangkatan pasukan. Mereka meminta 'Umar bin Khatthab membicarakannya dengan Khalifah Abu Bakar. Kata mereka, "Jika Khalifah tetap berkeras hendak meneruskan pengiriman pasukan sebagaimana dikehendakinya, kami mengusulkan Panglima pasukan, Usamah, yang masih muda remaja ditukar dengan tokoh yang lebih tua dan berpengalaman." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan 'Umar menyampaikan usul kaum Anshar itu. Abu Bakar bangun menghadapi 'Umar. Lalu ditariknya baju 'Umar seraya berkata dengan marah. "Hai putera Khatthab! Rasulullah telah mengangkat Usamah. Engkau tahu itu. Kini engkau menyuruhku membatalkan putusan Rasulullah. Demi Allah! Tidak ada cara begitu!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Umar kembali kepada orang banyak, mereka menanyakan bagaimana hasil pembicaraannya dengan Khalifah tentang usul mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata 'Umar, "Setelah saya sampaikan usul kalian kepada Khalifah, beliau menolak dan malahan saya kena marah. Saya dikatakan berani membatalkan keputusan Rasulullah!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan muslimin berangkat di bawah pimpinan Panglimanya yang masih muda remaja, Usamah bin Zaid. Khalifah Abu Bakar turut mengantarkannya berjalan kaki. Sedangkan Usamah menunggang kendaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Usamah, "Wahai Khalifah Rasulullah! Silahkan Anda naik kendaraan. Biarlah saya turun dan berjalan kaki!" &lt;br /&gt;Jawab Abu Bakar, "Demi Allah! Jangan turun! Demi Allah! Saya tak hendak naik kendaraan! Biarlah kaki saya kotor, sementara mengantar engkau berjuang fi sabilillah! Saya titipkan engkau, agama engkau, kesetiaan engkau, dan kesudahan perjuangan engkau kepada Allah. Saya berwasiat kepada engkau, laksanakan sebaik-baiknya segala perintah Rasulullah kepadamu!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Khalifah Abu Bakar lebih mendekat kepada Usamah. Katanya, "Jika engkau setuju biarlah 'Umar tinggal bersama saya. Izinkanlah dia tinggal untuk membantu saya." Usamah mengizinkan 'Umar tinggal untuk membantu Khalifah Abu Bakar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usamah terus maju membawa pasukan tentara yang dipimpinnya. Segala perintah Rasulullah kepadanya dilaksanakan sebaik-baiknya. Tiba di Balqa' dan Qal'atut Daarum, termasuk daerah Palestina, Usamah berhenti dan memerintahkan tentaranya berkemah. Kehebatan Rum dapat dihapuskan dari hati kaum muslimin. Lalu dibentangkannya jalan raya di hadapan mereka bagi penaklukan Syam (Syiria) dan Mesir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usamah berhasil kembali dari medan perang dengan kemenangan gilang gemilang. Mereka membawa harta rampasan yang banyak, melebihi perkiraan yang diduga orang. Sehingga dikatakan orang, "Belum pernah terjadi suatu pasukan tempur kembali dari medan tempur dengan selamat dan utuh dan berhasil membawa harta rampasan sebanyak yang dibawa pasukan Usamah bin Zaid." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usamah bin Zaid sepanjang hidupnya berada di tempat terhormat dan dicintai kaum muslimin. Karena dia senantiasa mengikuti sunnah Rasulullah dengan sempurna, serta memuliakan pribadi Rasul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Umar bin Khattab pernah diprotes oleh puteranya Abdullah bin 'Umar, karena melebihi jatah Usamah dari jatah 'Abdullah sebagai putera Khalifah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata 'Abdullah bin 'Umar, "Wahai Bapak! Bapak menjatahkan untuk Usamah empat ribu, sedangkan kepada saya hanya tiga ribu. Padahal jasa bapaknya, agaknya tidak akan lebih banyak daripada jasa Bapak sendiri. Begitu pula pribadi Usamah, agaknya tidak ada keistimewaannya daripada saya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Khalifah 'Umar, "Wah! Jauh sekali! Bapaknya lebih disayangi Rasulullah daripada bapak kamu. Dan pribadi Usamah lebih disayangi Rasulullah daripada dirimu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar keterangan ayahnya, 'Abdullah bin 'Umar kemudian menyapa Usamah dengan ucapan "Marhaban yaa amiri!" (Selamat wahai komandanku!). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada orang yang heran dengan sapaan Abdullah bin Umar tersebut, maka dia menjelaskan. "Rasulullah pernah mengangkat Usamah menjadi komandan saya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada para sahabat yang memiliki jiwa dan kepribadian agung seperti mereka ini. &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[fosmil.org]&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-5256006584916289230?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/5256006584916289230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=5256006584916289230&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/5256006584916289230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/5256006584916289230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/03/usamah-bin-zaid.html' title='Usamah bin Zaid'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-6961158941799450820</id><published>2009-03-26T19:20:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T19:23:55.260+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat Rasulullah'/><title type='text'>Sa'ad bin Abi Waqash</title><content type='html'>Diantara dua pilihan. Itulah mungkin kata yang tepat mewakili awal kisah dari Sa'ad bin Malik za-Zuhri alias Sa'ad bin Abi Waqash. Menurut Sa'ad bin Abi Waqash, mencintai orang tua bukan berarti harus mengorbankan prinsip hidup. Itu dilakukannya saat dia telah menerima Islam yang diajarkan oleh Rasulullah, kemudian dia yakini, bahwa hanya Islamlah yang bisa membuat dirinya dan hidupnya bahagia ketimbang kembali menyembah berhala. Lihatlah statementnya, yang sering dijumpai di sirah-sirah "Duhai bunda, meskipun ada seratus nyawa dalam diri bunda, dan terurai nyawa itu satu per satu, aku akan tetap pada agamaku. Sekarang terserah bunda, apakah hendak meneruskan perbuatan bunda atau hendak makan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Sa'ad yang sangat mencintai Sa'ad juga, merasa kehilangan ketika anaknya lari meninggalkan sesembahan nenek moyang, dan menyembah Allah serta mentaati Rasulullah. Untuk meluluhkan hati Sa'ad, ibundanya mengambil sikap untuk mogok makan, tapi nyatanya tak berkutik sedikitpun sikap Sa'ad untuk meninggalkan Agama Islam yang dibawa Rasulullah, mesikipun ia juga mencintai Ibundanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Sa'ad juga dikenal sebagai anggota pasukan berkuda yang lihai dan gagah berani. Soal memanah, dia adalah nomor satu. Ada dua peristiwa yang menjadikan Sa'ad selalu dikenang dan istimewa, pertama dialah yang pertama melepas anak panah untuk membela Agama Allah, sekaligus orang pertama yang tertembus anak panah dalam membela Agama Allah. Kedua, Sa'ad adalah satu-satunya orang yang dijamin oleh Rasulullah dengan jaminan kedua orang tua beliau. Sabda Rasulullah SAW pada saat perang Uhud : "Panahlah hai Sa'ad! Ibu Bapakku menjadi jaminan bagimu...." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap peperangan, siapapun panglimanya, jika ada Sa'ad didalamnya maka pasukan akan merasa tenang. Bukan hanya karena kehebatannya dalam peperangan yang menciutkan hati musuh, tapi juga ketaqwaanya yang luhurlah, yang menjadi hati sahabat lain menjadi tenang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat perang Qadishiyyah, Amirul mukminin Umar bin Khaththab ra mengangkat Sa'ad sebagai Panglima perang untuk melawan adidaya Persia pada saat itu, ketika Sa'ad mengirim utusan untuk berdiplomasi dengan Rustum (panglima perang persia) yang akhirnya negoisasi itu berlangsung alot, dan muncullah pernyataan dari delegasi kaum muslimin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah telah memilih kami untuk membebaskan hamba-hambaNya yang dikehendaki-Nya dari pemujaan berhala kepada pengabdian kepada Allah, dari kesempitan dunia kepada keluasannya, dan dari kedhaliman penguasa kepada keadilan Islam. Maka siapa yang bersedia menerima itu dari kami, kami terima pula kesediannya dan kami biarkan mereka. Tapi siapa yang memerangi kami, kami perangi pula mereka hingga kami mencapai apa yang telah dijanjikan Allah...!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang dijanjikan oleh Allah itu?" tanya Rustum. "Surga bagi kami yang mati syahid, dan kemenangan bagi kami yang hidup", timpal Sa'ad.&lt;br /&gt;Sa'ad pun bangkit dan menggelorakan semangat jihad kaum muslimin, peperanganpun terjadi. Rustum dan pasukannya menuai kekalahan, Persia yang adidaya itu akhirnya jatuh juga di tangan kaum muslimin. &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[diedit dari islamuda.com]&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-6961158941799450820?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/6961158941799450820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=6961158941799450820&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/6961158941799450820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/6961158941799450820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/03/saad-bin-abi-waqash.html' title='Sa&apos;ad bin Abi Waqash'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-7851813857456324228</id><published>2009-03-26T19:09:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T19:17:40.977+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat Rasulullah'/><title type='text'>Rabi'ah bin Ka'ab</title><content type='html'>Rabi'ah bin Ka'ab bercerita tentang riwayat hidupnya dalam Islam. Katanya, "Dalam usia muda jiwaku sudah cemerlang dengan cahaya iman. Hati kecilku sudah penuh berisi pengertian dan pemahaman tentang Islam. Pertama kali aku berjumpa dengan Rasulullah SAW, aku langsung jatuh cinta kepada beliau dengan seluruh jiwa ragaku. Aku sangat tertarik kepadanya, sehingga aku berpaling kepada beliau seorang dari yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari hati kecilku berkata, "Hai Rabi'ah! Mengapa engkau tidak berusaha untuk berkhidmat menjadi pelayan kepada Rasulullah SAW? Cobalah usahakan. Jika beliau menyukaimu engkau pasti akan bahagia berada di samping beliau dalam mencintainya dan akan beroleh keuntungan di dunia dan akhirat." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat desakan hati, aku segera mendatangi Rasulullah SAW dengan penuh harapan semoga beliau menerimaku untuk berkhidmat kepadanya. Ternyata harapanku tidak sia-sia. Beliau menyukai dan menerimaku menjadi pelayannya. Sejak hari itu aku senantiasa di samping beliau, selalu berada di bawah bayang-bayangnya. Aku ikut kemana beliau pergi dan selalu siap dalam lingkungan tempat beliau berada. Bila beliau mengedipkan mata ke arahku, aku segera berada di hadapannya. Bila beliau membutuhkan sesuatu, aku sudah siap sedia melayaninya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melayani beliau sepanjang hari sampai habis waktu Isya' yang terakhir. Ketika beliau pulang ke rumahnya hendak tidur, barulah aku berpisah dengannya. Tetapi, hatiku selalu berkata, "Hendak ke mana engkau hai Rabi'ah? Mungkin Rasulullah membutuhkanmu tengah malam." Karena itu aku duduk di muka pintu beliau dan tidak pergi jauh dari bendul rumahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengah malam beliau bangun untuk shalat. Sering kali aku mendengar beliau membaca surat Al-Fatihah. Beliau senantiasa membacanya berulang-ulang sejak dari pertengahan malam ke atas. Setelah mataku mengantuk benar, barulah aku pergi tidur. Sering pula aku mendengar beliau membaca, "Sami'allaahu liman hamidah." Kadang-kadang beliau membacanya ulang dengan tempo yang lebih lama daripada jarak ulangan membaca Al-Fatihah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi kebiasaan Rasulullah SAW, jika seorang berbuat baik kepadanya, beliau lebih suka membalasnya dengan yang paling baik. Begitulah, beliau membalas pula pelayananku kepadanya dengan yang paling baik. Pada suatu hari beliau memanggilku seraya berkata, "Hai Rabi'ah bin Ka'ab!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya, ya Rasulullah!" jawabku sambil bersiap-siap menerima perintah beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah permintaanmu kepadaku, nanti kupenuhi," kata beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diam seketika sambil berpikir. Sesudah itu aku berkata, "Ya Rasulallah, berilah aku sedikit waktu untuk memikirkan apa sebaiknya yang akan kuminta. Setelah itu akan kuberitahukan kepada Anda." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah kalau begitu," jawab Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku seorang pemuda miskin, tidak berkeluarga, tidak punya harta dan tidak punya rumah tinggal di shuffatul masjid (emper masjid), bersama-sama dengan kawan senasib, yaitu orang-orang fakir kaum muslimin. Masyarakat menyebut kami "dhuyuful Islam" (tamu-tamu) Islam. Bila seorang muslim memberi sedekah kepada Rasulullah, sedekah itu diberikan beliau kepada kami seluruhnya. Bila ada yang memberikan hadiah kepada beliau, diambilnya sedikit dan lebihnya diberikan beliau kepada kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsuku mendorong supaya aku meminta kekayaan dunia kepada beliau, agar aku terbebas dari kefakiran seperti orang-orang lain yang menjadi kaya, punya harta, istri, dan anak. Tetapi, hati kecilku berkata, "Celaka engkau, hai Rabi'ah bin Ka'ab! Dunia akan hilang lenyap dan rezkimu di dunia sudah dijamin Allah, pasti ada. Padahal, Rasulullah SAW yang berada dekat Rabnya, permintaannya tak pernah ditolak. Mintalah supaya beliau mendoakan kepada Allah kebajikan akhirat untukmu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku mantap dan merasa lega dengan permintaan seperti itu. Kemudian aku datang kepada Rasulullah, lalu beliau bertanya, "Apa permintaanmu, wahai Rabi'ah?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabku, "Ya Rasulullah! aku memohon semoga Anda sudi mendoakan kepada Allah Taala agar aku teman Anda di surga." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak lama juga Rasulullah SAW terdiam. Sesudah itu barulah beliau berkata, "Apakah tidak ada lagi permintaamu yang lain?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabku, "Tidak, ya Rasulullah! rasanya tidak ada lagi permintaan yang melebihi permintaan tersebut bagiku." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu bantulah saya dengan dirimu sendiri. Banyak-banyaklah kamu sujud," kata Rasulullah. Sejak itu aku bersungguh-sungguh beribadah, agar mendapatkan keuntungan menemani Rasulullah di surga, sebagaimana keuntunganku melayani beliau di dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama kemudian Rasulullah SAW memanggilku, katanya, "Apakah engkau tidak hendak menikah, hai Rabi'ah?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabku, "Aku tidak ingin ada sesuatau yang menggangguku dalam berkhidmat kepada Anda, ya Rasulullah. Di samping itu, aku tidak mempunyai apa-apa untuk mahar kawin, dan untuk kelangsungan hidup atau tegaknya rumah tangga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah diam saja mendengar jawabanku. Tidak lama kemudian beliau memanggilku kali yang kedua. Kata beliau, "Apakah engkau tidak hendak menikah, ya Rabi'ah?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjawab seperti jawaban yang pertama. Tetapi setelah aku duduk sendiri, aku menyesal. Aku berkata kepada diri sendiri, "Celaka engkau hai Rabi'ah! Mengapa engkau menjawab begitu? Bukankah Rasulullah lebih tahu apa yang baik bagimu mengenai agama maupun dunia, dan beliau lebih tahu daripada kamu tentang dirimu sendiri? Demi Allah jika Rasulullah memanggilku lagi dan bertanya masalah kawin, akan kujawab, ya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak berapa lama kemudian Rasululah SAW menanyakan kembali, "Apakah engkau tidak hendak menikah, hai Rabi'ah?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabku, "Tentu, ya Rasulullah! Tetapi, siapakah yang mau kawin denganku, keadaanku seperti yang Anda maklumi." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Rasululah SAW, "Temuilah keluarga Fulan. Katakan kepada mereka Rasulullah menyuruh kalian supaya menikahkan anak perempuan kalian, si Fulanah dengan engkau." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan malu-malu aku datang ke rumah mereka. Lalu kukatakan, "Rasulullah mengutusku ke sini, kalian mengawinkan denganku anak perempuan kalian si Fulanah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabku, "Ya, si Fulanah?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata mereka, "Marahaban, bi Rasulilah, wa marhaban bi rasuli Rasulillah!" (Selamat datang ya Rasulullah dan dan selamat datang utusan Rasulullah. Demi Allah! Utusan Rasulullah tidak boleh pulang, kecuali setelah hajatnya terpenuhi!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, mereka nikahkan aku dengan anak gadisnya. Sesudah itu aku datang menemui Rasulullah SAW. Kataku, "Ya Rasulullah! aku telah kembali dari rumah keluarga yang baik. Mereka mempercayaiku, menghormatiku, dan menikahkan anak gadisnya denganku. Tetapi, bagaimana aku harus membayar mahar mas kawinnya?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah memanggil Buraidah ibnu al-Kasib, seorang sayyid di antara beberapa sayyid dalam kaumku, Bani Aslam. Kata beliau, "Hai, Buraidah! kumpulkan emas seberat biji kurma, untuk Rabi'ah bin Ka'ab!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka segera melaksanakan perintah Rasulullah SAW tersebut. Emas sudah terkumpul untukku. Kata Rasulullah kepadaku, "Berikan emas ini kepada mereka. Katakan, "Ini mahar kawin anak perempuan kalian." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pergi mendapatkan mereka, lalu kuberikan emas itu sebagaimana dikatakan Rasulullah. Mereka sangat senang dan berkata, "Bagus, banyak sekali!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali menemui Rasulullah SAW. Kataku, "Belum pernah kutemui suatu kaum yang sebaik itu. Mereka senang sekali menerima emas yang aku berikan. Walaupun sedikit, mereka mengatakan, "Bagus, banyak sekali!" Sekarang, bagaimana pula caranya aku mengadakan kenduri, sebagai pesta perkawinanku? Dari mana aku akan mendapatkan biaya, ya Rasulullah?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah berkata kepada Buraidah, "Kumpulkan uang seharga seekor kibasy, beli kibasy yang besar dan gemuk!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah berkata kepadaku, "Temui Aisyah Minta kepadanya gandum seberapa ada padanya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku datang menemui ''Aisyah Ummul Mukminin. Kataku, "Ya, Ummul Mukminin! Rasulullah menyuruhku minta gandum seberapa yang ada pada ibu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Aisyah menggantangi gandum yang tersedia itu di rumahnya. Katanya, "Inilah yang ada pada kami, hanya ada tujuh gantang. Demi Allah! tidak ada lagi selain ini, bawalah!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pergi ke rumah istriku membawa kibasy dan gandum. Kata mereka, "Biarlah kami yang memasak gandum. Tetapi kibasy, sebaiknya Anda serahkan kepada kawan-kawan Anda memasaknya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan beberapa orang suku Aslam mengambil kibasy tersebut, lalu kami sembelih dan kuliti, sesudah itu kami masak bersama-sama. Kini sudah tersedia roti dan daging untuk kenduri perkawinanku, beliau datang memenuhi undanganku. Alhamdulillah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Rasulullah menghadiahkan sebidang kebun kepadaku, berbatasan dengan kebun Abu Bakar Shidiq. Dunia kini memasuki kehidupanku. Sehingga, aku sempat berselisih dengan sahabat senior Abu Bakar Shidiq, mengenai sebatang pohon kurma. Kataku kurma itu berada dalam kebunku, jadi milikku. Kata Abu bakar, tidak, kurma itu berada dalam kebunnya dan menjadi miliknya. Aku tetap ngotot dan membantahnya, sehingga dia mengucapkan kata-kata yang tak pantas didengar. Setelah dia sadar atas keterlanjurannya mengucapkan kata-kata tersebut, dia menyesal dan berkata kepadaku, "Hai Rabi'ah! Ucapkan pula kata-kata seperti yang saya lontarkan kepadamu, sebagai hukuman (qishash) bagiku!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabku, "Tidak! Aku tidak akan mengucapkannya!" Kata Abu Bakar, "Saya adukan kamu kepada Rasulullah, kalau engkau tidak mau mengucapkannya!" Lalu dia pergi menemui Rasulullah SAW. Aku mengikutinya dari belakang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaumku Bani Aslam mencela sikapku. Kata mereka, "Bukankah dia yang memakimu terlebih dahulu? Kemudian dia pula yang mengadukanmu kepada Rasulullah?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabku kepada mereka, "Celaka kalian! Tidak tahukah kalian siapa dia? Itulah "Ash-Shidiq", sahabat terdekat Rasulullah dan orang tua kaum muslimin. Pergilah kalian segera sebelum dia melihat kalian ramai-ramai di sini. Aku khawatir kalau-kalau dia menyangka kalian hendak membantuku dalam masalah ini sehingga dia menjadi marah. Lalu dalam kemarahannya dia datang mengadu kepada Rasulullah. Rasulullah pun akan marah karena kemarahan Abu Bakar. Karena kemarahan beliau berdua, Allah akan marah pula, akhirnya si Rabi'ah yang celaka?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kata-kataku mereka pergi. Abu Bakar bertemu dengan Rasululah SAW, lalu diceritakannya kepada beliau apa yang terjadi antarku dengannya, sesuai dengan fakta. Rasulullah mengangkat kepala seraya berkata padaku, "Apa yang terjadi antaramu dengan Shiddiq?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabku, "Ya Rasulullah! Beliau menghendakiku mengucapkan kata-kata makian kepadanya, seperti yang diucapkannya kepadaku. Tetapi, aku tidak mau mengatakannya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Rasulullah, "Bagus!" Jangan ucapkan kata-kata itu. Tetapi, katakanlah, "Ghaffarallaahu li abi bakar." (Semoga Allah mengampuni Abu Bakar). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu bakar pergi dengan air mata berlinang, sambil berucap, "Jazaakallaahu khairan, ya Rabi'ah bin Ka'ab." (Semoga Allah membalas engkau dengan kebajikan, hai Rabi'ah bin Ka'ab). (Kepahlawanan Generasi Sahabat Rasulullah - Dr. Abdur Rahman Ra'fat Basya)&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[agus-haris.net]&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-7851813857456324228?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/7851813857456324228/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=7851813857456324228&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/7851813857456324228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/7851813857456324228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/03/rabiah-bin-kaab.html' title='Rabi&apos;ah bin Ka&apos;ab'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-2081962543142327098</id><published>2009-03-26T19:00:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T19:09:11.190+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat Rasulullah'/><title type='text'>Mush'ab bin Umair</title><content type='html'>Sahabat Rasul yang satu ini berasal dari suku Quraisy, sama seperti Nabi Muhammad SAW. Selain penampilan sewaktu mudanya yang tampan dan rupawan, ia pun dibesarkan dalam keadaan yang serba kecukupan dan dimanjakan oleh kedua orang tuanya. Tak mengherankan jikalau ia menjadi buah bibir gadis-gadis Mekkah dan bintang di tempat-tempat pertemuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keislaman Mush'ab bin Umair diawali ketika ia mendengar tentang muhammad SAW yang mendakwahkan dirinya sebagai Rasulullah dan mengajak manusia untuk beribadah kepada Allah yang Esa. Setelah mendengar Rasulullah sering mengadakan pertemuan dengan para sahabatnya di rumah Arqam bin Abil Arqam, ia pun menyempatkan diri mengikuti majelis yang di dalamnya dibacakan ayat-ayat Al Qur'an. Wahyu yang kala itu dibacakan oleh Rasulullah didengar oleh Mush'ab hingga merasuki hatinya dan menjadi jalan hidayah Allah kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk beberapa saat lamanya, Mush'ab menyembunyikan keislamannya. Namun suatu ketika ada seseorang yang melihat gelagat Mush'ab sebagai orang yang telah mengikuti agama Muhammad dan memberitahukan hal ini kepada ibunya. Sejak peristiwa ini cobaan terhadap keimanan sang pemuda pun mulai datang silih berganti. Mulai dari ibunya yang kemudian memenjarakannya di sebuah tempat terpencil, dua kali hijrah ke Habsyi, hingga pengusiran oleh ibunya yang tidak lagi sudi menganggapnya sebagai anak kandung. Ini juga berarti akhir dari kehidupan mewah dan perlente pemberian orang tuannya yang selama ini dinikmatinya. Begitulah, pemuda rupawan ini lebih memilih hidup miskin dan sengsara, dengan pakaiannya yang kasar dan usang, sehari makan dan beberapa hari lapar demi cintanya pada Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari pernah beberapa orang Muslimin duduk di sekeliling Rasulullah SAW. Ketika mereka memandang Mush'ab, mereka menundukkan kepala dan memejamkan mata. Sebagian dari mereka tak kuasa menahan air mata karena rasa ibanya terhadap Mush'ab. Akan tetapi Rasulullah SAW melihat Mush'ab dengan pandangan penuh arti, rasa cinta kasih dan syukur. Sambil tersenyum beliau berkata : "Dahulu saya melihat Mush'ab ini tak ada yang mengimbangi dalam memperoleh kesenangan dari orang tuannya, kemudian ditinggalkannya semua itu demi cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah keadaan Mush'ab. Namun berkurangnya atau hilangnya kemewahan dunia pada dirinya justru berakibat pada peningkatan pengabdiannya pada Allah dan Rasul-nya. Tercatat sumbangsihnya yang teramat besar bagi penegakkan kalimat Allah di muka bumi. Ia menjadi duta pertama Rasul yang diutus untuk berdakwah kepada masyarakat Madinah. Dengan sifat zuhud, kejujuran, dan kesungguhan hati, ia berhasil melunakkan dan menawan hati penduduk Madinah hingga mereka berbondong-bondong masuk Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perang Uhud melawan kaum musyrik, Mush'ab mendapat kehormatan dari Rasulullah SAW untuk membawa bendera kaum Muslimin. Perang ini berlangsung sedemikian dahsyat hingga sejumlah sahabat terkemuka gugur untuk menemui Rabb mereka, tak terkecuali Mush'ab. Seusai pertempuran. Rasulullah SAW dan para sahabat datang meninjau medan pertempuran untuk mengucapkan perpisahan kepada para syuhada. Ketika mereka mendapati jasad Mush'ab, bercucuranlah air matanya. Berkatalah Khabbah Ibnul 'Urrat : "Kami hijrah di jalan Allah bersama Rasulullah SAW dengan mengharap keridhaan-Nya, hingga pastilah sudah pahala di sisi Allah. Di antara kami ada yang telah berlalu sebelum menikmati sedikitpun juga pahala di dunia ini. Termasuk Mush'ab bin Umair yang gugur di Uhud ini." Tak sehelai pun kain untuk menutupinya selain sehelai burdah. Andainya ditaruh di atas kepalanya, terbukalah kedua belah kakinya. Sebaliknya bila ditutupkan ke kakinya, terbukalah kepalanya. Sehingga Rasulullah bersabda, "Tutupkanlah kebagian kepalanya, dan kakinya tutupilah dengan rumput kizir." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah. Kisah ini sepertinya mengajarkan kepada kita untuk tidak terlalu terlena dan terpedaya oleh segala kemewahan dunia yang Allah berikan. Bagaimanapun juga kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah di atas segala-galanya. Seolah kisah diatas berpesan kepada kita, "Biarlah dunia berpisah denganmu, asalkan sang Pemilik dunia dan akhirat menghampirimu". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran lain yang menarik adalah bagaimana Rasulullah SAW bersikap terhadap Mush'ab di saat sejumlah kaum Muslimin justru merasa iba melihat kondisi penampilan Mush'ab yang jauh lebih melarat dari sebelumnya. Ketika sebagian sahabat sedih dan menangis, Rasulullah SAW justru bersyukur dan tersenyum. Yah begitulah, manusia hendaknya melihat lebih dari sekedar sisi penampakan lahir dalam menilai seseorang. [Tabloid MQ EDISI 9/TH.I/JANUARI 2001]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-2081962543142327098?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/2081962543142327098/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=2081962543142327098&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/2081962543142327098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/2081962543142327098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/03/mushab-bin-umair.html' title='Mush&apos;ab bin Umair'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-5497279852670129858</id><published>2009-03-26T18:57:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T18:59:07.906+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat Rasulullah'/><title type='text'>Khabab bin Arats</title><content type='html'>Panasnya api tak membuat luluh keimanannya. Justru ia kian merasa bahagia atas luka-lukanya membela Nabi Allah. Direlakannya lehernya sebagai jaminan kebenaran dan kemuliaan risalah yang dibawa Rasulullah SAW. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah Khabbab bin Arats, seorang pandai besi yang meskipun tadinya ia seorang budak, ia bisa bergaul dengan semua kalangan. Pemuka-pemuka Quraisy pun seringkali memesan pedang kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, datang ke rumahnya beberapa orang Quraisy mengambil pesanan senjata. Kebetulan Khabbab sedang tidak ada. Setelah ditunggui beberapa lama, akhirnya Khabbab datang. dengan penuh suka cita, ia langsung saja bercerita bahwa ia baru saja pulang dari rumah Arqam, di sana ia bertemu dengan Rasulullah. Dengan kegembiraan yang terpancar dari wajahnya, diceritakannya perilaku Rasulullah yang begitu menarik hingga membuatnya terkagum-kagum dan mendorongnya untuk masuk Islam. Khabbab pun sempat mengucapkan syahadat di hadapan teman-teman Quraisy-nya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegembiraannya ini menjadikannya lupa sedang berada dimana dirinya. Ia tidak sadar dengan apa yang terjadi dengannya. Tahu-tahu ia telah terkapar pingsan. Begitu terbangun, didapatinya sekujur tubuhnya telah bersimbah darah karena luka. Sambil menahan nyeri ia bertanya-tanya dalam hati, apa gerangan yang akan dihadapinya setelah itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sya'bi, salah satu kawan sependeritaan Khabbab, menggambarkan kegilaan orang-orang Quraisy yang menyiksa Khabbab. 'Orang-orang kafir itu datang kepada Khabbab dan menyeretnya keluar kemudian menindihnya dengan batu yang membara, hingga meluluhkan dagingnya. Namun hati Khabbab tak sedikitpun terpengaruh, justru membuat ia semakin yakin akan kebenaran risalah yang diikutinya.' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatnya yang lain menceritakan bahwa orang-orang kafir itu datang ke rumah Khabbab. Mereka membakar besi-besi yang hendak dijadikan pedang. Kemudian setelah membara mereka guanakan untuk tiang mengikat tangan, kaki, berikut tubuh Khabbab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah pernah menyaksikan kekejaman orang kafir terhadap Khabbab, namun pada saat itu tidak ada yang bisa diperbuat mengingat umat Islam masih sangat minoritas. Rasulullah SAW hanya bisa berdo'a agar Allah memberikan pertolongan-Nya sambil meminta yang bersangkutan bersabar. Harapan Rasulullah terbukti. Ummi Ammar yang seperti kesetanan menyiksa Khabbab, tak lama kemudian terkena penyakit panas yang aneh. Penyakit itu bisa berkurang kalau setiap pagi dan petang punggung dan kepalanya disetrika dengan besi yang membara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khabbab termasuk salah satu generasi pertama sahabat Rasul. Selain ahli ibadah, ia juga seorang guru ngaji yang Rasulullah sendiri pernah mengatakan, "Barang siapa ingin membaca al Qur'an, hendaklah ia meniru bacaan Khabbab Ibnu Ummi Abdin". Khabbab mendapatkan kelebihannya itu untuk mengajar orang-orang yang masuk Islam. Khabbab jugalah yang mengajar Fatimah binti Khattab (saudara perempuan Umar bin Khattab) dan suaminya membaca Al Qur'an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhir hayat Rasulullah, Khabbab tidak pernah ketinggalan untuk pergi berperang. Pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab dimana saat itu keadaan baitul maal sudah membaik, Khabbab mendapatkan gaji yang cukup besar. Walaupun begitu ia tidak pernah lupa untuk bersedekah. sampai-sampai ia membuat tempat untuk menyimpan uang tepat di ruang tamu dan tidak pernah ia tutup dengan selembar benang pun, karena memang disediakannya untuk para tamu yang membutuhkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kebiasaan aneh yang tetap tak bisa dihindarinya dalam kondisi banyak harta seperti itu. Ia begitu sering menangis. Masih kurangkah gajinya? "Sesungguhnya saya tidak merasa kekurangan. Justru kelebihan itulah yang mengingatkan saya kepada para sahabat yang telah meninggalkan kita dengan membawa semua amalnya, sebelum mendapatkan ganjaran di dunia. Sedangkan kita masih hidup dan mendapat kekayaan yang melimpah hingga tak ada tempat untuk menyimpannya lagi kecuali di tanah..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallaah... kalau iman yang berkata, seolah dunia ini tidak ada apa-apanya, yang ada hanya Allah dan Rasul-Nya. &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[Tabloid MQ EDISI 2/TH.II/JUNI 2001]&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-5497279852670129858?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/5497279852670129858/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=5497279852670129858&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/5497279852670129858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/5497279852670129858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/03/khabab-bin-arats.html' title='Khabab bin Arats'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-498186599025427853</id><published>2009-03-26T18:56:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T18:57:17.684+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat Rasulullah'/><title type='text'>Ikrimah bin Abu Jahl</title><content type='html'>Ikrimah bin Abu Jahl akan datang ke tengah-tengah anda sebagai Mukmin dan Muhajir. Karena itu, janganlah anda memaki ayahnya. Sebab memaki orang yang sudah meninggal berarti menyakiti orang yang hidup, padahal makian itu tidak terdengar oleh orang yang sudah meninggal." Demikian, Rasulullah SAW berpesan kepada kaum Muslimin berkaitan dengan ke-Islaman Ikrimah bin Abu Jahl. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikrimah berusia 30 tahun ketika Rasulullah SAW mulai menyampaikan da'wah Islam secara terbuka. Ia adalah seorang bangsawan Quraisy yang dihormati, kaya, dan berasal dari keturunan darah biru. Kalaulah tidak terhalang oleh sikap ayahnya yang sangat keras menentang Islam, agaknya ia telah masuk Islam lebih awal, sebagaimana putra-putra Mekkah yang berpandangan luas dan maju, seperti Saad bin Abi Waqash dan Mus'ab bin Umair. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikrimah dikenal sebagai pemuda Quraisy yang gagah berani dan sebagai penunggang kuda yang sangat mahir dalam peperangan. Ia memusuhi Rasulullah hanya karena didorong oleh sikap kepemimpinan bapaknya yang sangat keras memusuhi Rasulullah. Karena itu, ia turut memusuhi beliau lebih keras dan menganiaya para shahabat lebih keras, kejam, dan bengis, untuk menyenangkan hati ayahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kematian ayahnya dalam Perang Badar, pandangan sikap Ikrimah terhadap kaum Muslimin berubah. Kalau dulu ia memusuhi kaum Muslimin lantaran untuk menyenangkan hati ayahnya, maka sekarang ia memusuhi Rasulullah SAW dan para shahabatnya karena dendam atas kematian ayahnya. Dan dendam itu ia lampiaskan dalam Perang Uhud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Perang Khandaq meletus, kaum Musyrikin Quraisy mengepung kota Madinah selama berhari-hari. Ikrimah bin Abu Jahl tak sabar dengan pengepungan yang membosankan itu. Lalu ia nekad menyerbu benteng kaum Muslimin. Usahanya sia-sia, bahkan merugikannya hingga ia lari terbirit-birit di bawah hujan panah kaum Muslimin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Fathu Makkah (penaklukan kota Mekkah), kaum Quraisy memutuskan tidak akan menghalangi Rasulullah dan para shahabatnya masuk kota Mekkah. Tapi Ikrimah dan beberapa orang pengikutnya tak mengindahkan keputusan itu. Mereka menyerang pasukan besar kaum Muslimin. Namun, serangan itu dapat dipatahkan oleh Panglima Khalid bin Walid. Ikrimah melarikan diri ke Yaman lantaran takut dihukum mati oleh Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Hakim, istri Ikrimah, menemui Rasulullah SAW untuk meminta grasi. Rasulullah memenuhi permohonan itu. Maka Ummu Hakim pun berangkat menyusul Ikrimah. Setelah bertemu dengan Ikrimah di tempat pengasingannya, Ummu Hakim membujuk suaminya agar mau kembali ke Mekkah. Ummu Hakim juga mengabarkan bahwa Rasulullah SAW telah mengampuni dan memaafkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ikrimah dan istrinya hampir tiba di kota Mekkah, Rasulullah SAW berkata kepada para shahabatnya, "Ikrimah bin Abu Jahl akan datang ke tengah-tengah anda sebagai Mukmin dan Muhajir. Karena itu, janganlah anda memaki ayahnya. Sebab memaki orang yang sudah meninggal berarti menyakiti orang yang hidup, padahal makian itu tidak terdengar oleh orang yang sudah meninggal." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ikrimah dan istrinya memasuki majelis Rasulullah SAW, beliau menyambutnya dengan sangat gembira. Ketika Rasulullah duduk kembali, Ikrimah duduk pula di hadapan beliau dan mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai tanda ke-Islamannya. Setelah itu, Ikrimah memohon kepada Rasulullah untuk mendoakannya agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa dan kesalahannya yang telah lalu. Rasulullah pun memenuhi permintaan Ikrimah itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka wajah Ikrimah pun berseri-seri. Kemudian ia berkata, "Demi Allah, ya Rasulullah! Tak satu sen pun dana yang telah saya keluarkan untuk memberantas agama Allah di masa lalu, melainkan mulai saat ini akan saya tebus dengan dengan mengorbankan hartaku berlipat ganda untuk menegakkan agama Allah. Dan tak seorang pun kaum Muslimin yang telah gugur di tanganku, melainkan akan kutebus dengan membunuh kaum musyrikin berlipat ganda, demi untuk menegakkan agama Allah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, Ikrimah menggabungkan diri ke dalam barisan da'wah sebagai anggota pasukan berkuda yang cekatan dan gagah berani di medan perang. Disamping itu, Ikrimah juga menjadi seorang ahli ibadah dan pembaca Al-Qur'an yang tekun di masjid. [masjid_annahl]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-498186599025427853?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/498186599025427853/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=498186599025427853&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/498186599025427853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/498186599025427853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/03/ikrimah-bin-abu-jahl.html' title='Ikrimah bin Abu Jahl'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-5789504469975667205</id><published>2009-03-25T12:42:00.000+07:00</published><updated>2009-03-25T12:56:31.701+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat Rasulullah'/><title type='text'>Hudzaifah Ibnul Yaman</title><content type='html'>"Jika engkau ingin digolongkan kepada Muhajirin, engkau memang Muhajir. Dan jika engkau ingin digolongkan kepada Anshar, engkau memang seorang Anshar. Pilihlah mana yang engkau sukai. " &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kalimat yang diucapkan Rasulullah SAW kepada Hudzaifah Ibnul Yaman, ketika bertemu pertama kali di Mekah. Mengenai pilihan itu, apakah beliau tergolong Muhajirin atau Anshar ada kisah tersendiri bagi Hudzaifah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Yaman, ayah Hudzaifah, adalah orang Mekah dari Bani Abbas. Karena sebuah utang darah dalam kaumnya, dia terpaksa menyingkir dari Mekah ke Yastrib (Madinah). Di sana dia meminta perlindungan kepada Bani Abd Asyhal dan bersumpah setia pada mereka untuk menjadi keluarga dalam persukuan Bani Abd Asyhal. Ia kemudian menikah dengan anak perempuan suku Asyhal. Dari perkawinannya itu, lahirlah anaknya, Hudzaifah. Maka, hilanglah halangan yang menghambat Al-Yaman untuk memasuki kota Mekah. Sejak itu dia bebas pulang pergi antara Mekah dan Madinah. Meski demikian, dia lebih banyak tinggal dan menetap di Madinah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Islam memancarkan cahanya ke seluruh Jazirah Arab, Al-Yaman termasuk salah seorang dari sepuluh orang Bani Abbas yang berkeinginan menemui Rasulullah SAW dan menyatakan keislamannya. Ini semua terjadi sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Sesuai dengan garis keturunan yang berlaku di negeri Arab, yaitu garis keturunan bapak (patriach), maka Hudzaifah adalah orang Mekah yang lahir dan dibesarkan di Madinah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hudzaifah Ibnul Yaman lahir di rumah tangga muslim, dipelihara dan dibesarkan dalam pangkuan kedua ibu bapaknya yang telah memeluk agama Allah, sebagai rombongan pertama. Karena itu, Hudzaifah telah Islam sebelum dia bertemu muka dengan Rasulullah SAW. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerinduan Hudzaifah hendak bertemu dengan Rasulullah SAW memenuhi setiap rongga hatinya. Sejak masuk Islam, dia senantiasa menunggu-nunggu berita, dan nyinyir bertanya tentang kepribadian dan ciri-ciri beliau. Bila hal itu dijelaskan orang kepadanya, makin bertambah cinta dan kerinduannya kepada Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari dia berangkat ke Mekah sengaja hendak menemui Rasulullah. Setelah bertemu, Hudzaifah bertanya kepada beliau, "Apakah saya ini seorang Muhajir atau Anshar, ya Rasulullah?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Rasulullah, "Jika engkau ingin disebut Muhajir engkau memang seorang muhajir dan jika engkau ingin disebut Anshar, engkau memang orang Anshar. Pilihlah mana yang engkau sukai." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hudzaifah menjawab, "Aku memilih Anshar, ya Rasulullah!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Rasulullah hijrah ke Madinah, Hudzaifah selalu mendampingi beliau bagaikan seorang kekasih. Hudzaifah turut bersama-sama dalam setiap peperangan yang dipimpinnya, kecuali dalam Perang Badar. Mengapa dia tidak ikut dalam Perang Badar? Soal ini pernah diceritakan oleh Hudzaifah. Ia berkata, "Yang menghalangiku untuk turut berperang dalam peperangan Badar karena saat itu aku dan bapakku sedang pergi keluar Madinah. Dalam perjalanan pulang, kami ditangkap oleh kaum kafir Quraisy seraya bertanya, "Hendak ke mana kalian?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menjawab, "Ke Madinah!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bertanya, "Kalian hendak menemui Muhammad?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami hendak pulang ke rumah kami di Madinah," jawab kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak bersedia membebaskan kami, kecuali dengan perjanjian bahwa kami tidak akan membantu Muhammad, dan tidak akan memerangi mereka. Sesudah itu barulah kami dibebaskannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertemu dengan Rasulullah SAW, kami menceritakan kepada beliau peristiwa tertangkapnya kami oleh kaum kafir Quraisy dan perjanjian dengan mereka. Lalu, kami bertanya kepada beliau tentang apa yang harus kami lakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menjawab, "Batalkan perjanjian itu, dan marilah kita mohon pertolongan Allah untuk mengalahkan mereka!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Perang Uhud, Hudzaifah ikut memerangi kaum kafir bersama dengan ayahnya, Al-Yaman. Dalam perang itu, Hudzaifah mendapat cobaan besar. Dia pulang dengan selamat, tetapi bapaknya syahid oleh pedang kaum muslimin sendiri, bukan kaum musyrikin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut kisahnya, pada hari terjadinya Perang Uhud, Rasulullah SAW menugaskan Al-Yaman (ayah Hudzaifah) dan Tsabit bin Waqsy mengawal benteng tempat para wanita dan anak-anak, karena keduanya sudah lanjut usia. Ketika perang memuncak dan berkecamuk dengan sengit, Al-Yaman berkata kepada temannya, "Bagaimana pendapatmu, apalagi yang harus kita tunggu. Umur kita tinggal seperti lamanya kita menunggu keledai minum dengan puas. Kita mungkin saja mati hari ini atau besok. Apakah tidak lebih baik bila kita ambil pedang, lalu menyerbu ke tengah-tengah musuh membantu Rasulullah. Mudah-mudahan Allah memberi kita rezeki menjadi syuhada bersama-sama dengan nabi-Nya." Keduanya lalu mengambil pedangnya dan terjun ke medan pertempuran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsabit bin Waqsy memperoleh kemuliaan di sisi Allah. Dia syahid di tangan kaum musyrikin. Tetapi, Al-Yaman menjadi sasaran pedang kaum muslimin sendiri, karena mereka tidak mengenalnya. Hudzaifah berteriak, "Itu bapakku …! Itu bapakku …!" Tetapi sayang, tidak seorang pun yang mendengar teriakannya, sehingga bapaknya jatuh tersungkur oleh pedang teman-temannya sendiri. Hudzaifah tidak berkata apa-apa, kecuali hanya berdoa kepada Allah, "Semoga Allah Taala mengampuni kalian, Dia Maha Pengasih dari yang paling pengasih." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah memutuskan untuk membayar tebusan darah (diyat) bapak Hudzaifah kepada anaknya, Hudzaifah. Hudzaifah berkata, "Bapakku menginginkan supaya dia mati syahid. Keinginannya itu kini telah dicapainya. Wahai Allah! Saksikanlah, sesungguhnya aku menyedekahkan diyat darah bapakku kepada kaum muslimin." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dengan pernyataannya itu, penghargaan Rasulullah terhadap Hudzaifah bertambah tinggi dan mendalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW menilai dalam pribadi Hudzaifah Ibnul Yaman terdapat tiga keistimewaan yang menonjol. Pertama, cerdas, sehingga dia dapat meloloskan diri dalam situasi yang serba sulit. Kedua, cepat tanggap, berpikir cepat, tepat dan jitu, yang dapat dilakukannya setiap diperlukan. Ketiga, cermat memegang rahasia, dan berdisplin tinggi, sehingga tidak seorang pun dapat mengorek yang dirahasiakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi salah satu kebijaksanaan Rasulullah, berusaha menyingkap keistimewaan para sahabatnya dan menyalurkannya sesuai dengan bakat dan kesanggupan yang terpendam dalam pribadi masing-masing mereka. Yakni, menempatkan seseorang pada tempat yang selaras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan terbesar yang dihadapi kaum muslimin di Madinah ialah kehadiran kaum Yahudi munafik dan sekutu mereka, yang selalu membuat isu-isu dan muslihat jahat, yang selalu dilancarkan mereka terhadap Rasulullah dan para sahabat. Untuk menghadapi kesulitan ini, Rasulullah mempercayakan suatu yang sangat rahasia kepada Hudzaifah Ibnul Yaman, dengan memberikan daftar nama orang munafik itu kepadanya. Itulah suatu rahasia yang tidak pernah bocor kepada siapa pun hingga sekarang, baik kepada para sahabat yang lain atau kepada siapa saja. Dengan mempercayakan hal yang sangat rahasia itu, Rasulullah menugaskan Hudzaifah memonitor setiap gerak-gerik dan kegiatan mereka, untuk mencegah bahaya yang mungkin dilontarkan mereka terhadap Islam dan kaum muslimin. Karena inilah, Hudzaifah Ibnul Yaman digelari oleh para sahabat dengan Shaahibu Sirri Rasulullah (Pemegang Rahasia Rasulullah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, Rasulullah memerintahkan Hudzaifah melaksanakan suatu tugas yang amat berbahaya, dan membutuhkan keterampilan luar biasa untuk mengatasinya. Karena itulah, beliau memilih orang yang cerdas, tanggap, dan berdisiplin tinggi. Peristiwa itu terjadi pada puncak peperangan Khandaq. Kaum muslimin telah lama dikepung rapat oleh musuh, sehingga mereka merasakan ujian yang berat, menahan penderitaan yang hampir tidak tertangguhkan, serta kesulitan-kesulitan yang tidak teratasi. Semakin hari situasi semakin gawat, sehingga menggoyahkan hati yang lemah. Bahkan, menjadikan sementara kaum muslimin berprasangka yang tidak wajar terhadap Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu, pada saat kaum muslimin mengalami ujian berat dan menentukan itu, kaum Quraisy dan sekutunya yang terdiri dari orang-orang musyrik tidak lebih baik keadaannya daripada yang dialami kaum muslimin. Karena murka-Nya, Allah menimpakan bencana kepada mereka dan melemahkan kekuatannya. Allah meniupkan angin topan yang amat dahsyat, sehingga menerbangkan kemah-kemah mereka, membalikkan periuk, kuali, dan belanga, memadamkan api, menyiramkan muka mereka dengan pasir dan menutup mata dan hidung mereka dengan tanah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada situasi genting dalam sejarah setiap peperangan, pihak yang kalah ialah yang lebih dahulu mengeluh dan pihak yang menang ialah yang dapat bertahan menguasai diri melebihi lawannya. Dalam detik-detik seperti itu, amat diperlukan informasi secepatnya mengenai kondisi musuh, untuk menetapkan penilaian dan landasan dalam mengambil putusan melalui musyawarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itulah Rasulullah membutuhkan keterampilan Hudzaifah Ibnul Yaman untuk mendapatkan info-info yang tepat dan pasti. Maka, beliau memutuskan untuk mengutus Hudzaifah ke jantung pertahanan musuh, dalam kegelapan malam yang hitam pekat. Marilah kita dengarkan dia bercerita, bagaimana dia melaksanakan tugas maut tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hudzaifah berkata, "Malam itu kami (tentara muslimin) duduk berbaris, Abu Sufyan dengan dua baris pasukannya kaum musyrikin Mekah mengepung kami sebelah atas. Orang-orang Yahudi Bani Quraizhah berada di sebelah bawah. Yang kami khawatirkan ialah serangan mereka terhadap para wanita dan anak-anak kami. Malam sangat gelap. Belum pernah kami alami gelap malam yang sepekat itu, sehingga tidak dapat melihat anak jari sendiri. Angin bertiup sangat kencang, sehingga desirannya menimbulkan suara bising yang memekakkan. Orang-orang lemah iman, dan orang-orang munafik minta izin pulang kepada Rasulullah, dengan alasan rumah mereka tidak terkunci. Padahal, sebenarnya rumah mereka terkunci. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang minta izin pulang diberi izin oleh Rasulullah, tidak ada yang dilarang atau ditahan beliau. Semuanya keluar dengan sembunyi-sembunyi, sehingga kami yang tetap bertahan hanya tinggal 300 orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah berdiri dan berjalan memeriksa kami satu per satu. Setelah beliau sampai di dekatku, aku sedang meringkuk kedinginan. Tidak ada yang melindungi tubuhku dari udara dingin yang menusuk-nusuk, selain sehelai sarung butut kepunyaan istriku, yang hanya dapat menutupi hingga lutut. Beliau mendekatiku yang sedang menggigil, seraya bertanya, "siapa ini!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hudzaifah!" jawabku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hudzaifah!” tanya Rasulullah minta kepastian. “Aku merapat ke tanah, sulit berdiri karena sangat lapar dan dingin.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Betul, ya Rasulullah!" jawabku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada beberapa peristiwa yang dialami musuh. Pergilah engkau ke sana dengan sembunyi-sembunyi untuk mendapatkan data-data yang pasti, dan laporkan kepadaku segera …!" kata beliau memerintah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bangun dengan ketakutan dan kedinginan yang sangat menusuk. Maka, Rasulullah berdoa, "Wahai Allah! lindungilah dia, dari hadapan, dari belakang, kanan, kiri, atas, dan dari bawah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah! Sesudah Rasulullah SAW selesai berdoa, ketakutan yang menghantui dalam dadaku dan kedinginan yang menusuk-nusuk tubuhku hilang seketika, sehingga aku merasa segar dan perkasa. Tatkala aku memalingkan diriku dari Rasulullah, beliau memanggilku dan berkata, "Hai, Hudzaifah! sekali-kali jangan melakukan tindakan yang mencurigakan mereka sampai tugasmu selesai, dan kembali kepadaku!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabku, "Saya siap, ya Rasulullah!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, aku pergi dengan sembunyi-sembunyi dan hati-hati sekali, dalam kegelapan malam yang hitam kelam. Aku berhasil menyusup ke jantung pertahanan musuh dengan berlagak seolah-olah aku anggota pasukan mereka. Belum lama aku berada di tengah-tengah mereka, tiba-tiba terdengar Abu Sufyan memberi komando. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkata, "Hai, pasukan Quraisy! dengarkan aku berbicara kepada kamu sekalian. Aku sangat khawatir, hendaknya pembicaraanku ini jangan sampai terdengar oleh Muhammad. Karena itu, telitilah lebih dahulu setiap orang yang berada di samping kalian masing-masing!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan Abu Sufyan, aku segera memegang tangan orang yang di sampingku seraya bertanya, "Siapa kamu?" Jawabnya, "Aku si Anu, anak si Anu!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah dirasanya aman, Abu Sufyan melanjutkan bicaranya, "Hai, pasukan Quraisy! demi Tuhan! Sesungguhnya kita tidak dapat bertahan di sini lebih lama lagi. Hewan-hewan kendaraan kita telah banyak yang mati. Bani Quraizhah berkhianat meninggalkan kita. Angin topan menyerang kita dengan ganas seperti kalian rasakan. Karena itu, berangkatlah kalian sekarang dan tinggalkan tempat ini. Sesungguhnya aku sendiri akan berangkat." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai berkata demikian, Abu Sufyan kemudian mendekati untanya, melepaskan tali penambat, lalu dinaiki dan dipukulnya. Unta itu bangun dan Abu Sufyan langsung berangkat. Seandainya Rasulullah tidak melarangku melakukan suatu tindakan di luar perintah sebelum datang melapor kepada beliau, sungguh telah kubunuh Abu Sufyan dengan pedangku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali ke pos komando menemui Rasulullah. Kudapati beliau sedang salat di tikar kulit, milik salah seorang istrinya. Tatkala beliau melihatku, didekatkannya kakinya kepadaku dan diulurkannya ujung tikar menyuruhku duduk di dekatnya. Lalu, kulaporkan kepada beliau segala kejadian yang kulihat dan kudengar. Beliau sangat senang dan bersuka hati, serta mengucapkan puji dan syukur kepada Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hudzaifah Ibnul Yaman sangat cermat dan teguh memegang segala rahasia mengenai orang-orang munafik selama hidupnya, sampai kepada seorang khalifah sekalipun yang mencoba mengorek rahasia tetap ia tidak mau membocorkannya. Sampai-sampai khalifah Umar bin Khathtab r.a. ada orang muslim yang meninggal, dia bertanya, "Apakah Hudzaifah turut menyalatkan jenazah orang itu ?" Jika mereka menjawab, "Ada," beliau turut menyalatkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, Khalifah Umar pernah bertanya kepada Hudzaifah dengan cerdik,"Adakah di antara pegawai-pegawaiku orang munafik?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Hudzaifah,"Ada seorang!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tolong tunjukkan kepadaku siapa?" kata Umar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hudzaifah menjawab, "Maaf Khalifah, saya dilarang Rasulullah mengatakannya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seandainya kautunjukkan, tentu Khalifah akan langsung memecat pegawai yang bersangkutan," kata Hudzaifah bercerita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu, amat sedikit orang yang mengetahui bahwa Hudzaifah Ibnul Yaman sesungguhnya adalah pahlawan penakluk Nahawand, Dainawar, Hamadzan, dan Rai. Dia membebaskan kota-kota tersebut bagi kaum muslimin dari genggaman kekuasaan Persia yang menuhankan berhala. Hudzaifah juga termasuk tokoh yang memprakarsai keseragaman mushhaf Alquran, sesudah kitabullah itu beraneka ragam coraknya di tangan kaum muslimin. Dan Hudzaifah, hamba Allah yang sangat takut kepada Allah, dan sangat takut akan siksanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Hudzaifah sakit keras menjelang ajalnya tiba, beberapa orang sahabat datang mengunjunginya pada tengah malam. Hudzaifah bertanya kepada mereka,"Pukul berapa sekarang?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menjawab, "Sudah dekat Subuh." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hudzaifah berkata, "Aku berlindung kepada Allah dari Subuh yang menyebabkan aku masuk neraka." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bertanya kembali, "Adakah tuan-tuan membawa kafan?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menjawab, "Ada." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hudzaifah berkata, "Tidak perlu kafan yang mahal. Jika diriku baik dalam penilaian Allah, Dia akan menggantinya untukku dengan kafan yang lebih baik. Dan, jika aku tidak baik dalam pandangan Allah, Dia akan menanggalkan kafan itu dari tubuhku." Sesudah itu dia berdoa kepada Allah, "Wahai Allah! sesungguhnya Engkau tahu, aku lebih suka fakir daripada kaya, aku lebih suka sederhana daripada mewah, aku lebih suka mati daripada hidup." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah berdoa rohnya berangkat. Seorang kekasih Allah kembali kepada Allah dalam kerinduan. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya. Wallahu a'lam bish-shawab. (Sumber : Kepahlawanan Generasi Sahabat Rasulullah - Abdulrahman Ra'fat Basya)&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[agus-haris.net]&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-5789504469975667205?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/5789504469975667205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=5789504469975667205&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/5789504469975667205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/5789504469975667205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/03/hudzaifah-ibnul-yaman.html' title='Hudzaifah Ibnul Yaman'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-6258022623966045461</id><published>2009-03-24T00:19:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T00:21:00.034+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat Rasulullah'/><title type='text'>Hamzah bin Abdul Muthalib</title><content type='html'>Seorang wanita dan pria legam menghampiri tubuh tak bernyawa. Di tengah pertempuran yang berkecamuk, mata wanita itu berbinar. Sesuai janji yang terpatri, ia titahkan pria legam membelah dada mayat tak berdaya itu. Hindun, nama wanita itu, kemudian memamah jantung si mayat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayat yang terbelah itu adalah Hamzah bin Abdul Muthalib. Ia gugur dalam pertempuran di Uhud. Anak panah pria legam yang bernama Wahsyi, telah mengantarnya kembali kepada Ilahi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamzah mendapat gelar 'singa Allah dan Rasul' atas keberaniannya membela Islam dan Muhammad, sang Nabi yang juga keponakannya. Umur Hamzah diperkirakan tak terpaut jauh dengan keponakannya itu. Mereka berdua merupakan teman sepermainan sejak kanak-kanak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran jika Hamzah menjadi orang yang paling dekat dan mengenal secara mendalam kepribadian Muhammad. Keduanya memiliki hubungan yang sangat kuat. Meski demikian, sebagaimana Bani Muttalib lainnya, Hamzah memang tidak langsung menerima dan memeluk agama yang diwahyukan kepada Muhammad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dalam lubuk hatinya, ia tak bisa mengingkari keluhuran budi pembawa risalah tersebut. Meski demikian, ia tak memperlihatkan rasa tidak suka terhadap dakwah Muhammad, seperti yang dilakukan orang-orang Quraiys. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ia selalu memberikan perlindungan terhadap diri Nabi Muhammad. Pada saat kaum kafir memperlihatkan kebencian yang kian meningkat, ia pun meningkatkan perlindungan kepada Muhammad. Beruntung, Hamzah ditakdirkan menjadi pria perkasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamzah memiliki fisik yang kuat. Ia pun terkenal sebagai penunggang kuda yang cekatan, ahli pedang, dan bela diri di seantero Makkah. Hamzah merupakan manusia padang pasir yang lebih suka menyendiri. Ia juga dikenal sebagai seorang pemburu rusa yang mumpuni. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada salah satu kisah perburuan rusa, Hamzah dikejutkan dengan suatu keributan. Ternyata, seekor singa telah memasuki kemahnya. Setelah menurunkan rusa yang baru saja di burunya, ia kemudian menghadapi singa itu seorang diri. Berbekal keahliannya, akhirnya, ia berhasil mengakhiri keganasan binatang buas tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ia pun menguliti singa tersebut, dan melemparkan kulitnya ke atas pelana kudanya. Orang-orang Makkah melihat kulit singa di pelana kuda Hamzah mafhum dengan keberanian dan kepiawaian Hamzah. Kegagahannya itu, membuat lawan-lawannya merasa gentar meski hanya mendengar namanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ia berani melabrak petinggi Quraiys semacam Abu Jahal. Penyebabnya, Abu Jahal telah memperlakukan keponakannya, Muhammad, secara tak hormat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, Abu Jahal berjalan melewati Rasulullah Muhammad ketika ia berada di Safa. Pada saat bertemu muka, ia pun mulai mencaci, memaki dan melampiaskan amarahnya kepada rasul. Meski demikian, Muhammad tidak menanggapi semua perilaku Abu Jahal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai menumpahkan segala amarahnya, Abu Jahal bergegas bergabung dalam pertemuan petinggi Quraiys. Tanpa sepengetahuannya, tindakan Abu Jahal diketahui oleh seorang wanita, budak Jud'an bin Amir. Tak lama berselang terlihat Hamzah memasuki Makkah dengan busur di bahunya, usai berburu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan Abu Jahal melihat itu langsung bergegas untuk mengingatkan Abu Jahal bahwa Hamzah telah datang dari berburu dan khawatir akan mendengar perlakuan Abu Jahal terhadap keponakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi kebiasaan Hamzah, setelah berburu ia pergi ke Baitullah untuk berthawaf, sebelum ia kembali ke keluarganya. Setelah melihat Hamzah, budak wanita Jud'an bin Amir menghampirinya dan mengisahkan apa yang dilakukan Abu Jahal kepada Rasulullah SAW. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amarah menjalar ke seluruh tubuhnya setelah mendengarkan kisah wanita itu. Bergegas ia mencari Abu Jahal. Ia telah menetapkan niat untuk menghajar dan memberi pelajaran kepada Abu Jahal. Di Masjid yang tak jauh dari Ka'bah, ia melihat Abu Jahal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di hadapan Abu Jahal, langsung saja Hamzah memukulkan busurnya ke kepala Abu Jahal. Darah segar pun mengucur. Tak hanya itu, ia pun memukul tubuh lawannya hingga babak belur dan tersungkur. Hamzah tetap berdiri gagah di hadapan petinggi Quraiys itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hadapan mereka ia menyatakan bahwa ia berada di pihak Muhammad. Hamzah pun kemudian memberikan kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya. Pada saat Abu Jahal tersungkur, orang-orang dari suku Makhzumah ingin menolongnya. Namun dicegah Hamzah, mereka pun kembali duduk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para petinggi Quraiys saling pandang. Semula mereka akan menentang Hamzah atas perlakuannya terhadap Abu Jahal. Namun mereka pun rupanya takut dan akhirnya kembali duduk di masjid. Beberapa saat kemudian ia menendang debu ke arah muka para petinggi Quraiys itu, dan meninggalkan tempat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelaan dan pernyataan Hamzah, telah menyadarkan kafir Quraiys bahwa Hamzah yang gagah berani akan selalu membela Muhammad. Tak heran jika kemudian mereka mulai menimbang akibat ketika akan mengganggu nabi yang mulia itu. Abu Sufyan menyatakan bahwa Muhammad telah mendapatkan teman yang kuat dan sangat disegani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memperkuat agamanya dengan masuknya Hamzah ke dalam Islam. Ia berdiri tegar dan siap membela rasul. Sejak memeluk Islam ia mencurahkan segenap tenaga dan pikirannya untuk kemajuan Islam. Sehingga Rasulullah SAW memberinya gelar Asad Allah wa Asad Rasulih (Singa Allah dan Rasulnya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat pasukan Muslim bertemu dengan pasukan Kafir Quraiys di Perang Badr, Hamzah betul-betul memperlihatkan keberanian dan kecakapan perang yang luar biasa. Banyak orang kafir Quraiys tumbang di tangannya. Bahkan ayah Hindun, seorang petinggi Quraiys mati di ujung pedangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Perang Badr, umat Islam mendapatkan kemenangan gemilang. Orang-orang kafir mundur dengan teratur. Tak heran jika kekalahan ini menumbuhkan dendan kesumat di dada mereka. Hamzah pun dianggap memiliki peran besar dalam kekalahan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membalas kekalahan, mereka kemudian terlibat dalam Perang Uhud. Selain nyawa Nabi yang menjadi incaran, Hamzah pun telah ditetapkan menjadi target sebagai tumbal kekalahan pasukan kafir pada Perang Badr. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindun yang ayahnya terbunuh oleh Hamzah menetapkan strategi. Ia memerintahkan seorang budak bernama Wahsyi yang mahir memanah, untuk membunuh Hamzah di medan perang. Dan menjanjikan kemerdekaan kepada budak tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai strategi, Wahsyi ternyata mampu menyarangkan anak panahnya di tubuh Hamzah. Dan Hamzah akhirnya syahid dalam medan pertempuran tersebut. Duka menyelimuti pasukan Muslim atas gugurnya Hamzah. Dan Muhammad pun tentunya sangat berduka, dengan gugurnya sahabat dan pamannya tercinta di tahun ketiga Hijriah. [republika.co.id]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-6258022623966045461?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/6258022623966045461/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=6258022623966045461&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/6258022623966045461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/6258022623966045461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/03/hamzah-bin-abdul-muthalib.html' title='Hamzah bin Abdul Muthalib'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-6290460692230758252</id><published>2009-03-24T00:14:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T00:15:15.204+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat Rasulullah'/><title type='text'>Hakim bin Hazam</title><content type='html'>Sejarah mencatat, dia adalah satu-satunya anak yang lahir dalam Kabah yang agung. Ceritanya sebagai berikut. Pada suatu hari ibunya yang sedang hamil tua masuk ke dalam Kabah bersama rombongan orang-orang sebayanya untuk melihat-lihat Kabah. Hari itu Kabah dibuka untuk umum sesuai dengan ketentuan. Ketika berada dalam Kabah, perut ibu tiba-tiba terasa hendak melahirkan. Dia tidak sanggup lagi berjalan keluar Kabah. Seseorang lalu memberikan tikar kulit kepadanya, dan lahirlah bayi itu di atas tikar tersebut. Bayi itu adalah Hakim bin Hazam bin Khuwailid, yaitu anak laki-laki dari saudara Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid ra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim bin Hazam dibesarkan dalam keluarga keturunan bangsawan yang berakar dalam dan terkenal kaya. Karena itu, tidak heran kalau dia menjadi orang pandai, mulia, dan banyak berbakti. Dia diangkat menjadi kepala kaumnya dan diserahi urusan rifadah (lembaga yang menangani orang-orang yang kehabisan bekal ketika musim haji) di masa jahiliah. Untuk itu dia banyak berkorban harta pribadinya. Dia bijaksana dan bersahabat dekat dengan Rasulullah SAW sebelum beliau menjadi Nabi. Sekalipun Hakim bin Hazam kira-kira lima tahun lebih tua dari Nabi SAW, tetapi dia lebih senang, lebih ramah, dan lebih suka berteman dan bergaul dengan beliau. Rasulullah mengimbanginya pula dengan kasih sayang dan persahabatan yang lebih akrab. Kemudian, ditambah pula dengan hubungan kekeluargaan, karena Rasulullah mengawini bibi Hakim, Khadijah binti Khuwailid ra, hubungan di antara keduanya bertambah erat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda boleh jadi heran, walaupun hubungan persahabatan dan kekerabatan antara keduanya demikian erat, ternyata Hakim tidak segera masuk Islam, melainkan sesudah pembebasan kota Mekah dari kekuasaan kafir Quraisy, kira-kira dua puluh tahun sesudah Muhammad diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Orang memperkirakan Hakim bin Hazam, yang dikaruniai Allah akal sehat dan pikiran tajam ditambah dengan hubungan kekeluargaan, serta persahabatan yang akrab dengan Rasulullah, akan menjadi mukmin pertama-tama yang membenarkan dakwah Muhammad, dan menerima ajarannya dengan spontan. Tetapi, Allah berkehendak lain. Dan, kehendak Allah jualah yang berlaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita heran dengan terlambatnya Hakim bin Hazam masuk Islam, tetapi Hakim sendiri pun tidak kurang keheranannya. Setelah dia masuk Islam dan merasakan nikmat iman, timbullah penyesalan mendalam, karena umurnya hampir habis dalam kemusyrikan dan mendustakan Rasulullah. Putranya pernah melihat dia menangis, lalu bertanya, "Mengapa Bapak menangis?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak sekali hal-hal yang menyebabkan Bapak menangis, hai anakku!" jawab Hakim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertama, keterlambatan masuk Islam menyebabkan aku tertinggal merebut banyak kebajikan. Seandainya aku nafkahkan emas sepenuh bumi, belum seberapa artinya dibandingkan dengan kebajikan yang mungkin aku peroleh dengan Islam. Kedua, sesungguhnya Allah telah menyelamatkan dalam Perang Badar dan Uhud, lalu aku berkata kepada diriku ketika itu, aku tidak lagi akan membantu kaum Quraisy memerangi Muhammad, dan tidak akan keluar dari kota Mekah. Tetapi, aku senantiasa ditarik-tarik kaum Quraisy untuk membantu mereka. Ketiga, setiap aku hendak masuk Islam, aku lihat pemimpin-pemimpin Quraisy yang lebih tua tetap berpegang pada kebiasaan-kebiasaan jahiliah. Lalu, aku ikuti saja mereka secara fanatik." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kini aku menyesal, mengapa aku tidak masuk Islam lebih dini. Yang mencelakakan kita tidak lain melainkan fanatik buta terhadap bapak-bapak dan orang-orang tua kita. Bagaimana aku tidak akan menangis karenanya, hai anakku?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kita heran dengan terlambatnya Hakim bin Hazam masuk Islam, begitu pulalah dia heran terhadap dirinya. Rasulullah pun heran terhadap orang-orang yang berpikiran tajam dan berpaham luas seperti Hakim bin Hazam, tetapi menutupi diri untuk menerima Islam. Padahal, dia dan golongan orang-orang yang seperti dia ingin segera masuk Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalam sebelum memasuki kota Mekah, Rasulullah SAW bersabda kepada para sahabat, "Di Mekah terdapat empat orang yang tidak suka kepada kemusyrikan, dan lebih cenderung kepada Islam." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa mereka itu, ya Rasulullah," tanya para sahabat. "Mereka adalah ''Attab bin Usaid, Jubair bin Muth''im, Hakim bin Hazam, dan Suhail bin Amr. Maka, dengan karunia Allah, mereka masuk Islam secara serentak," jawab Rasulullah SAW. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah SAW masuk kota Mekah sebagai pemenang, beliau tidak ingin memperlakukan Hakim bin Hazam, melainkan dengan cara terhormat. Maka, beliau perintahkan juru pengumuman agar menyampaikan beberapa pengumuman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang mengaku tidak ada Tuhan selain Allah yang maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan mengaku Muhammad sesungguhnya hamba Allah dan Rasul-Nya, dia aman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang duduk di Kabah, lalu meletakkan senjata, dia aman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang mengunci pintu rumahnya, dia aman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang masuk ke rumah Abu Sufyan, dia aman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang masuk ke rumah Hakim bin Hazam, dia aman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Hakim bin Hazam terletak di kota Mekah bagian bawah, sedang rumah Abu Sufyan bin Harb terletak di bagian atas kota Mekah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim bin Hazam memeluk Islam dengan sepenuh hati, dan iman mendarah daging di kalbu. Dia bersumpah akan selalu menjauhkan diri dari kebiasaan-kebiasaan jahiliah dan menghentikan bantuan dana kepada Quraisy untuk memenuhi Rasulullah dan para sahabat beliu. Hakim menempati sumpahnya dengan sungguh-sungguh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali peristiwa di Darun Nadwah (Balai Sidang), suatu tempat terhormat bagi kaum QuraISy di masa Jahiliah untuk bermusyawarah, para pemimpin, tetua-tetua, dan para pembesar mereka memutuskan dalam musyawarah hendak membunuh Rasulullah SAW. Hakim ingin melepaskan diri dari kenangan pada putusan tersebut. Untuk itu, dia membuat tirai penutup yang dapat melupakan ingatannya pada masa lalu yang dibencinya itu. Lalu dibelinya gedung Darun Nadwah tesebut seharga seratus ribu dirham. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemuda Quraisy bertanya kepadanya, "Untuk apa gedung yang dimuliakan kaum Quraisy itu Anda beli, hai paman? Jawab Hakim, "Bukan begitu, wahai anakku! segala kemuliaan telah sirna. Yang mulia hanyalah takwa. Aku tidak hendak membelinya, melainkan karena ingin menjual kembali untuk membeli rumah di surga. Aku saksikan kepada kalian semuanya, uangnya akan kusumbangkan untuk perjuangan fi sabilillah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah masuk Islam, Hakim bin Hazam pergi menunaikan ibadah haji. Dia membawa seratus ekor unta yang diberinya pakaian kebesaran yang megah. Kemudian unta-unta itu disembelihnya sebagai kurban untuk mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu haji tahun berikutnya, dia wukuf di Arafah, beserta seratus orang hamba sahayanya. Masing-masing sahaya tergantung di lehernya sebuah kalung perak bertuliskan kalimat, "Bebas karena Allah Azza wa jalla, dari Hakim bin Hazam. Selesai menunaikan ibadah haji, budak-budak itu dimerdekakan semuanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu naik haji ketiga kalinya. Hakim bin Hazam mengurbankan seribu ekor biri, seribu ekor persis, disembelihnya di Mina, untuk dimakan dagingnya oleh fakir miskin, guna mendekatkan dirinya kepada Allah Azza wa Jalla. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah Perang Hunain, Hakim bin Hazam meminta harta rampasan kepada Rasulullah SAW lalu diberi oleh beliau. Kemudian ia meminta lagi, diberi pula oleh beliau. Akhirnya harta rampasan yang diterima Hakim dengan jalan meminta-minta itu berjumlah seratus ekor unta yang kini menjadi cerita (hadis) dalam Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah lalu berkata kepada Hakim, "Sesungguhnya harta itu manis dan enak. Siapa yang mengambilnya dengan rasa sukur dan rasa cukup, dia akan diberi barakah dengan harta itu. Dan, siapa yang mengambilnya dengan nafsu serakah, dia tidak akan mendapat barakah dengan harta itu, bahkan dia seperti orang makan yang tidak pernah merasa kenyang. Tangan yang di atas (memberi) lebih baik daripada tangan yang di bawah (meminta atau menerima)." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar sabda Rasulullah SAW tersebut, Hakim bin Hazam bersumpah, "Ya Rasulullah, demi Allah yang mengutus engkau dengan agama yang hak, aku berjanji tidak akan meminta-minta apa pun kepada siapa saja sesudah ini. Dan, aku berjanji tidak akan mengambil sesuatu dari orang lain sampai aku berpisah dengan dunia." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah tersebut dipenuhi Hakim dengan sungguh-sungguh. Pada masa pemerintahan Abu Bakar, dia disuruh supaya mengambil gajinya dari baitul mal, tetapi dia tidak mengambilnya. Tatkala jabatan khalifah pindah kepada Umar al-Faruq, Hakim pun tidak mau mengambil gajinya setelah dipanggil beberapa kali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Umar mengumumkan di hadapan orang banyak, "Ya, maasyiral muslimin! saya telah memanggil Hakim bin Hazam beberapa kali supaya mengambil gajinya dari baitul mal, tetapi dia tidak mengambilnya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, sejak mendengar sabda Rasulullah tersebut di atas, Hakim selamanya tidak mau mengambil sesuatu dari seseorang sampai dia meninggal. (Kepahlawanan Generasi Sahabat Rasulullah - Dr. Abdur Rahman Ra'fat Basya)[agus-haris.net]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-6290460692230758252?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/6290460692230758252/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=6290460692230758252&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/6290460692230758252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/6290460692230758252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/03/hakim-bin-hazam.html' title='Hakim bin Hazam'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-8683004036269618115</id><published>2009-03-24T00:12:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T00:13:32.395+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat Rasulullah'/><title type='text'>Bilal bin Rabah</title><content type='html'>Siapa nyana kata-kata yang keluar dari mulut seorang budak Habsyi yang kulitnya hitam legam, kurus kerempeng, tinggi jangkung, berambut lebat, dan bercambang tipis itu suatu ketika berubah menjadi yel-yel yang diteriakkan para mujahid muslim dalam Perang Badar. "Ahad... Ahad...! (Allah Yang Mahatunggal... Allah Yang Maha Tunggal...!) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata ini semula meluncur deras dari Bilal bin Rabah, seorang budak dari Bani Jumah, ketika ia disiksa atas perintah majikannya, Umayah bin Khalaf, dengan cara ditelanjangi dan dibakar diterik panasnya padang pasir sambil ditindih batu panas membara. Kata-kata yang disebut Bilal itu menggantikan nama Lata dan 'Uzza yang diteriakkan para pendera agar diikrarkan Bilal sebagai tanda tunduk dan patuhnya mereka terhadap tuhan-tuhan mereka. Kata-kata itu pula yang akhirnya membuat Umayah bin Khalaf menggigil ketika menghadapi Perang Badar. Seolah mengingatkannya akan kegigihan, keteguhan, dan keberanian seorang budaknya dulu yang tetap melafadhkan kata itu sekalipun nyawa menjadi taruhannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya, Bilal sering sekali mendengar majikannya membicarakan Rasulullah dengan nada menuduh, penuh rasa amarah, dan kebencian. Di lain waktu, ia juga pernah mendengar pengakuan Umayah bin Khalaf berasama para pemuka Bani Jumah lainnya yang merasa terkesan dengan kemuliaan Nabi Muhammad SAW, orang yang tengah menyiarkan ajaran baru sekaligus juga dianggap ancaman bagi kelangsungan kepercayaan warisan nenek moyang mereka. Mereka mengakui kejujuran dan ketulusan hati Rasul, serta kesetiannya dalam menjaga amanah. Apa yang mereka ceritakan justru membawa Bilal pada rasa ingin tahu lebih banyak tentang apa dan siapa orang yang dibicarakan itu. Hingga kemudian akhirnya Bilal mendatangi Rasulullah dan bersyahadat di hadapan beliau serta menyatakan ketundukannya pada agama yang dibawa Rasulullah. Umayah bin Khalaf pun murka. Inilah tamparan pahit bagi kehormatannya. Semenjak itu, Bilal menjalani siksaan dan deraan dari majikannya - seperti yang diungkapkan di awal tulisan - sampai suatu ketika Abu Bakar Ash Shiddiq menyelamatkan Bilal bin Rabah dengan cara menebus sekaligus membebaskannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Abu Bakar pula, Bilal menghadap Rasulullah SAW dan kemudian bergabung bersama kaum Muslimin lainnya. Ketika Rasulullah menyeru untuk hijrah dan menetap di Madinah, beliau mulai mensyariatkan adzan sebagai tanda waktu shalat tiba. Namun saat itu belum diputuskan siapa yang akan mengumandangkannya ke seluruh pelosok negeri. Maka Rasulullah SAW kemudian menunjuk Bilal bin Rabah menjadi muadzin yang akan mengumandangkan adzan sebanyak lima kali dalam sehari setiap kali datang waktu shalat. Jadilah Bilal Muadzin pertama bagi Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan Bilal dengan Rasulullah terus berlanjut. Tak aneh, tatkala Rasulullah SAW wafat, tak kurang kesedihan Bilal bin Rabah, meskipun Rasulullah wafat dalam keadaan ridha dan diridhai. Pengganti beliau pun yakni Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq, ditemui Bilal untuk menyampaikan isi hatinya. Bilal berniat untuk meninggalkan Mekkah menuju Syria sebagai pejuang mujahid. Ketia ia diminta untuk tetap bersama-sama kaum Muslimin di Mekkah dan menjadi muadzin, Bilal menjawab bahwa ia tidak akan menjadi muadzin lagi bagi orang lain setelah Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaannya terhadap Rasulullah telah membuatnya tidak mampu meneruskan seruan adzannya terutama ketika harus melafadzkan "Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah", kenangan lamanya seolah bangkit kembali sehingga suaranya pun tertelan oleh kesedihan. Adzannya yang terakhir adalah ketika Umar sebagai Amirul Mukminin datang ke Syiria. Orang-orang pada saat itu memohon kepada khalifah untuk meminta Bilal menjadi muadzin bagi satu shalat saja. Amirul Mukminin pun memanggilnya dan meminta Bilal menjadi muadzin. Ketika Bilal naik ke menara dan mulai mengumandangkan adzan, sahabat-sahabat yang mengenal kedekatan Bilal ketika menjadi muadzin Rasulullah SAW, sama-sama menangis mencucurkan air mata, satu hal yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya. [Tabloid MQ EDISI 12/TH.I/APRIL 2001]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-8683004036269618115?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/8683004036269618115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=8683004036269618115&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/8683004036269618115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/8683004036269618115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/03/bilal-bin-rabah.html' title='Bilal bin Rabah'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-7005597994881546998</id><published>2009-03-23T23:59:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T00:00:46.329+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat Rasulullah'/><title type='text'>Ali bin Abi Thalib</title><content type='html'>Pada suatu ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menyatakan bahwa dirinya diibaratkan sebagai kota ilmu, sementara Ali bin Abi Thalib adalah gerbangnya ilmu. Mendengar pernyataan yang demikian, sekelompok kaum Khawarij tidak mempercayainya. Mereka tidak percaya, apa benar Ali bin Abi Thalib cukup pandai sehingga ia mendapat julukan "gerbang ilmu" dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkumpullah sepuluh orang dari kaum Khawarij. Kemudian mereka bermusyawarah untuk menguji kebenaran pernyataan Rasulullah tersebut. Seorang di antara mereka berkata, "Mari sekarang kita tanyakan pada Ali tentang suatu masalah saja. Bagaimana jawaban Ali tentang masalah itu. Kita bisa menilai seberapa jauh kepandaiannya. Bagaimana? Apakah kalian setuju?" &lt;br /&gt;"Setuju!" jawab mereka serentak. &lt;br /&gt;"Tetapi sebaiknya kita bertanya secara bergiliran saja", saran yang lain. &lt;br /&gt;"Dengan begitu kita dapat mencari kelemahan Ali. Namun bila jawaban Ali nanti selalu berbeda-beda, barulah kita percaya bahwa memang Ali adalah orang yang cerdas." &lt;br /&gt;"Baik juga saranmu itu. Mari kita laksanakan!" sahut yang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari yang telah ditentukan telah tiba. Orang pertama datang menemui Ali lantas bertanya, "Manakah yang lebih utama, ilmu atau harta?" &lt;br /&gt;"Tentu saja lebih utama ilmu," jawab Ali tegas. &lt;br /&gt;"Ilmu adalah warisan para Nabi dan Rasul, sedangkan harta adalah warisan Qarun, Fir'aun, Namrud dan lain-lainnya," Ali menerangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar jawaban Ali yang demikian, orang itu kemudian mohon diri. Tak lama kemudian datang orang kedua dan bertanya kepada Ali dengan pertanyaan yang sama. "Manakah yang lebih utama, ilmu atau harta?" &lt;br /&gt;"Lebih utama ilmu dibanding harta," jawab Ali. &lt;br /&gt;"Mengapa?" &lt;br /&gt;"Karena ilmu akan menjaga dirimu, sementara harta malah sebaliknya, engkau harus menjaganya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kedua itu pun pergi setelah mendengar jawaban Ali seperti itu. Orang ketiga pun datang menyusul dan bertanya seperti orang sebelumnya. "Bagaimana pendapat tuan bila ilmu dibandingkan dengan harta?" &lt;br /&gt;Ali kemudian menjawab bahwa, "Harta lebih rendah dibandingkan dengan ilmu?" &lt;br /&gt;"Mengapa bisa demikian tuan?" tanya orang itu penasaran. &lt;br /&gt;"Sebab orang yang mempunyai banyak harta akan mempunyai banyak musuh. Sedangkan orang yang kaya ilmu akan banyak orang yang menyayanginya dan hormat kepadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah orang itu pergi, tak lama kemudian orang keempat pun datang dan menanyakan permasalahan yang sama. Setelah mendengar pertanyaan yang diajukan oleh orang itu, Ali pun kemudian menjawab, "Ya, jelas-jelas lebih utama ilmu." &lt;br /&gt;"Apa yang menyebabkan demikian?" tanya orang itu mendesak. &lt;br /&gt;"Karena bila engkau pergunakan harta," jawab Ali, "jelas-jelas harta akan semakin berkurang. Namun bila ilmu yang engkau pergunakan, maka akan semakin bertambah banyak." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kelima kemudian datang setelah kepergian orang keempat dari hadapan Ali. Ketika menjawab pertanyaan orang ini, Ali pun menerangkan, "Jika pemilik harta ada yang menyebutnya pelit, sedangkan pemilik ilmu akan dihargai dan disegani." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang keenam lalu menjumpai Ali dengan pertanyaan yang sama pula. Namun tetap saja Ali mengemukakan alasan yang berbeda. Jawaban Ali tersebut ialah, "Harta akan selalu dijaga dari kejahatan, sedangkan ilmu tidak usah dijaga dari kejahatan, lagi pula ilmu akan menjagamu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pertanyaan yang sama orang ketujuh datang kepada Ali. Pertanyaan itu kemudian dijawab Ali, "Pemilik ilmu akan diberi syafa'at oleh Allah Subhaanahu wa Ta'ala di hari kiamat nanti, sementara pemilik harta akan dihisab oleh Allah kelak." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kesepuluh orang itu berkumpul lagi. Mereka yang sudah bertanya kepada Ali mengutarakan jawaban yang diberikan Ali. Mereka tak menduga setelah mendengar setiap jawaban, ternyata alasan yang diberikan Ali selalu berbeda. Sekarang tinggal tiga orang yang belum melaksanakan tugasnya. Mereka yakin bahwa tiga orang itu akan bisa mencari celah kelemahan Ali. Sebab ketiga orang itu dianggap yang paling pandai di antara mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kedelapan menghadap Ali lantas bertanya, "Antara ilmu dan harta, manakah yang lebih utama wahai Ali?" &lt;br /&gt;"Tentunya lebih utama dan lebih penting ilmu," jawab Ali. &lt;br /&gt;"Kenapa begitu?" tanyanya lagi. &lt;br /&gt;"Dalam waktu yang lama," kata Ali menerangkan, "harta akan habis, sedangkan ilmu malah sebaliknya, ilmu akan abadi." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kesembilan datang dengan pertanyaan tersebut. "Seseorang yang banyak harta", jawab Ali pada orang ini, "akan dijunjung tinggi hanya karena hartanya. Sedangkan orang yang kaya ilmu dianggap intelektual." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah giliran orang terakhir. Ia pun bertanya pada Ali hal yang sama. Ali menjawab, "Harta akan membuatmu tidak tenang dengan kata lain akan mengeraskan hatimu. Tetapi, ilmu sebaliknya, akan menyinari hatimu hingga hatimu akan menjadi terang dan tentram karenanya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali pun kemudian menyadari bahwa dirinya telah diuji oleh orang-orang itu. Sehingga dia berkata, "Andaikata engkau datangkan semua orang untuk bertanya, insya Allah akan aku jawab dengan jawaban yang berbeda-beda pula, selagi aku masih hidup." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepuluh orang itu akhirnya menyerah. Mereka percaya bahwa apa yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam di atas adalah benar adanya. Dan ali memang pantas mendapat julukan "gerbang ilmu". Sedang mengenai diri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sudah tidak perlu diragukan lagi. [alislam.or.id]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-7005597994881546998?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/7005597994881546998/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=7005597994881546998&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/7005597994881546998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/7005597994881546998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/03/ali-bin-abi-thalib.html' title='Ali bin Abi Thalib'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-3750455978878345732</id><published>2009-03-23T23:52:00.000+07:00</published><updated>2009-03-23T23:54:12.244+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat Rasulullah'/><title type='text'>Abu Ubaidah bin Jarrah</title><content type='html'>Saat hendak menghembuskan nafasnya yang terakhir, Umar bin Khattab berkata : "Seandainya Abu Ubaidah Ibnul Jarrah masih hidup, tentulah ia di antara orang-orang yang akan saya angkat sebagai penggantiku. Dan jika Allah bertanya hal itu kepadaku, maka aku akan jawab: "Saya angkat kepercayaan Allah dan kepercayaan Rasul-Nya…" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ialah Abu Ubaidah, Amir bin Abdillah Ibnul Jarrah, sahabat Rasulullah yang masuk Islam melalui Abu Bakar pada awal kerasulan, yaitu sebelum Rasulullah SAW mengambil rumah Arqam sebagai tempat berdakwah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak Abu Ubaidah berbai'at kepada Rasulullah SAW, untuk membaktikan seluruh hidupnya di jalan Allah, ia tidak lagi memperhatikan dirinya dan masa depannya. Seluruh hidupnya ia habiskan untuk mengemban amanat yang dititipkan Allah kepadanya, untuk mencapai ridha-Nya. Amanat yang diembannya selalu dipenuhi dengan tanggung jawab. Dan itu merupakan sifat yang paling menonjol dari Abu Ubaidah. Inilah yang membuat Rasulullah kagum padanya, sehingga Rasulullah bersabda : "Amiinu hadzihi al Ummah Abu Ubaidah Ibnul Jarrah (orang kepercayaan umat ini, adalah Abu Ubaidah bin Jarrah)". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW, sangat sayang pada Abu Ubaidah. Rasulullah pun sangat terkesan atas pribadinya. Ketika datang utusan dari Najran dan Yaman yang menyatakan ke-islaman mereka, mereka meminta kepada Rasulullah agar mengirimkan kepada mereka seorang guru untuk mengajarkan Islam dan Al Quran. Dan Rasululullah bersabda : "Baiklah akan saya kirim bersama tuan-tuan seorang yang terpercaya, benar-benar terpercaya…., benar-benar terpercaya…., benar-benar terpercaya…!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujian yang begitu tulus keluar dari mulut Rasulullah. Mendengar hal itu para sahabat semua terkesima dan berharap kalau pilihan Rasulullah jatuh pada dirinya, karena pujian tersebut merupakan pengakuan yang jujur dari seorang Rasul yang tidak diragukan lagi kebenarannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa tersebut diceritakan oleh Umar bin Khattab : "Sebenarnya aku tak pernah tertarik menjadi seorang amir, tetapi ketika Rasulullah mengucapkan hal itu, aku sangat tertarik dan berharap bahwa orang yang dimasudkan Rasulullah itu adalah aku. Dan aku pun cepat-cepat berangkat untuk shalat dzuhur. Seperti biasa, Rasulullah yang mengimami para jamaah. Ketika kami selesai shalat, Rasulullah menoleh ke kanan dan ke kiri. Maka aku pun mengulurkan badan agar kelihatan Rasulullah…. Tetapi, Rasulullah masih melayangkan pandangannya mencari-cari, hingga akhirnya tampaklah Abu Ubaidah, maka dipanggilnya. Lalu Rasulullah bersabda : 'Pergilah berangkat bersama mereka dan selesaikanlah apabila terjadi perselisihan diantara mereka dengan yang haq…!' Maka berangkatlah Abu Ubaidah bersama orang-orang dari Najran dan Yaman". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti di zaman Rasulullah, Abu Ubaidah menjadi seorang yang sangat dipercaya. Begitupun setelah Rasulullah wafat, Abu Ubaidah sangat dipercayai umat. Beliau mengemban kepercayaan umatnya dengan amanah dan penuh tanggung jawab. Sehingga tidak aneh kalau beliau selalu dijadikan suri teladan oleh umat di masa itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu hari di Madinah, terdengar kabar bahwa Abu Ubaidah wafat. Amirul Mukminin Umar bin Khattab seketika memejamkan kedua pelupuk matanya. Air mata pun meleleh, hingga Umar membuka matanya dengan tawakal menyerahkan diri. Didoakannya Abu Ubaidah agar mendapat rahmat dari Allah. Lalu bangkitlah kenangan-kenangan lamanya bersama Abu Ubaidah sahabatnya. Lalu katanya, "Seandainya aku bercita-cita, maka tak ada harapanku selain sebuah rumah yang penuh didiami oleh tokoh-tokoh seperti Abu Ubaidah…" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Ubaidah wafat di atas bumi yang telah disucikan dari keberhalaan Persi dan penindasan Romawi. [Tabloid MQ EDISI 11/TH.II/MARET 2002]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-3750455978878345732?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/3750455978878345732/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=3750455978878345732&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/3750455978878345732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/3750455978878345732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/03/abu-ubaidah-bin-jarrah.html' title='Abu Ubaidah bin Jarrah'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-1659723699378510198</id><published>2009-03-23T23:48:00.000+07:00</published><updated>2009-03-23T23:50:02.400+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat Rasulullah'/><title type='text'>Abu Hurairah</title><content type='html'>Pada masa Jahiliyah orang memanggilnya Abdu Syams (budak matahari). Setelah Allah memuliakannya dengan Islam, Rasulullah SAW bertanya, "Siapa nama anda?" &lt;br /&gt;"Abdu Syams," jawab Abu Hurairah singkat.&lt;br /&gt;"Bukannya Abdur Rahman?" tanya Rasulullah. &lt;br /&gt;"Demi Allah, anda benar. Nama saya Abdur Rahman, ya Rasulullah!" jawab Abu Hurairah setuju. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, mengapa yang lebih populer nama Abu Hurairah, bukan Abdur Rahman? Padahal nama itu pemberian Nabi SAW. Nama Abu Hurairah adalah nama panggilannya waktu kecil. Waktu itu ia punya seekor kucing betina yang sering diajaknya bermain-main. Oleh karena itu teman-temannya menjulukinya Abu Hurairah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Rasulullah SAW tahu asal-muasal panggilan itu, beliau sering memanggilnya Abu Hirr sebagai panggilan akrab. Dan sebenarnya, Abu Hurairah sendiri lebih suka dipanggil Abu Hirr ketimbang Abu Hurairah. Konon, hirr itu artinya kucing jantan, sedangkan hurairah kucing betina. Menurut Abu Hurairah, kucing janan lebih baik dari kucing betina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah masuk Islam melalui Tufail bin Amr Ad-Dausy. Islam masuk ke negeri kaum Dausy kira-kira awal tahun ketujuh Hijriyah. Ketika itu Abu Hurairah menjadi utusan kaumnya menemui Rasulullah SAW. di Madinah. Setelah bertemu Rasulullah, Abu Hurairah memutuskan untuk berkhidmat kepada Rasulullah SAW. dan menemani beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu Abu Hurairah tinggal di masjid tempat Rasulullah SAW mengajar dan mengimami shalat. Selama Rasulullah SAW. hidup, Abu Hurairah belum mau beristri. Mungkin ia khawatir bila beristri, konsentrasinya dalam membantu Rasulullah terganggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah punya seorang ibu yang masih syirik. Tak henti-hentinya ia mengajak ibuya masuk Islam, karena ia amat mencintainya. Tapi, setiap Abu Hurairah mengajak masuk Islam, ibunya selalu menolak, bahkan tak jarang mengeluarkan umpatan yang menghina Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menangis, Abu Hurairah menemui Rasulullah SAW. &lt;br /&gt;"Mengapa engkau menangis, wahai Abu Hurairah," tanya Nabi SAW.&lt;br /&gt;"Aku tak bosan-bosannya mengajak ibuku masuk Islam. Hari ini kembali kuajak ibuku masuk Islam. Tapi, ia malah mengeluarkan kata-kata yang tak pantas mengenai engkau. Aku sendiri tak sudi mendengarnya. Tolong doakan agar ibuku mau masuk Islam, ya Rasulullah," pinta Abu Hurairah. &lt;br /&gt;Rasulullah SAW pun memenuhi permintaan Abu Hurairah dan mendoakan agar ibu Abu Hurairah itu masuk Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Abu Hurairah pulang ke rumah ibunya. Ia bermaksud mengajak ibu yang dicintainya itu masuk agama Allah. Waktu itu pintu rumah tertutup. Tatkala ia hendak masuk, ibuya berkata, "Tunggu di tempatmu, hai Abu Hurairah!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ibunya tengah berpakaian. Sejenak kemudian ibunya menyuruhnya masuk. Ketika telah berhadapan dengan ibunya, ibunya berkata, "Asyahadu an laa ilaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadar 'abduhu wa rasuuluh." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah kembali menemui Rasulullah sambil menangis gembira, sebagaimana sebelumnya ia menangis lantaran sedih. "Bergembiralah wahai Rasulullah! Allah mengabulkan doa anda. Ibuku telah masuk Islam," tutur Abu Hurairah dengan wajah cerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ibunya masuk Islam, hati Abu Hurairah menjadi tenang, seolah-olah terbebas dari himpitan batu besar yang menyesakkan dada. Ia pun bisa berkonsentrasi menimba ilmu dari Rasulullah. Kecintaannya kepada ilmu sama besarnya dengan kecintaannya kepada Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaid bin Tsabit pernah bercerita, suatu ketika ia, Abu Hurairah, dan seorang shahabat lainnya berdoa dan berdzikir di dalam masjid. Tiba-tiba Rasulullah SAW mendatangi mereka. Mereka pun berhenti berdoa dan berdzikir. Rasulullah berkata, "Ulangi doa dan dzikir ang kalian baca!" Zaid bin Tsabit dan shahabat yang seorang lagi -- bukan Abu Hurairah -- berdoa. Rasulullah mengamini doa mereka berdua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Abu Hurairah berdoa, "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu sebagaimana yang dimohon kedua shahabatku ini. Dan aku memohon kepada-Mu ilmu yang tak dapat aku lupakan." &lt;br /&gt;Rasulullah SAW mengamini doa Abu Hurairah. Zaid dan seorang shahabat yang lain berkata, "Kami juga memohon kepada Allah ilmu yang yang tak dapat kami lupakan." &lt;br /&gt;Rasullah berkata, "Kalian telah didahului putra Bani Dausy (Abu Hurairah)." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT mengabulkan permintaan Abu Hurairah. Dia berhasil mengingat dan menghafal 1607 hadits Rasulullah SAW bagi kaum Muslimin, sehingga dengan hadits-hadits itu berjuta-juta kaum Muslimin hingga akhir kiamat memperoleh petunjuk. Betapa besar pahala Abu Hurairah. Ya Allah, jadikan kami seperti Abu Hurairah. [masjid_annahl]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-1659723699378510198?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/1659723699378510198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=1659723699378510198&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/1659723699378510198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/1659723699378510198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/03/abu-hurairah.html' title='Abu Hurairah'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-5914751047012116078</id><published>2009-03-23T23:30:00.001+07:00</published><updated>2009-03-23T23:34:44.361+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat Rasulullah'/><title type='text'>Abu Dzar Al-Ghifari</title><content type='html'>Meski tak sepopuler sahabat-sahabat besar seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, namun sosoknya tak dapat dilepaskan sebagai tokoh yang paling giat menerapkan prinsip egaliter, kesetaraan dalam hal membelanjakan harta di jalan Allah. Ditentangnya semua orang yang cenderung memupuk harta untuk kepentingan pribadi, termasuk sahabat-sahabatnya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa Khalifah Utsman, pendapat kerasnya tentang gejala nepotisme dan penumpukan harta yang terjadi di kalangan Quraisy membuat ia dikecam banyak pihak. Sikap serupa ia tunjukkan kepada pemerintahan Muawiyah yang menjadi gubernur Syiria. Baginya, adalah kewajiban setiap muslim sejati menyalurkan kelebihan hartanya kepada saudara-saudaranya yang miskin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Muawiyah yang membangun istana hijaunya atau Istana Al Khizra, abu Dzar menegur, "Kalau Anda membangun istana ini dengan uang negara, berarti Anda telah menyalahgunakan uang negara. Kalau Anda membangunnya dengan uang Anda sendiri berarti Anda telah berlaku boros," katanya. Muawiyah hanya terdiam mendengar teguran sahabatnya ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukungannya kepada semangat solidaritas sosial, kepedulian kalangan berpunya kepada kaum miskin, bukan hanya dalam ucapan. Seluruh sikap hidupnya ia tunjukkan kepada upaya penumbuhan semangat tersebut. Sikap wara' dan zuhud selalu jadi perilaku hidupnya. Sikapnya inilah yang dipuji Rasulullah SAW. Saat Rasul akan berpulang, Abu Dzar dipanggilnya. Sambil memeluk Abu Dzar, Nabi berkata "Abu Dzar akan tetap sama sepanjang hidupnya. Dia tidak akan berubah walaupun aku meninggal nanti." Ucapan Nabi ternyata benar. Hingga akhir hayatnya kemudian, Abu Dzar tetap dalam kesederhanaan dan sangat shaleh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzar terlahir dengan nama Jundab. Dulu, ia adalah seorang perampok yang mewarisi karir orang tuanya selaku pimpinan besar perampok kafilah yang melaui jalur itu. Teror di wilayah sekitar jalur perdagangan itu selalu dilakukannya untuk mendapatkan harta dengan cara mudah. Hidupnya penuh dengan kejahatan dan kekerasan. Siapa pun di tanah Arab masa itu tahu, jalur perdagangan Mekkah-Syiria dikuasai perampok suku Ghiffar, sukunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu, hati kecil Abu Dzar sesungguhnya tak menerimanya. Pergolakan batin membuatnya sangat menyesali perbuatan buruk tersebut. Akhirnya ia melepaskan semua jabatan dan kekayaan yang dimilikinya. Kaumnya pun diserunya untuk berhenti merampok. Tindakannya itu menimbulkan amarah sukunya. Abu Dzar akhirnya hijrah ke Nejed bersama ibu dan saudara laki-lakinya, Anis, dan menetap di kediaman pamannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat ini pun ia tidak lama. Ide-idenya yang revolusioner berkait dengan sikap hidup tak mengabaikan sesama dan mendistribusikan sebagian harta yang dimiliki, menimbulkan kebencian orang-orang sesuku. Ia pun diadukan kepada pamannya. Kembali Abu Dzar hijrah ke kampung dekat Mekkah. Di tempat inilah ia mendapat kabar dari Anis, tentang kehadiran Rasulullah SAW dengan ajaran Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzar segera menemui Rasulullah SAW. Melihat ajarannya yang sejalan dengan sikap hidupnya selama ini, akhirnya ia pun masuk Islam. Tanpa ragu-ragu, ia memproklamirkan keislamannya di depan Ka'bah, saat semua orang masih merahasiakan karena khawatir akan akibatnya. Tentu saja pernyataan ini menimbulkan amarah warga Mekkah. Ia pun dipukuli dan hampir saja terbunuh bila Abbas, paman Rasulullah SAW, tidak melerai dan mengingatkan warga Mekkah bahwa Abu Dzar adalah warga Ghiffar yang akan menuntut balas jika mereka membunuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, Abu Dzar menghabiskan hari-harinya untuk mencapai kejayaan Islam. Tugas pertama yang diembankan Rasul di pundaknya adalah mengajarkan Islam di kalangan sukunya. Ternyata, bukan hanya ibu dan saudaranya, namun hampir seluruh kaumnya yang suka merampok pun akhirnya masuk Islam. Sikap hidupnya yang menentang keras segala bentuk penumpukkan harta, ia sampaikan juga kepada mereka. Namun, tak semua menyukai tindakannya itu. Di masa Khalifah Utsman, ia mendapat kecaman dari kaum Quraisy, termasuk salah satu tokohnya, Muawiyah bin Abu sufyan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali pernah Muawiyah yang kala itu menjadi Gubernur Syiria, mengatur perdebatan antara Abu Dzar dengan para ahli tentang sikap hidupnya. Tujuannya agar Abu Dzar membolehkan umat menumpuk kekayaannya. Namun, usaha itu tak menggoyahkan keteguhan pandangannya. Karena jengkel, Muawiyah melaporkan kepada Khalifah Utsman ihwal Abu Dzar. Khalifah segera memanggil Abu Dzar. Memenuhi panggilan Khalifah, Abu Dzar mendapat sambutan hangat di Madinah. Namun, ia pun tak kerasan tinggal di kota Nabi tersebut karena orang-orang kaya di kota itu pun tak menyukai seruannya utnuk pemerataan kekayaan. Akhirnya Utsman meminta Abu Dzar meninggalkan Madinah dan tinggal di Rabza, sebuah kampung kecil di jalur jalan kafilah Irak Madinah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kampung inilah Abu Dzar wafat karena usia lanjut pada 8 Dzulhijjah 32 Hijriyah. Jasadnya terbaring di jalur kafilah itu hanya ditunggui jandanya. Hampir saja tak ada yang menguburkan sahabat Rasulullah SAW ini bila tak ada kafilah haji yang menuju Mekkah. Kafilah haji itu segera berhenti dan menshalati jenazah dengan imam Abdullah ibn Masud, seorang sarjana Islam terkemuka masa itu. [Tabloid MQ EDISI 4/TH.II/AGUSTUS 2001]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-5914751047012116078?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/5914751047012116078/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=5914751047012116078&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/5914751047012116078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/5914751047012116078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/03/abu-dzar-al-ghifari.html' title='Abu Dzar Al-Ghifari'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-5307432184191148954</id><published>2009-03-23T23:27:00.001+07:00</published><updated>2009-03-23T23:41:30.885+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat Rasulullah'/><title type='text'>Abu Darda'</title><content type='html'>Uwaimir bin Malik Al Khazraji yang digelari Abu Darda' bangun dari tidurnya pagi-pagi sekali. Setelah itu dia pergi menuju berhala sembahannya di sebuah kamar yang paling istimewa di dalam rumahnya. Dia membungkuk memberi hormat kepada patung tersebut, kemudian diminyakinya dengan wangi-wangian termahal yang terdapat dalam tokonya yang besar. Sesudah itu patung tersebut diberi pakaian baru yang terbuat dari sutera megah, yang diperolehnya kemarin dari seorang pedagang yang datang dari Yaman dan sengaja mengunjunginya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah matahari agak tinggi, barulah Abu darda' masuk ke rumah dan bersiap hendak pergi ke tokonya, tiba-tiba jalan di Yastsrib menjadi ramai, penuh sesak dengan para pengikut Nabi Muhammad yang baru kembali dari peperangan Badar. Di muka sekali terlihat sekumpulan tawanan terdiri dari orang-orang Quraisy. Abu Darda' mendekati orang ramai dan bertemu dengan seorang pemuda suku Khazraj. Abu darda' menanyakan kepadanya dimana 'Abdullah bin Rawahah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda Khazraj tersebut menjawab dengan hati-hati pertanyaan Abu Darda', karena dia tahu bagaimana hubungan Abu Darda' dengan 'Abdullah bin Rawahah. Mereka tadinya adalah dua orang teman akrab di masa jahily. Setelah Islam datang, 'Abdullah bin Rawahah segera masuk Islam, sedangkan Abu Darda' tetap dalam kemusyrikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi hal itu tidak menyebabkan hubungan persahabatan kedua orang tersebut menjadi putus. Karena 'Abdullah berjanji akan mengunjungi Abu Darda' sewaktu-waktu, untuk mengajak dan menariknya ke dalam Islam. Dia kasihan kepada Abu Darda', karena umurnya habis tersia-sia setiap hari dalam kemusyrikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Darda' tiba di toko pada waktunya. Ia duduk bersila diatas kursi, sibuk jual beli dan mengomandoi para pelayan. Sementara itu 'Abdullah bin Rawahah datang ke rumah Abu Darda'. Sampai di sana ia melihat Ummu Darda' di halaman rumahnya. "Assalamu'alaiki. Ya amatallah (Semoga Anda bahagia, hai hamba Allah )." kata 'Abdullah memberi salam. "Wa'alaikassalam, ya akha Abi Darda' (Dan semoga Anda bahagia pula, hai sahabat Abu Darda')," jawab Ummu Darda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemana Abu Darda,'' tanya 'Abdullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia ke toko, tetapi tidak lama lagi dia akan pulang," jawab Ummu Darda' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Boleh saya masuk?" tanya 'Abdullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan segala senang hati! Silakan!" Jawab Ummu Darda'. Ummu Darda' melapangkan jalan bagi 'Abdullah, kemudian dia masuk ke dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan mengasuh anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Abdullah bin Rawahah masuk ke kamar tempat Abu Darda' meletakkan patung sembahannya. Dikeluarkannya kapak yang sengaja dibawanya. Dihampirinya patung itu lalu dikapaknya hingga berkeping-keping. Katanya, "ketahuilah, setiap yang disembah selain Allah adalah batil!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai menghancurkan patung tersebut, dia pergi meninggalkan rumah. Ummu Darda' masuk ke kamar tempat patung berada. Alangkah terperanjatnya dia, ketika dilihatnya patung telah hancur berkeping-keping dan berserakan di lantai. Ummu Darda' meratap menampar nampar kedua pipinya seraya berkata, "Engkau celakakan saya, hai Ibnu Rawahah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama kemudian Abu Darda' pulang dari toko. Didapatinya istrinya duduk dekat pintu kamar patung sambil menangis. Rasa cemas dan takut kelihatan jelas di wajahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa engkau menangis?" tanya Abu Darda'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Teman Anda, 'Abdullah bin Rawahah tadi datang kemari ketika Anda sedang di toko. Dia telah menghancurkan patung sembahan Anda. Cobalah Anda saksikan sendiri," jawab Ummu Darda'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Darda' menengok ke kamar patung, dilihatnya patung itu sudah hancur berkeping-keping. Maka timbullah marahnya. Mulanya dia bermaksud hendak mencari 'Abdullah. Tetapi setelah kemarahannya berangsur padam, dia memikirkan kembali apa yang sudah terjadi. Kemudian katanya, "seandainya patung itu benar Tuhan, tentu dia sanggup membela dirinya sendiri." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ditinggalkannya patung yang menyesatkan itu, lalu dia pergi mencari 'Abdullah bin Rawahah. Bersama sama dengan 'Abdullah, dia pergi menghadap Rasulullah SAW dan menyatakan masuk agama Allah di hadapan beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak detik pertama Abu Darda' beriman dengan Allah dan Rasul-Nya, dia beriman dengan sebenar-benar iman. Dia sangat menyesal agak terlambat masuk Islam. Sementara itu kawan-kawannya yang telah lebih dahulu masuk Islam, telah memperoleh pengertian yang dalam tentang agama Allah ini, hafal Al-Qur'an, senantiasa beribadat, dan taqwa yang selalu mereka tanamkan dalam diri mereka di sisi Allah. Karena itu dia bertekad hendak mengejar ketinggalannya dengan sungguh-sungguh, sekali pun dia harus berpayah-payah siang dan malam, hingga tersusul orang-orang yang berangkat lebih dahulu. Dia berpaling kepada ibadat dan memutuskan hubungan dengan dunia, mencurahkan perhatian kepada ilmu seperti orang kehausan mempelajari Al-Qur'an dengan tekun dan menghafalkan ayat-ayat, serta menggali pengertiannya sampai dalam. Tatkala dirasakannya perdagangannya mengganggu dan merintanginya untuk beribadat dan menghadiri majelis-majelis ilmu, maka ditinggalkannya perusahaannya tanpa ragu dan penyesalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan sikapnya yang tegas itu orang pernah bertanya kepadanya. Maka dijawabnya, "Sebelum masa Rasulullah saya menjadi seorang pedagang. Maka setelah saya masuk Islam, saya ingin menggabungkan berdagang untuk beribadat. Demi Allah, yang jiwa Abu Darda' dalam kuasa-Nya, saya akan menggaji penjaga pintu masjid supaya saya tidak luput shalat berjamaah, kemudian saya berjual beli dan berlaba setiap hari 300 dinar." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia menengok kepada si penanya dan berkata, "Saya tidak mengatakan bahwa Allah Ta'ala mengharamkan berniaga. Tetapi saya ingin menjadi pedagang, bila perdagangan dan jual beli tidak mengganggu saya untuk berdzikrullah (berdzikir)." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Darda' tidak meninggalkan perdagangan sama sekali. Dia hanya sekedar meninggalkan dunia dengan segala perhiasan dan kemegahannya. Baginya sudah cukup sesuap nasi sekedar untuk menguatkan badan, dan sehelai pakaian kasar untuk menutupi tubuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam yang sangat dingin, sekelompok jamaah bermalam di rumahnya. Abu Darda' menyuguhi mereka makanan hangat, tetapi tidak memberinya selimut. Ketika hendak tidur, mereka mempertanyakan selimut, Seorang diantaranya berkata, "Biarlah saya tanyakan kepada Abu Darda'." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata yang lain tidak, "Tidak perlu!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi orang yang seorang itu menolak saran orang yang tidak setuju. Dia terus pergi ke kamar Abu Darda'. Sampai di muka pintu dilihatnya Abu Darda' berbaring, dan istrinya duduk di sampingnya. Mereka berdua hanya memakai pakaian tipis yang tidak mungkin melindungi mereka dari kedinginan. Orang itu bertanya kepada Abu Darda', "Saya lihat Anda sama dengan kami, tengah malam sedingin ini tanpa selimut. Kemana saja kekayaan dan harta benda Anda?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Abu Darda', "kami mempunyai rumah di kampung sana. Harta benda kami langsung kami kirimkan kesana setiap kami peroleh. Seandainya masih ada yang tinggal di sini (berupa selimut), tentu sudah kami berikan kepada tuan-tuan. Di samping itu, jalan ke rumah kami yang baru itu sulit dan mendaki. Karena itu susah membawa barang yang berat-berat. Kami memang sengaja meringankan beban kami supaya mudah dibawa." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Abu Darda bertanya kepada orang itu, "Pahamkah Anda?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab orang itu, "Ya, saya mengerti. Semoga Anda di karuniai Allah segala kebaikan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa pemerintahan Khalifah 'Umar bin Khatab, 'Umar mengangkat Abu darda' menjadi pejabat tinggi di Syam. Tetapi Abu Darda' menolak pengangkatan tersebut. Khalifah Umar marah kepadanya. Lalu kata Abu Darda', "Bilamana Anda menghendaki saya pergi ke Syam, saya mau pergi untuk mengajarkan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah kepada mereka, serta menegakkan shalat bersama sama dengan mereka." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Umar menyukai rencana Abu Darda' tersebut. Lalu Abu Darda' berangkat ke Damsyik. Sampai di sana didapatinya masyarakat telah mabuk kemewahan dan tenggelam dalam kenikmatan dunia. Hal itu sangat menyedihkannya. Maka dipanggilnya orang banyak ke masjid, lalu dia berpidato di hadapan mereka. Katanya : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai penduduk Damsyiq! Kalian adalah saudaraku seagama; tetangga se-negeri; dan pembela dalam melawan musuh bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai penduduk Damsyiq! Saya heran, apakah gerangan sebabnya kalian tidak menyenangi saya, dan tidak menerima nasehat saya? Padahal saya tidak mengharapkan balas jasa dari kalian. Nasehatku berguna untuk kalian, sedangkan belanjaku bukan dari kalian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak suka melihat ulama-ulama pergi meninggalkan kalian, sementara orang-orang bodoh tetap saja bodoh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya mengharapkan kalian supaya melaksanakan segala perintah Allah Ta'ala, dan menghentikan segala larangan-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak suka melihat kalian mengumpulkan harta kekayaan sebanyak-banyaknya, tetapi tidak kalian pergunakan untuk kebaikan. Kalian membangun gedung-gedung yang mewah, tetapi tidak kalian tempati atau kalian mencita-citakan sesuatu yang tak mungkin tercapai oleh kalian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa-bangsa sebelum kamu pernah mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya dan bercita-cita setinggi-tingginya. Tetapi hanya sebentar, harta yang mereka tumpuk habis terkikis, cita-cita mereka hancur berantakan, dan bangunan-bangunan mewah yang mereka bangun rubuh menjadi kuburan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai penduduk Damsyiq! Itulah bangsa 'Ad (kaum Nabi Hud as) yang telah memenuhi negeri (antara Aden dan Oman) dengan harta kekayaan dan anak-anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah di antara kalian yang berani sekarang membeli daripadaku peninggalan kaum 'Ad itu dengan harga dua dirham?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pidato Abu Darda' tersebut orang banyak menangis, sehingga isak tangis mereka terdengar dari luar masjid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak hari itu Abu Darda' senantiasa mengunjungi majelis-majelis masyarakat Damsyiq dan pergi ke pasar-pasar. Jika ada yang bertanya kepadanya selalu ia jawab. Jika dia bertemu dengan seorang bodoh, diajarinya. Dan jika dia melihat orang terlalai, diingatkannya. Direbutnya setiap kesempatan yang baik, sesuai dengan situasi dan kondisi, serta kemampuan yang ada padanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu ketika dia melihat sekelompok orang mengeroyok seorang lelaki. Laki-laki itu babak belur dipukuli dan dicaci maki mereka. Abu Darda' datang menghampiri, lalu bertanya, "Apa yang terjadi? Mengapa begini?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab mereka, "Orang itu jatuh ke dalam dosa besar." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Abu Darda', "Karena itu janganlah kalian caci maki dia, dan jangan pula kalian pukuli. Tetapi berilah dia pengajaran dan sadarkan dia. Bersyukurlah kalian kepada Allah yang senantiasa memaafkan kalian dari segala dosa." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya mereka, "Apakah Anda tidak membencinya?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Abu Darda', "Sesungguhnya saya membenci perbuatannya. Apabila dia telah menghentikan perbuatannya yang berdosa itu, maka dia adalah saudara saya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu menangis dan tobat dari kesalahannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali yang lain seorang pemuda mendatangi Abu Darda' dan berkata kepadanya, "Wahai sahabat Rasulullah! Ajarilah saya!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Abu Darda', "Hai anakku! Ingatlah kepada Allah di waktu kamu bahagia. Maka Allah akan mengingatmu di waktu kamu sengsara. &lt;br /&gt;Hai Anakku! Jadilah kamu pengajar, orang yang mau belajar dan orang yang mau mendengar. Dan jangan menjadi orang yang bodoh). Karena yang bodoh itu, pasti celaka." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Darda' pernah pula melihat sekelompok pemuda duduk-duduk di pinggir jalan. Mereka ngobrol sambil melihat orang-orang yang lalu lalang. Abu Darda' menghampiri mereka dan berkata kepadanya, "Hai anak-anakku! Tempat yang paling baik bagi orang muslim adalah rumahnya. Di sana dia dapat memelihara diri dan pandangannya. Jauhilah duduk-duduk di pinggir jalan dan dipasar-pasar, karena hal itu menghabiskan waktu dengan percuma." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Abu Darda' tinggal di Damsyiq, yang menjadi gubernur waktu itu ialah Mu'awiyah bin Abu Sufyan. Mu'awiyah melamar anak gadis Abu Darda' (yaitu Darda') untuk puteranya Yazid. Abu Darda' menolak lamaran Mu'awiyah tersebut. Dia tidak mau mengawinkan anak gadisnya, Darda', dengan Yazid (putera Gubernur). Bahkan Darda' dikawinkannya dengan pemuda muslim, anak kebanyakan. Abu Darda' menyukai agama dan akhlak pemuda itu. Orang banyak heran dengan sikap Abu Darda' dan berbisik-bisik sesama mereka, "Anak gadis Abu Darda' dilamar oleh Yazid bin Mu'awiyah, tetap lamarannya di tolak. Kemudian Abu Darda' mengawinkan putrinya dengan seorang pemuda muslim anak orang kebanyakan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penanya bertanya kepada Abu Darda', mengapa dia bertindak seperti itu. Jawab Abu Darda', "Saya bebas berbuat sesuatu untuk kemaslahatan Darda'." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu kembali bertanya,"Mengapa?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Abu darda', "Bagaimana pendapat Anda, apabila nanti Darda' telah berada di tengah-tengah inang pengasuh yang senantiasa siap sedia melayaninya, sedangkan dia berada dalam istana yang gemerlapan menyilaukan mata, akan kemana jadinya agama Darda' ketika itu?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu waktu ketika Abu Darda' berada di negeri Syam, Amirul Mukminin 'Umar bin Khattab datang memeriksa. Khalifah mengunjungi sahabat itu di rumahnya malam hari. Ketika Khalifah membuka pintu rumah Abu Darda', ternyata pintu itu tidak dikunci dan rumah gelap tanpa lampu. Ketika Abu Darda' mendengar suara Khalifah, Abu Darda' berdiri mengucapkan selamat datang dan menyilahkan Khalifah Umar duduk. Keduanya segera terlibat dalam pembicaraan-pembicaraan penting, padahal kegelapan menyelubungi keduanya, sehingga masing-masing tidak melihat kawannya berbicara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah 'Umar meraba-raba bantal alas duduk Abu Darda', ternyata sebuah pelana kuda. Dirabanya pula kasur tempat tidur Abu Darda', ternyata berisi pasir belaka. Dirabanya pula selimut, kiranya pakaian-pakaian tipis yang tidak mencukupi untuk musim dingin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata khalifah 'Umar, "Semoga Alah melimpahkan rahmat-Nya kepada Anda. Maukah Anda saya bantu? Maukah Anda saya kirimi sesuatu untuk melapangkan kehidupan Anda?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Abu Darda'. "Ingatkah Anda hai 'Umar, sebuah hadist yang disampaikan Rasulullah kepada kita?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya Umar, "Hadist apa gerangan?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Abu Darda', "Bukankah Rasulullah telah bersabda: 'Hendaklah puncak salah seorang kamu tentang dunia, seperti perbekalan seorang pengendara (yaitu secukupnya dan seadanya).'" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Khalifah Umar, "Ya, saya ingat!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Abu Darda', "Nah, apa yang telah kita perbuat sepeninggal beliau, hai Umar?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Umar menangis, Abu Darda'pun menangis pula. Akhirnya mereka berdua bertangis-tangisan sampai subuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Darda' menjadi guru selama tinggal di Damsyiq. Dia memberi pengajaran kepada penduduk, memperingatkan mereka, mengajarkan Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah kepada mereka sampai dia meninggal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Abu Darda' hampir meninggal, para sahabatnya datang berkunjung. Mereka bertanya, "Sakit apa yang Anda rasakan?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Abu Darda', "Dosa-dosaku!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bertanya, "Apa yang Anda inginkan?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Darda' menjawab, "Ampunan Tuhanku." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia berkata kepada orang-orang yang hadir disekitarnya, "Ulangkanlah kepadaku kalimah 'Laa ilaaha illallah, Muhammad Rasulullah.'" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Darda' senantiasa membaca kalimah tersebut berulang-ulang hingga nafasnya yang terakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Abu Darda' pergi menemui Tuhannya, Abu Muhammad berkata pada Auf bin Malik, "hai, Ibnu Malik! Inilah karunia Allah kepada kita berkat Al-Qur'an. Seandainya engkau mengawasi jalan ini, engkau akan melihat suatu pemandangan yang belum pernah engkau saksikan, dan mendengar sesuatu yang belum pernah engkau dengar, dan tidak pernah terlintas dalam pikiranmu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya 'Auf bin Malik, "Untuk siapa semuanya, hai Abu Muhammad?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Abu Muhammad, "Disediakan Allah Ta'ala untuk Abu Darda', karena Dia telah menolak kemewahan dunia dengan mudah dan lapang dada." [fosmil.org]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-5307432184191148954?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/5307432184191148954/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=5307432184191148954&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/5307432184191148954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/5307432184191148954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/03/abu-darda.html' title='Abu Darda&apos;'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-6766976630614709357</id><published>2009-03-23T23:20:00.000+07:00</published><updated>2009-03-23T23:23:55.383+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat Rasulullah'/><title type='text'>Abu Bakar Ash-Shiddiq</title><content type='html'>Abu Bakar lahir tahun 573 M dari sebuah keluarga terhormat di Mekkah dua tahun satu bulan setelah kelahiran Rasul Muhammad SAW. Nama aslinya Abdullah Ibn Abu Kuhafah, lalu ia mendapat gelar Ash Shiddiq setelah masuk Islam. Semenjak kanak-kanak, ia adalah sosok pribadi yang terkenal jujur, tulus, penyayang, dan suka beramal, sehingga masyarakat Mekkah menaruh hormat kepadanya. Ia selalu berbuat yanbg terbaik untuk menolong fakir miskin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar adalah sahabat yang terpercaya dan dikagumi oleh Rasulullah SAW. Ia pemuda yang pertama kali menerima seruan Rasul tanpa banyak pertimbangan. Seluruh kehidupannya dicurahkan untuk perjuangan suci membela dakwah Rasul. Rasul SAW sangat menyayanginya sehingga seringkali untuk menggantikan Rasul menjadi imam shalat, ia lah yang ditunjuk. Saat Rasul hijrah ke Madinah, Abu Bakar menyertainya. Kedekatan abu Bakar dengan Rasul dalam perjuangan Islam ibarat Rasul dengan bayangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhir hayatnya, Rasulullah Muhammad SAW tidak menunjuk seseorang sebagai khalifah, sehingga ketika beliau meninggal dunia masyarakat muslim dalam kebingungan. Dan terdapatlah golongan Muhajirin dan Anshar berusaha memilih penerus dan penggantinya sambil masing-masing memunculkan tokohnya - meski pada akhirnya kedua tokoh dari masing-masing golongan yang mengusulkan tersebut menolak sambil berkata "Tidak, kami tidak mempunyai kelebihan dari kamu sekalian dalam urusan ini." Dalam situasi yang semakin kritis, Umar dari golongan Muhajirin mengangkat tangan abu Bakar seraya menyampaikan sumpah setia kepadanya dan membaiatnya sebagai khalifah. Sikap Umar tersebut pun diikuti oleh Abu Ubadiyah dari Anshar beserta tokoh-tokohnya yang hadir. Mereka menyatakan kerelaannya membaiat Abu Bakar sebagai khalifah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pidato pelantikannya Abu Bakar berkata "Saya, bukanlah yang terbaik diantara kamu sekalian. Oleh karena itu saya sangat menghargai dan mengharapkan saran dan pertolongan kalian semua. Menyampaikan kebenaran kepada seseorang yang terpilih sebagai penguasa adalah kesetiaan yang sebenar-benarnya; sedang menyembunyikan kebenaran adalah suatu kemunafikan. Orang yang kuat maupun orang yang lemah adalah sama kedudukannya dan saya akan memperlakukan kalian semua secara adil. Jika aku bertindak dengan hukum Allah dan Rasul-Nya, taatilah aku, tetapi jika aku mengabaikan ketentuan Allah dan Rasul-Nya, tidaklah layak kalian mentaatiku." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pidato tersebut berisi prinsip-prinsip kekuatan demokratis, dan bukan kekuasaan yang bersifat otokratis. Seorang khlaifah wajib menjalankan pemerintahan sesuai dengan ajaran Islam dan mempertanggungjawabkan segala kebijaksanaannya kepada rakyatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak diangkat sebagai Khalifah, Abu Bakar menghadapi berbagai permasalahan. Program pertama yang dicanangkan Abu Bakar setelah ia menjadi khalifah, adalah meredam pemberontakan, memerangi orang-orang yang membangkang tidak mau membayar zakat. Pemurtadan saat itu juga terjadi dimana-mana dan menimbulkan kekacauan. Sepeninggal Rasulullah SAW, memang banyak umat Islam yang kembali memeluk agamanya semula. Mereka berasa berhak berbuat sekehendak hati. Bahkan lebih tragis lagi, muncul orang-orang yang mengaku Rasul, antara lain Musallamah Al Kadzdzab, Tulaiha Al Asadi, dan Al Aswad Al Ansi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meluruskan akidah orang-orang murtad tersebut, Abu Bakar mengirim sebelas pasukan perang ke sebelas daerah tujuan, diantaranya Pasukan Khalid bin Walid yang ditugaskan menundukkan Tulaiha Al Asadi, Pasukan Amer bin Ash ditugaskan di Qudla'ah, Suwaid bin Muqrim ditugaskan ke Yaman dan Khalid bin Said ditugaskan ke Syam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Abu Bakar selanjutnya memproyekkan pengumpulan dan penulisan ayat-ayat Al Qur'an. Program ini dicanangkan atas usulan Umar bin Khattab, sedangkan pelaksananya dipercayakan kepada Zaid bin Tsabit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa pemerintahannya, Abu Bakar juga berhasil memperluas daerah dakwah Islamiyah, antara lain ke Irak yang ketika itu termasuk wilayah jajahan kerajaan Parsi dan ke Syam yang dibawah jajahan Romawi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memerintah selama dua tahun, Abu Bakar berpulang ke Rahmatullah pada tanggal 23 Jumadil Akhir 13 H, dalam usia 63 tahun. Ia dimakamkan dekat makan Rasulullah SAW. Ketaatannya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya serta budi luhurnya terkenal. [Tabloid MQ EDISI 3/TH.II/JULI 2001]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-6766976630614709357?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/6766976630614709357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=6766976630614709357&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/6766976630614709357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/6766976630614709357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/03/abu-bakar-ash-shiddiq.html' title='Abu Bakar Ash-Shiddiq'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-6680262612388274043</id><published>2009-03-23T23:17:00.000+07:00</published><updated>2009-03-23T23:18:55.210+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat Rasulullah'/><title type='text'>Abdurrahman bin Auf</title><content type='html'>Abdurrahman bin Auf termasuk kelompok delapan sahabat yang mula-mula masuk Islam. Ia termasuk sepuluh orang sahabat yang dijamin masuk surga oleh Rasululah. Selain itu, ia juga termasuk enam orang sahabat yang bermusyawarah dalam pemilihan khalifah menggantikan Umar bin Khaththab. Ia adalah seorang mufti yang dipercaya Rasulullah untuk berfatwa di Madinah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman bin Auf masuk Islam sebelum Rasulullah SAW melakukan pembinaan di rumah Arqam bin Abil Arqam, kira-kira dua hari setelah Abu Bakar masuk Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hijrah ke Madinah, Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa'ad bin Rabi' Al-Anshari, salah seorang kaya yang pemurah di Madinah. Abdurrahman pernah ditawari Sa'ad untuk memilih salah satu dari dua kebunnya yang luas. Tapi, Abdurrahman menolaknya. Ia hanya minta kepada Sa'ad ditunjuki lokasi pasar di Madinah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, Abdurahman bin Auf berprofesi sebagai pedagang dan memperoleh keuntungan yang cukup besar. Omset dagangannya pun makin besar, sehingga ia dikenal sebagai pedagang yang sukses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kesuksesan itu tak membuatnya lupa diri. Ia tak pernah absen dalam setiap peperangan yang dipimpin Rasulullah. Suatu hari, Rasulullah SAW berpidato membangkitakn semangat jihad dan pengorbanan kaum Muslimin. Beliau berkata, "Bersedekahlah kalian, karena saya akanmengirim pasukan ke medan perang." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan itu, Abdurrahman bin Auf bergegas pulang dan segera kembali ke hadapan Rasulullah. "Ya, Rasulullah, saya mempunyai uang empat ribu. Dua ribu saya pinjamkan kepada Allah, dan sisanya aya tinggalkan untuk keluarga saya," ucap Abdurrahman. Lalu Rasulullah mendoakannya agar diberi keberkahan oleh Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah SAW membutuhkan banyak dana untuk menghadapi tentara Rum dalam perang Tabuk, Abdurrahman bin Auf menjadi salah satu pelopor dalam menyumbangkan dana. Ia menyerahkan dua ratus uqiyah emas. Melihat hal itu, Umar bin Khathab berbisik kepada Rasulullah SAW, "Agaknya Abdurrahman berdosa, dia tidak meninggalkan uang belanja sedikit pun untuk keluarganya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, Rasulullah pun bertanya kepada Abdurrahman, "Adakah engkau tinggalkan uang belanja untuk keluargamu?" &lt;br /&gt;Abdurrahman menjawab, "Ada, ya Rasulullah. Mereka saya tinggalkan lebih banyak dan lebih baik daripda yang saya sumbangkan." &lt;br /&gt;"Berapa?" Tanya Rasulullah. &lt;br /&gt;Abdurrahman menjawab, "Sebanyak rizki, kebaikan, dan upah yang dijanjikan Allah." Subhanallah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, rizki yang dijanjikan Allah terus mengalir bagaikan aliran sungai yang deras. Abdurrahman bin Auf kini telah menjadi orang terkaya di Madinah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, iring-iringan kafilah dagang Abdurrahman bin Auf yang terdiri dari 700 ekor unta yang dimuati bahan pangan, sandang, dan barang-barang kebutuhan penduduk tiba di Madinah. Terdengar suara gemuruh dan hiruk-pikuk, sehingga Aisyah bertanya kepada seseorang, "Suara apakah itu?" &lt;br /&gt;Orang itu menjawab, "Iring-iringan kafilah dagang Abdurrahman." &lt;br /&gt;Aisyah berkata, "Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepada Abdurrahman di dunia dan akhirat. Saya mendengar Rasulullah bersabda bahwa Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu langsung menemui Abdurrahman bin Auf dan menceritakan apa yang didengarnya dari Aisyah. Mendengar hal itu, ia pun bergegas menemui Aisyah. "Wahai Ummul Mukminin, apakah ibu mendengar sendiri ucapan itu dari Rasulullah?" &lt;br /&gt;"Ya," jawab Aisyah. &lt;br /&gt;"Seandainya aku sanggup, aku ingin memasuki surga dengan berjalan. Sudilah ibu menyaksikan, kafilah ini dengan seluruh kendaraan dan muatannya kuserahkan untuk jihad fi sabilillah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak mendengar bahwa dirinya dijamin masuk surga, semangat berinfak dan bersedekahnya makin meningkat. Tak kurang dari 40.000 dirham perak, 40.000 dirham emas, 500 ekor kuda perang,dan 1.500 ekor unta ia sumbangan untuk peruangan menegakkan panji-panji Islam di muka bumi. Mendengar hal itu, Aisyah mendoakan, "Semoga Allah memberinya minum dengan air dari telaga Salsabil (nama sebuah telaga di surga)." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir hayatnya, Abdurrahman pernah disuguhi makanan oleh seseorang -- padahal ia sedang berpuasa. Sambil melihat makanan itu, ia berkata, "Mush'ab bin Umair syahid di medan perang. Dia lebih baik daripada saya. Waktu dikafan, jika kepalanya ditutup, makakakinya terbuka. Dan jika kakinya ditutup, kepalanya terbuka. Kemudian Allah membentangkan dunia ini bagi kita seluas-luasnya. Sungguh, saya amat takut kalau-kalau pahala untuk kita disegerakan Allah di dunia ini." Setelah itu, ia menangis tersedu-sedu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman bin Auf wafat dengan membawa amalnya yang banyak. Saat pemakamannya, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata, "Anda telah mendapat kasih sayang Allah, dan anda telah berhasil menundukan kepalsuan dunia. Semoga Allah senantiasa merahmati anda. Amin." (sh)[masjid_annahl]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-6680262612388274043?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/6680262612388274043/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=6680262612388274043&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/6680262612388274043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/6680262612388274043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/03/abdurrahman-bin-auf.html' title='Abdurrahman bin Auf'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-3380298186370404261</id><published>2009-03-23T23:05:00.002+07:00</published><updated>2009-03-23T23:09:04.742+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat Rasulullah'/><title type='text'>Abdullah bin Umar</title><content type='html'>Abdullah bin Umar adalah putra Khalifah Umar bin Khattab. Pada masa muda, Abdullah bin Umar mendapat pendidikan dari lingkungannya, yang selalu mendapat pembinaan semangat Islam. Dia dididik oleh ayahnya yang disiplin dan taat kepada agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Perang Badar dan Uhud, Abdullah bin Umar tidak ikut perang. Pada Perang Khandak (parit), Abdullah bin Umar ikut serta. Semenjak inilah Abdullah bin Umar ikut perang. Usia beliau waktu itu baru lima belas tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Umar pada suatu malam yang sunyi telah bermimpi yang aneh. Dalam mimpinya itu, dia duduk di masjid sedang mengerjakan salat. Kemudian melihat ada yang turun mendekati dia untuk mengajak pergi ke suatu tempat yang indah pemandangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Abdullah bin Umar menceritakan tentang mimpinya itu kepada saudaranya, yaitu Hafsah, istri Nabi. Sewaktu Nabi mendengarkannya, Nabi berkata, "Abdullah adalah seorang anak yang cakap, sebaiknya engkau setiap malam lebih banyak berdoa dan berzikir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Umar dengan perasaan senang dan ikhlas melaksanakan nasihat Nabi, beribadah sepanjang malam, istirahatnya berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu shalat ia menangis. Kadang-kadang air matanya keluar, dan mohon ampun kepada Allah. Sehingga, Rasulullah SAW merasa belas kasihan kepadanya. Maka, beliau memberi julukan kepadanya yaitu "Anak muda yang cakap".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Rasulullah SAW wafat, ia senantiasa ingat apa yang pernah ia alami selama bergaul dengan Nabi. Apabila membaca Alquran, dia sampai menangis. Demikian rasa takwa dan takutnya kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keakraban Abdullah bin Umar dengan Nabi, menyebabkan dapat menghayati ajaran yang terkandung di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Umar pernah menjadi guru. Murid-muridnya datang dari berbagai tempat untuk belajar dan mendapat bimbingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencontoh sifat-sifat Nabi Muhammad SAW seperti cara memakai pakaian, makan, minum, dan lain-lain. Dengan dasar inilah, ia dapat digolongkan seorang yang berjiwa besar. Dia disegani dan dihormati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika wafatnya Utsman terjadi huru-hara. Para sahabat menginginkan Abdullah bin Umar menduduki jabatan khalifah, namun Abdullah bin Umar tidak menerima jabatan yang dianggapnya besar itu. Abdullah bin Umar ingin memperbanyak amal ibadah kepada Allah. Muawiyah pernah berpesan kepada anaknya, Yazid, "Abdullah bin Umar memang terlalu sibuk dengan amaliah dan ibadah kepada Allah SWT, sehingga dia tidak mau menerima tawaran menjadi khalifah itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengerjakan shalat malam tidak pernah lupa. Kain sajadah untuk sujud tetap terbentang dekat tempat tidurnya. Sebelum tidur, beliau salat terlebih dulu. Sejenak tidur, bangun lagi untuk mengambil air wudhu. Kemudian shalat beberapa rakaat. Hampir setiap malamnya tidak kurang dari empat atau lima rakaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Umar wafat pada tahun 72 Hijriah, tepat pada usia 84 tahun. (1001 Kisah-Kisah Nyata - Achmad Sunarto)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*saya copaskan hasil download dari kiriman email*&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-3380298186370404261?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/3380298186370404261/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=3380298186370404261&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/3380298186370404261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/3380298186370404261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/03/abdullah-bin-umar.html' title='Abdullah bin Umar'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-5769254338827504906</id><published>2009-01-01T19:23:00.002+07:00</published><updated>2009-01-01T19:30:32.509+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat Rasulullah'/><title type='text'>Abdullah bin Abbas</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber: (Abu Akhyar)[aldakwah.org]&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di antara sahabat-sahabat Rasulullah SAW, terdapat beberapa sahabat kecil yang ketika melafadzkan syahadat mereka berusia sangat muda, atau ketika mereka dilahirkan, ayah bunda mereka telah muslim. Perhatian Rasulullah SAW kepada para sahabat cilik ini, tidak berbeda dengan sahabat-sahabat yang lainnya. Bahkan beliau sangat memperhatikan mereka dan meluangkan waktu untuk bermain, bicara dan menasehati mereka. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Abbas (Ibnu Abbas) adalah salah satu kelompok sahabat junior ini. Beliau dilahirkan tiga tahun sebelum hijrah. Semenjak kecilnya, beliau sudah menunjukkan kecerdasan dan kesungguhannya terhadap suatu masalah. Rasulullah mengetahui potensi besar yang ada pada anak muda ini, seperti halnya beliau melihat potensi yang sama pada Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah dan sahabat-sahabat cilik lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW sering terlihat berdua bersama si kecil Abdullah bin Abbas. Suatu ketika, misalnya, RasuluLlah SAW mengajak Ibnu Abbas RA berjalan-jalan seraya menyampaikan tarbiyahnya kepada pemuda cilik ini: "Ya ghulam, maukah engkau mendengarkan beberapa kalimat yang sangat berguna? Jagalah Allah SWT (ajaran-ajaranNya), maka engkau akan mendapatkanNya selalu menjagamu. Jagalah Allah SWT (larangan-laranganNya), maka engkau akan mendapatkanNya selalu dekat di hadapanmu. Kenalilah Allah dalam sukamu, maka Allah akan mengenalimu dalam dukamu. Bila engkau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau memerlukan pertolongan, mohonkanlah kepada Allah. Semua hal (yang terjadi denganmu) telah selesai ditulis. Ketahuilah, seandainya semua makhluk bersepakat untuk membantumu dengan apa yang tidak ditaqdirkan Allah untukmu, mereka tidak akan mampu membantumu. Atau bila mereka berkonspirasi untuk menghalangi engkau mendapatkan apa yang ditaqdirkan untukmu, mereka juga tidak akan dapat melakukannya. Semua aktifitasmu kerjakanlah dengan keyakinan dan keikhlasan. Ketahuilah, bahwa bersabar dalam musibah itu akan memberikan hasil positif; dan bahwa kemenangan itu dicapai dengan kesabaran; dan bahwa kesuksesan itu sering dilalui lewat tribulasi; dan bahwa kemudahan itu tiba setelah kesulitan". [Hadist Riwayat Ahmad, Hakim, Tirmidzi]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah rangkaian prinsip aqidah, ilmu dan 'amal yang manakah hasil tarbiyah Rasulullah itu? Abdullah bin Abbas tumbuh menjadi seorang muslim yang penuh inisiatif, haus ilmu, dekat dengan Allah dan Rasul-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, Ibnu Abbas ingin mengetahui secara langsung bagaimana cara Rasulullah shalat. Untuk itu, ia sengaja menginap di rumah bibinya: ummahatul mu'minin, Maimunah bint al-Harist. Ketika itu ia melihat Rasulullah bangun tengah malam dan pergi berwudhu. Dengan sigap Ibnu Abbas membawakan air untuk berwudhu, dengan demikian ia dapat melihat sendiri bagaimana Rasullah berwudhu. Rasulullah - sang murobbi agung itu - tidak menyepelekan hal ini, beliau mengelus dengan lembut kepala Ibnu Abbas, seraya mendo'akan: "Ya Allah, faqih-kanlah ia dalam perkara agama-Mu, dan ajarilah ia tafsir Kitab-Mu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah berdiri untuk shalat lail yang dimakmumi oleh isteri beliau, Maimunah. Ibnu Abbas tak tinggal diam, dia segera berdiri di belakang Rasulullah SAW; tetapi Rasulullah kemudian menariknya agar ia berdiri sedikit berjajar dengannya. Ibnu Abbas berdiri sejajar dengan Rasulullah, tetapi kemudian ia mundur lagi ke shaf belakang. Seusai sholat, Rasulullah memper tanyakan sikap Ibnu Abbas ini, dan dijawab oleh Ibnu Abbas bahwa rasanya tak pantas dirinya berdiri sejajar dengan seorang Utusan Allah SWT. Rasulullah ternyata tidak memarahinya, bahkan beliau mengulangi do'anya ketika berwudhu tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ibnu Abbas berusia 13 tahun, Rasulullah wafat. Beliau sangat merasa kehilangan. Tapi hal ini tidak menjadikannya bersedih atau lemah. Dengan segera ia mengajak teman sebayanya untuk bertanya dan belajar pada sahabat-sahabat senior mengenai apa saja yang berkenaan dengan Rasulullah dan ajaran al-Islam. Logika Ibnu Abbas, saat itu mengatakan bahwa para sahabat masih berada di Madinah, inilah kesempatan terbaik untuk menimba ilmu dan informasi dari mereka, sebelum mereka berpencaran ke kota-kota lain atau sebelum mereka wafat. Namun sayang, ajakan ini tidak ditanggapi oleh rekan-rekan sebayanya, karena mereka rata-rata beranggapan bahwa para sahabat senior tidak akan memperhatikan pertanyaan anak-anak kecil macam mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas tak patah arang. Beliau sendiri mendatangi para sahabat yang diperkirakan mengetahui apa saja yang ingin ia tanyakan. Dengan sabar, beliau menunggu para sahabat pulang dari kerja keseharian atau da'wahnya. Bahkan kalau sahabat tadi kebetulan sedang beristirahat, Ibnu Abbas dengan sabar menanti di depan pintu rumahnya, hingga tertidur, tergolek beralaskan pakaiannya. Tentu saja para sahabat terkejut menemui Ibnu Abbas tertidur di muka rumahnya, "Oh keponakan Rasulullah, ada apa gerangan? Kenapa tidak kami saja yang datang menemuimu, bila engkau ada keperluan?" &lt;br /&gt;"Tidak," kata Ibnu Abbas, "sayalah yang harus datang menemui anda." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah masa kecil Ibnu Abbas. Bagaimana dengan masa dewasanya? Beliau katakan sebagai seorang muda yang berwawasan dewasa, yang lisannya selalu bertanya dan qalbunya selalu mencerna. Umar bin Khattab selalu mengundang Ibnu Abbas dalam majelis syuro'nya dengan beberapa sahabat senior, dan beliau selalu berkata kepada Ibnu Abbas agar ia tidak perlu sungkan menyampaikan pendapat. Inilah bentuk tarbiyah lain yang diperoleh oleh Ibnu Abbas, dengan selalu berada dalam kalangan sahabat senior. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masa kekhalifahan Utsman bin Affan RA, beliau bergabung dengan pasukan muslimin yang berekspedisi ke Afrika Utara, di bawah pimpinan Abdullah bin Abi-Sarh. Beliau terlibat dalam pertempuran dan juga dalam da'wah di sana. Di masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib RA, Ibnu Abbas mengajukan permohonan untuk menemui dan berda'wah kepada kaum Khawarij. Melalui dialog dan diskusinya yang intens, sekitar 12.000 dari 16.000 khawarij bertaubat dan kembali kepada ajaran Islam yang benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Abbas, yang muda yang ulama, wafat dalam usia 71 tahun pada tahun 68H. Sahabat Abu Hurairah RA, berkata "Hari ini telah wafat Ulama Ummat. Semoga Allah SWT berkenan memberikan pengganti Abdullah bin Abbas." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-5769254338827504906?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/5769254338827504906/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=5769254338827504906&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/5769254338827504906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/5769254338827504906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2009/01/abdullah-bin-abbas.html' title='Abdullah bin Abbas'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-463678916120246102.post-3386617646457289342</id><published>2008-12-27T13:34:00.003+07:00</published><updated>2008-12-27T15:15:25.658+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='smpn 2 tanjung karang'/><title type='text'>Guru SMP</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;waktu masih sekolah di SMP Negeri di Lampung, saya punya guru sejarah namanya Pak Untung. 'apa kabar Pak?' gimana kabar beliau sekarang yah.. saya bener2 gak tau. dalam mengajar Pak Untung pandai sekali bercerita. jadi muridnya gak bosen. yg saya paling inget banget nih pas bab Ken Arok, Ken Dedes, Tunggul Ametung.. dengan gayanya yg lucu pak Untung ini bercerita. bagaimana ceritanya Ken Dedes lahir, lalu Ken Arok jatuh cinta dan merebutnya dari suaminya. lalu lahirlah seorang anak yg jatuh cinta pula pada ibunya sendiri. waktu Ken Arok merebut Ken Dedes ia merebut keris dr seorang mpu. keris itu sendiri disumpah bahwa siapapun yg memakai keris itu akan menjadi peristiwa berdarah. alias terjadi pembunuhan turun menurun. dan betul saja, keris itu terus menerus membunuh anak keturunan mereka. dst&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yg ngajar  kimia, namanya bu Isnaini, agak galak-galak nyebelin. apalagi kalo gurunya lagi bete, ih mukanya serem dah. tapi, kalo kita ikut les privatnya,,, woo baek banget dah. hihi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo yg ngajar fisika, lupa, pak siapa gitu, tp orangnya kurus tinggi, kalo ngomong seperlunya. kerjanya nyatet rumus mulu. saya ikut les privatnya, and then... nilai fisika bagus terus euy.. lha soal ulangannya aja udah keluar waktu les.. gimana nilai kita gak hebat coba...?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/463678916120246102-3386617646457289342?l=sahabatrasul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/feeds/3386617646457289342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=463678916120246102&amp;postID=3386617646457289342&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/3386617646457289342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/463678916120246102/posts/default/3386617646457289342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabatrasul.blogspot.com/2008/12/guru-smp.html' title='Guru SMP'/><author><name>ducky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11847868585351342255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_WWhMTgDT29w/S-51c24cAoI/AAAAAAAABB8/e3Tgq_HZqJg/S220/ana0066.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry></feed>
